INDOPOSCO.ID – Di tengah riuh gagasan dan kolaborasi global, IIFTIHAR Innovation Forum 2025 yang berlangsung di Jakarta pekan lalu meninggalkan sebuah pesan penting, Indonesia tengah menapaki fase baru dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah.
Momentum itu semakin kuat ketika Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat membagikan pandangan strategis tentang arah besar pembangunan nasional. Emir menegaskan bahwa geliat ekonomi syariah kini tak lagi terkonsentrasi di kota-kota besar.
“Ekonomi syariah di Indonesia sudah berkembang pesat sampai ke daerah,” ujar Emir melalui gawai, Senin (8/12/2025).
Emir menjelaskan bahwa akselerasi ini tak lepas dari sinergi antara KNEKS di tingkat nasional dan KDEKS (Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah) di tingkat daerah, yang bersama-sama mendorong pemerataan ekosistem syariah.
Lebih jauh, Emir mengungkapkan bahwa pemerintah telah menempatkan ekonomi syariah sebagai pilar strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
“Langkah ini menjadikan sektor syariah bukan sekadar pendukung, tetapi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang diharapkan mampu memperkuat daya saing nasional,” ungkapnya.
KNEKS, lanjut Emir, juga terus membangun kolaborasi lintas lembaga. Salah satu sorotan utama adalah kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan pusat riset halal, yang kini telah beroperasi di Gunung Kidul dan Lombok. Kedua pusat riset tersebut diproyeksikan menjadi laboratorium inovasi industri halal masa depan.
“Dengan ekosistem ekonomi syariah yang sudah terbentuk, diharapkan dapat menjadi salah satu pendukung terbentuknya Global Innovation Hub,” tutupnya.
Sementara itu, di balik panggung forum, IIFTIHAR kembali menjadi sorotan. Organisasi internasional yang berdiri sejak 1 Juni 1996 di Makkah, Arab Saudi ini lahir dari komitmen enam lembaga terkemuka dunia Islam untuk memperkuat penguasaan sains, teknologi, dan kapasitas SDM.
Dengan visi bahwa kemajuan umat mustahil tercapai tanpa ilmu pengetahuan, IIFTIHAR berperan sebagai katalis yang menjembatani kolaborasi lintas negara, institusi pendidikan, komunitas riset, industri, dan lembaga keuangan.
Sejak 2023, IIFTIHAR menempatkan Global Innovation Hub (GIH) sebagai pusat aktivitasnya. Jaringan global ini bertujuan mempercepat implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), terutama di negara-negara anggota OKI. Melalui GIH, IIFTIHAR menghubungkan inovator, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan untuk melahirkan solusi nyata terhadap tantangan dunia, mulai dari kesehatan, pendidikan, energi, air bersih, hingga perubahan iklim.
Dengan rangkaian inisiatif tersebut, Forum IIFTIHAR 2025 bukan hanya menjadi ruang bertukar ide, tetapi juga cermin dari ambisi besar Indonesia untuk memainkan peran penting dalam ekosistem inovasi dan ekonomi syariah global. (her)








