INDOPOSCO.ID – Upaya meningkatkan kualitas tata laksana dislipidemia di Indonesia mendapat dorongan baru dengan diluncurkannya terapi kombinasi tetap Ezetimibe dan Rosuvastatin oleh Daewoong Pharmaceutical Indonesia (DPI). Terapi ini hadir dalam tiga pilihan dosis, termasuk tablet 10/5 mg pertama di Indonesia, dan menawarkan penurunan LDL-C lebih cepat melalui dua mekanisme kerja sekaligus, yaitu penekanan produksi kolesterol oleh Rosuvastatin dan penghambatan penyerapan kolesterol oleh Ezetimibe. Peluncuran ini berlangsung di JW Marriott Hotel Jakarta bekerja sama dengan PERKI dan dihadiri oleh 200 dokter spesialis jantung serta dokter umum dari seluruh Indonesia. Para pakar dari Indonesia dan Korea Selatan, termasuk dr. Ade Meidian Ambari, SpJP(K), PhD, Prof. Kang Seok Min, dan Prof. Won Ho Youn, turut memaparkan bukti ilmiah dan pengalaman global terkait efektivitas terapi kombinasi.
Dalam sambutannya, Baik In Hyun, Head of Indonesia Business Division sekaligus Direktur DPI, menyampaikan komitmen perusahaan untuk menghadirkan terapi inovatif yang berbasis bukti ilmiah melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan. Ia juga menegaskan bahwa DPI berencana memperluas portofolio pengobatan untuk penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gagal jantung.
Simposium menyoroti tantangan besar dalam pencapaian target LDL-C di Indonesia. Berdasarkan data PERKI, lebih dari 80 persen pasien penyakit jantung koroner belum mencapai target LDL-C 70 mg/dL, dan hanya sekitar 8,5 persen yang berhasil mencapai target <55 mg/dL untuk kelompok risiko sangat tinggi. Para pakar menggarisbawahi bahwa terapi kombinasi berpotensi menjadi strategi yang lebih efektif dan lebih cepat dalam membantu pasien mencapai target tersebut, sesuai prinsip pedoman ESC: semakin rendah dan semakin cepat, semakin baik.Dalam sesi tanya jawab resmi bersama jurnalis, muncul pertanyaan mengenai keamanan obat bagi pasien dengan penyakit penyerta atau komplikasi. Narasumber menjelaskan bahwa kombinasi Ezetimibe dan Rosuvastatin sangat mungkin digunakan dengan aman, karena kedua obat ini telah lama dipakai dan profil keamanannya sudah terbukti. Ia menegaskan bahwa penggabungan kedua obat membuat dosis masing-masing komponen lebih kecil sehingga efek samping juga lebih jarang muncul. Efek samping yang biasanya timbul seperti rasa pegal atau nyeri otot bersifat ringan dan tidak mengganggu efektivitas pengobatan. Ia menyebut bahwa terapi ini sangat relevan untuk pasien risiko tinggi dan sangat tinggi, termasuk mereka yang pernah mengalami serangan jantung, pemasangan ring atau bypass, serta pasien diabetes. Dengan target LDL-C <55 mg/dL yang masih sulit dicapai di Indonesia, terapi kombinasi memberikan peluang lebih besar untuk mencapai hasil optimal.Dalam kesempatan tersebut, narasumber juga menyampaikan pentingnya studi pharmacoeconomics untuk membuka jalan bagi terapi kombinasi agar dapat masuk Formularium Nasional. Ia menjelaskan bahwa penilaian manfaat obat tidak hanya dilihat dari harga, tetapi juga dari dampaknya dalam jangka panjang, seperti menurunkan angka rawat inap, mengurangi risiko kematian, dan memperbaiki kualitas hidup pasien.Pakar dari Korea Selatan memaparkan bahwa hasil penelitian internasional seperti ACTE dan RACING menunjukkan kombinasi Rosuvastatin dan Ezetimibe mampu menurunkan LDL-C lebih besar dengan efek samping lebih rendah dibandingkan penggunaan statin dosis tinggi. Pengalaman penggunaan di Korea juga menunjukkan peningkatan adopsi terapi ini, dengan angka resep meningkat dari 4,5 persen pada 2016 menjadi 22,5 persen pada 2020, sekaligus meningkatkan persentase pasien yang mencapai target LDL-C dari 41,4 persen menjadi 62,5 persen.Dengan peluncuran terapi kombinasi ini, DPI berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan rumah sakit dan institusi kesehatan di seluruh Indonesia untuk memperluas akses pasien terhadap terapi inovatif. Kehadiran tiga varian dosis memungkinkan dokter memberikan terapi yang lebih presisi sesuai tingkat risiko, sekaligus meningkatkan kemungkinan pasien mencapai target kolesterol secara lebih cepat dan efektif. (eva)









