INDOPOSCO.ID – Jakarta selalu punya cara menghadirkan sore yang berbeda. Di XXI Epicentrum, lampu-lampu lobby terasa lebih lembut sore itu—seolah menyambut kisah yang tak hanya ditonton, tapi juga dirasakan. Para jurnalis, selebritas, dan para pencinta film berjalan perlahan memasuki ruang press conference. Ada rona hangat di udara, seperti menanti sebuah cerita yang dekat dengan kehidupan banyak perempuan Indonesia: tentang cinta, restu, dan keberanian untuk bertahan.
Di sinilah Bahagia Pictures mempersembahkan Mengejar Restu, film drama keluarga yang akan tayang 11 Desember 2025. Tidak hanya sebuah rilisan film baru, Mengejar Restu terasa seperti undangan untuk memasuki ruang hati seseorang—dengan seluruh luka, harapan, dan perjalanan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Suasana press conference berlangsung intim. Dhini Aminarti dan Dimas Seto, pasangan suami istri yang juga menjadi pemeran utama, duduk berdampingan. Ada tatapan saling menguatkan di antara keduanya. Mungkin itu yang membuat film ini terasa berbeda: ada cinta nyata yang merembes keluar melalui setiap dialog dan adegan.
Produser Bahagia Pictures, Novandrian, menyampaikan bahwa kehadiran para jurnalis dalam momen ini bukan sekadar formalitas. “Event ini mendorong keterlibatan media sebagai mitra strategis kami,” ujarnya penuh ketulusan. Baginya, para jurnalis bukan hanya penulis berita, tapi juga teman perjalanan yang membantu memaknai pesan film ini. “Kami berharap para jurnalis memahami pesan, tema, dan proses kreatif di balik Mengejar Restu.”
Film ini memang terasa personal. Di dalamnya, kita melihat bagaimana Dania, diperankan Dhini, harus menghadapi pergulatan batin sebagai seorang istri. Pilihan-pilihan sulit, tekanan keluarga, dan tuntutan restu sering kali menjadi gambaran nyata kehidupan banyak perempuan. Ada momen ketika kebahagiaan terasa begitu dekat, tetapi restu yang ditunggu justru terasa begitu jauh.
Di balik panggung, Dhini membuka sisi emosional yang jarang tersentuh publik. Ia tersenyum kecil saat menceritakan proses syuting bersama suaminya.
“Enaknya syuting sama pasangan, kami bisa bedah skenario bareng. Aku sering nanya mas Dimas, dan mas Dimas pun memberi masukan, terutama soal ekspresi emosional,” tuturnya lembut. “Dari situlah muncul berbagai ragam ekspresi Dania saat menangis—baik ketika ia bahagia maupun saat terluka.”
Ada getaran pada suaranya. Seakan, selama syuting, ia bukan hanya memerankan Dania, tapi benar-benar merasakan apa arti cinta dan restu yang dipertaruhkan.
Film ini juga dihidupkan oleh banyak pasangan suami istri nyata: Dimas–Dhini, Rezky Aditya–Citra Kirana, Arie Untung–Fenita Jayanti, hingga Hengky Tornando–Baby Zelvia. Kehadiran mereka memberikan sensasi otentik, seperti melihat percakapan keluarga sendiri yang sedang mencoba menyelesaikan luka lama dan membangun harapan baru.
Titien Wattimena sebagai penulis naskah dan para produser seperti Hanief Jerry, Novandrian, serta Dimas Luqman, turut merangkai film ini sebagai perjalanan emosional. Mereka menghadirkan cerita yang lembut namun menggugah: tentang perempuan yang terjepit antara mempertahankan keluarga besar atau menyelamatkan rumah tangganya sendiri. Tentang keberanian untuk memilih kebahagiaan, meski harus melawan arus.
Dalam gelapnya ruang studio saat special screening, beberapa penonton terlihat menyeka mata. Kisah Dania dan Faiz bukan sekadar adegan drama—mereka adalah potongan realitas yang begitu akrab, terutama bagi perempuan yang pernah berjuang mendapatkan tempat di hati keluarga pasangan.
Ada sesuatu yang membekas setelah menonton Mengejar Restu. Bukan hanya karena akting para pemainnya yang natural, tetapi karena film ini seperti membawa kita pulang pada hal-hal yang sering kita simpan rapat: luka keluarga, harapan kecil yang tak pernah kita ucapkan, serta restu yang selama ini kita kejar tanpa benar-benar tahu apakah kita membutuhkannya. Kisah Dania dan Faiz terasa dekat—begitu dekat, sampai kita bisa melihat sedikit dari diri kita di dalamnya.
Inilah jenis film yang membuat kita ingin memeluk seseorang ketika lampu bioskop kembali menyala. Film yang membuat kita ingin bicara dari hati ke hati saat perjalanan pulang. Dan mungkin, film yang diam-diam membantu kita memahami orang-orang yang kita cintai.
Kalau Anda sedang mencari tontonan yang bukan cuma menghibur, tetapi juga menghangatkan perasaan dan memberi ruang refleksi, Mengejar Restu adalah jawabannya. Ada banyak alasan untuk menyukai film ini, tapi yang paling penting—film ini membuat kita merasa lebih manusia.
Film ini tayang mulai 11 Desember 2025. Dan barangkali, di tengah perjalanan Dania dan Faiz, Anda juga akan menemukan sedikit restu yang selama ini Anda cari dalam hidup. (ibs)




















