• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekowisata, Pariwisata Berkelanjutan yang Harmonis dengan Alam dan Masyarakat

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 2 Desember 2025 - 22:10
in Ekonomi
desa-wisata

Panorama Embung Nglanggeran di Desa Wisata Nglanggeran di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menjadi salah satu contoh sukses pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

oleh: Eva Rosdiana
Mahasiswi Magister Terapan Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Politeknik Sahid dengan Dosen Pengampu Suci Sandi Wachyuni dan Kadek Wiweka

INDOPOSCO.ID – Di tengah pesatnya pertumbuhan pariwisata global, berbagai dampak negatif mulai terasa semakin nyata: kerusakan lingkungan, eksploitasi sumber daya, hingga pelunturan budaya lokal.

BacaJuga:

Tak Gentar Kondisi Ekonomi, Texas Chicken Kunci Ekspansi di Kota Penyangga

BCA Syariah-BAZNAS Perkuat Kolaborasi, Zakat Kini Semakin Mudah Lewat Genggaman

Wamenkop Tekankan Kolaborasi Koperasi Eksisting Jadi Kakak Asuh Kopdes Dalam Pembiayaan Mikro

Fenomena overtourism di sejumlah destinasi dunia memperlihatkan bahwa pariwisata, jika tidak dikelola dengan bijaksana, dapat menjadi pedang bermata dua. Di sinilah ekowisata hadir sebagai paradigma baru yang menawarkan keseimbangan antara kepuasan wisatawan, kelestarian alam, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Secara esensial, ekowisata bukan sekadar perjalanan menuju tempat yang indah dan alami. Konsep ini mengusung tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan, meningkatkan kesejahteraan komunitas, dan menyampaikan nilai edukatif tentang ekologi serta budaya. Dengan kata lain, ekowisata merupakan komitmen bersama untuk memastikan bahwa kehadiran wisatawan justru membawa manfaat, bukan beban, bagi destinasi yang dikunjunginya.

Penulis berpendapat ekowisata memiliki ciri khas yang membedakannya dari pariwisata konvensional. Pertama, ia berbasis pada kawasan alam yang masih asri sebagai daya tarik utama. Kedua, kegiatan wisata selalu diiringi kontribusi nyata pada konservasi flora dan fauna.

Ketiga, masyarakat lokal bukan hanya objek, melainkan subjek pengelola yang memperoleh manfaat ekonomi langsung melalui jasa pemandu, homestay, kuliner, dan kerajinan. Keempat, setiap kunjungan memuat unsur edukasi serta komitmen untuk meminimalkan jejak lingkungan. Terakhir, ekowisata menawarkan pengalaman otentik yang menyatukan wisatawan dengan budaya dan alam secara lebih mendalam.

Bila dikelola dengan baik, ekowisata memberikan manfaat berlapis. Dari sisi lingkungan, ia membantu pendanaan konservasi, rehabilitasi habitat, dan edukasi ekologi. Dari sisi ekonomi, ekowisata menciptakan lapangan kerja baru dan mendiversifikasi pendapatan masyarakat di daerah terpencil. Sementara dari sisi sosial-budaya, ia berperan penting dalam melestarikan tradisi, memperkuat identitas lokal, dan meningkatkan kualitas hidup.

Namun, jalan menuju ekowisata yang ideal tidak selalu mulus. Tantangan yang muncul sering kali melibatkan faktor internal maupun eksternal. Kapasitas sumber daya manusia di desa-desa wisata belum merata, sementara infrastruktur dasar seperti akses transportasi, sanitasi, dan teknologi masih terbatas di banyak daerah potensial.

Selain itu, tanpa tata kelola yang disiplin, destinasi ekowisata tetap berisiko terjebak dalam overtourism yang ingin mereka hindari. Tidak jarang pula terjadi konflik kepentingan antar pemangku kepentingan, serta maraknya praktik greenwashing—klaim keberlanjutan palsu demi kepentingan pemasaran.

Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan strategi pengembangan yang komprehensif. Pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan secara holistik melalui pelatihan manajemen, hospitality (keramahan), hingga pemasaran digital. Prinsip konservasi harus menjadi fondasi, termasuk penerapan energi terbarukan, pengelolaan limbah yang ketat, dan pembatasan jumlah kunjungan sesuai daya dukung lingkungan.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan lembaga swadaya masyarakat perlu diperkuat agar terjadi keseimbangan peran. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dapat mendukung promosi, edukasi, hingga sistem reservasi berbasis kuota. Sertifikasi dan standar keberlanjutan juga harus ditegakkan untuk menjamin kualitas dan integritas destinasi ekowisata.

Indonesia memiliki banyak contoh keberhasilan yang sudah diakui dunia. Raja Ampat di Provinsi Papua Barat Daya membuktikan bahwa konservasi laut dapat berjalan seiring dengan pariwisata berbasis masyarakat. Desa Wisata Nglanggeran di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan bagaimana komunitas mampu mengelola warisan geologi menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan.

Taman Nasional Komodo menerapkan pembatasan kunjungan demi menjaga habitat satwa endemiknya. Sementara Tangkahan di Provinsi Sumatera Utara dikenal sebagai praktik ekowisata gajah yang etis dan edukatif. Keberhasilan-keberhasilan ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin ekowisata dunia.

Pada akhirnya, ekowisata bukan lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan keberlanjutan pariwisata nasional. Di tengah ancaman krisis lingkungan global, ekowisata menawarkan paradigma baru yang menyatukan keuntungan ekonomi dengan komitmen ekologis dan sosial.

Dengan tata kelola yang baik dan komitmen lintas sektor, Indonesia dapat mengamankan kekayaan alamnya untuk generasi mendatang, sekaligus membangun industri pariwisata yang tangguh, adil, dan berdaya saing global. Ekowisata adalah investasi masa depan-bagi alam, bagi masyarakat, dan bagi identitas bangsa. (*)

Tags: Desa WisataDesa Wisata NglanggeranEkowisatapariwisata

Berita Terkait.

texas
Ekonomi

Tak Gentar Kondisi Ekonomi, Texas Chicken Kunci Ekspansi di Kota Penyangga

Senin, 6 April 2026 - 21:01
bca
Ekonomi

BCA Syariah-BAZNAS Perkuat Kolaborasi, Zakat Kini Semakin Mudah Lewat Genggaman

Senin, 6 April 2026 - 20:15
wamenkop
Ekonomi

Wamenkop Tekankan Kolaborasi Koperasi Eksisting Jadi Kakak Asuh Kopdes Dalam Pembiayaan Mikro

Senin, 6 April 2026 - 19:19
phe
Ekonomi

Hadapi Dunia yang Bergejolak, PHE Percepat Pengembangan Migas

Senin, 6 April 2026 - 18:08
Perwira
Ekonomi

Elnusa Bidik Status Operator Migas Low-Cost Kelas Dunia di 2026

Senin, 6 April 2026 - 15:26
BRI-Peduli
Ekonomi

Maknai Paskah 2026, BRI Peduli Tebarkan Kasih dan Kepedulian melalui Penyaluran 10.050 Paket Sembako bagi Umat Nasrani

Senin, 6 April 2026 - 14:05

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1066 shares
    Share 426 Tweet 267
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    723 shares
    Share 289 Tweet 181
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    698 shares
    Share 279 Tweet 175
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.