• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Atasi Kolesterol: Terapi Kombinasi yang Lebih Efektif Kini Hadir di Indonesia

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 30 November 2025 - 21:24
in Gaya Hidup
IMG-20251130-WA0019

Kiri ke kanan; Won Ho You, Seok-Min Kang, Ade Meidian Ambari dan Baik In Hyun. Foto : Eva Fauzah/INDOPOSCO.ID

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Upaya meningkatkan kualitas tata laksana dislipidemia di Indonesia mendapat dorongan baru dengan diluncurkannya terapi kombinasi tetap Ezetimibe dan Rosuvastatin oleh Daewoong Pharmaceutical Indonesia (DPI). Terapi ini hadir dalam tiga pilihan dosis, termasuk tablet 10/5 mg pertama di Indonesia, dan menawarkan penurunan LDL-C lebih cepat melalui dua mekanisme kerja sekaligus, yaitu penekanan produksi kolesterol oleh Rosuvastatin dan penghambatan penyerapan kolesterol oleh Ezetimibe. Peluncuran ini berlangsung di JW Marriott Hotel Jakarta bekerja sama dengan PERKI dan dihadiri oleh 200 dokter spesialis jantung serta dokter umum dari seluruh Indonesia. Para pakar dari Indonesia dan Korea Selatan, termasuk dr. Ade Meidian Ambari, SpJP(K), PhD, Prof. Kang Seok Min, dan Prof. Won Ho Youn, turut memaparkan bukti ilmiah dan pengalaman global terkait efektivitas terapi kombinasi.

Dalam sambutannya, Baik In Hyun, Head of Indonesia Business Division sekaligus Direktur DPI, menyampaikan komitmen perusahaan untuk menghadirkan terapi inovatif yang berbasis bukti ilmiah melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan. Ia juga menegaskan bahwa DPI berencana memperluas portofolio pengobatan untuk penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gagal jantung.

BacaJuga:

Kasus Campak Masih Marak, Ketua DPR RI Minta Program Imunisasi Dievaluasi

Jejak Hilirisasi Bernilai Tambah, MIND ID Menayangkan Perdana Film The MINDJourney

HKTB-EIGER Ajak Wisatawan Indonesia Temukan Sisi Alam Hong Kong yang Tak Terduga

Simposium menyoroti tantangan besar dalam pencapaian target LDL-C di Indonesia. Berdasarkan data PERKI, lebih dari 80 persen pasien penyakit jantung koroner belum mencapai target LDL-C 70 mg/dL, dan hanya sekitar 8,5 persen yang berhasil mencapai target <55 mg/dL untuk kelompok risiko sangat tinggi. Para pakar menggarisbawahi bahwa terapi kombinasi berpotensi menjadi strategi yang lebih efektif dan lebih cepat dalam membantu pasien mencapai target tersebut, sesuai prinsip pedoman ESC: semakin rendah dan semakin cepat, semakin baik.Dalam sesi tanya jawab resmi bersama jurnalis, muncul pertanyaan mengenai keamanan obat bagi pasien dengan penyakit penyerta atau komplikasi. Narasumber menjelaskan bahwa kombinasi Ezetimibe dan Rosuvastatin sangat mungkin digunakan dengan aman, karena kedua obat ini telah lama dipakai dan profil keamanannya sudah terbukti. Ia menegaskan bahwa penggabungan kedua obat membuat dosis masing-masing komponen lebih kecil sehingga efek samping juga lebih jarang muncul. Efek samping yang biasanya timbul seperti rasa pegal atau nyeri otot bersifat ringan dan tidak mengganggu efektivitas pengobatan. Ia menyebut bahwa terapi ini sangat relevan untuk pasien risiko tinggi dan sangat tinggi, termasuk mereka yang pernah mengalami serangan jantung, pemasangan ring atau bypass, serta pasien diabetes. Dengan target LDL-C <55 mg/dL yang masih sulit dicapai di Indonesia, terapi kombinasi memberikan peluang lebih besar untuk mencapai hasil optimal.Dalam kesempatan tersebut, narasumber juga menyampaikan pentingnya studi pharmacoeconomics untuk membuka jalan bagi terapi kombinasi agar dapat masuk Formularium Nasional. Ia menjelaskan bahwa penilaian manfaat obat tidak hanya dilihat dari harga, tetapi juga dari dampaknya dalam jangka panjang, seperti menurunkan angka rawat inap, mengurangi risiko kematian, dan memperbaiki kualitas hidup pasien.Pakar dari Korea Selatan memaparkan bahwa hasil penelitian internasional seperti ACTE dan RACING menunjukkan kombinasi Rosuvastatin dan Ezetimibe mampu menurunkan LDL-C lebih besar dengan efek samping lebih rendah dibandingkan penggunaan statin dosis tinggi. Pengalaman penggunaan di Korea juga menunjukkan peningkatan adopsi terapi ini, dengan angka resep meningkat dari 4,5 persen pada 2016 menjadi 22,5 persen pada 2020, sekaligus meningkatkan persentase pasien yang mencapai target LDL-C dari 41,4 persen menjadi 62,5 persen.Dengan peluncuran terapi kombinasi ini, DPI berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan rumah sakit dan institusi kesehatan di seluruh Indonesia untuk memperluas akses pasien terhadap terapi inovatif. Kehadiran tiga varian dosis memungkinkan dokter memberikan terapi yang lebih presisi sesuai tingkat risiko, sekaligus meningkatkan kemungkinan pasien mencapai target kolesterol secara lebih cepat dan efektif. (eva)

Tags: KolesterolKombinasiterapi

Berita Terkait.

Komisi II Dorong Kemudahan dan Pendampingan Penyaluran Kredit Pelaku Usaha di Daerah
Gaya Hidup

Kasus Campak Masih Marak, Ketua DPR RI Minta Program Imunisasi Dievaluasi

Kamis, 2 April 2026 - 22:29
id
Gaya Hidup

Jejak Hilirisasi Bernilai Tambah, MIND ID Menayangkan Perdana Film The MINDJourney

Kamis, 2 April 2026 - 13:03
hktb
Gaya Hidup

HKTB-EIGER Ajak Wisatawan Indonesia Temukan Sisi Alam Hong Kong yang Tak Terduga

Rabu, 1 April 2026 - 11:22
epi
Gaya Hidup

Usai Lebaran, PLN EPI Ajak Pegawai Reset Pola Hidup lewat Health Talk DYNAMIC

Rabu, 1 April 2026 - 11:11
autopsi
Gaya Hidup

Autopsy: Dead Body Can Talk’, Ketika Tubuh Tak Bernyawa Menjadi Saksi Paling Jujur

Rabu, 1 April 2026 - 08:20
Earth Hour 2026, Morrissey Hotel Menteng Ajak Tamu dan Karyawan Hidup Lebih Hijau
Gaya Hidup

Earth Hour 2026, Morrissey Hotel Menteng Ajak Tamu dan Karyawan Hidup Lebih Hijau

Senin, 30 Maret 2026 - 15:22

BERITA POPULER

  • darwati

    Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1088 shares
    Share 435 Tweet 272
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Start Meyakinkan, Timnas Indonesia Incar Final Sempurna FIFA Series 2026

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.