• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Aktivitas Mereda, Status Gunung Semeru Diturunkan Menjadi Siaga

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 30 November 2025 - 08:10
in Nusantara
semeru

Gunung Semeru erupsi disertai letusan pada Sabtu (29/11/2025) pagi. Foto : PVMBG

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Status Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut kini diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga), seiring meredanya aktivitas vulkanik gunung tersebut.

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi, per 29 November 2025 pukul 09.00 WIB, tingkat aktivitas Gunung Semeru resmi diturunkan dari Awas menjadi Siaga,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam keterangan tertulis yang diterima di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (29/11/2025).

BacaJuga:

Gempa M 7,6 Guncang Tenggara Bitung, BMKG Deteksi Tsunami

Kapolda Pastikan Dogiyai Mulai Kondusif Usai Serangan ke Polisi, Pengamanan Diperketat

Amsal Sitepu Dibebaskan, Komisi III DPR Sebut Cerminkan Rasa Keadilan

Ia menjelaskan, hasil evaluasi menyeluruh terhadap data pemantauan menunjukkan bahwa sejak 19 November 2025 aktivitas Semeru lebih didominasi oleh proses di permukaan tanpa tanda adanya tambahan suplai magma dari kedalaman.

“Secara visual terlihat letusan berulang berskala kecil hingga menengah dengan kolom asap putih hingga kelabu setinggi 300–1.000 meter. Guguran lava juga terpantau meluncur sejauh 800–1.000 meter ke arah Besuk Kobokan,” jelasnya.

Lana menambahkan bahwa aktivitas letusan tersebut tidak disertai tanda-tanda penguatan suplai magma baru. Hal itu juga terlihat dari rendahnya aktivitas gempa vulkanik yang mengindikasikan tekanan magmatik di kedalaman tidak mengalami peningkatan berarti.

“Variasi kecepatan seismik (dv/v) sempat menurun menjelang kejadian awan panas pada 19 November 2025, namun kembali stabil setelahnya. Ini menunjukkan bahwa sistem vulkanik berada pada fase relaksasi dan tidak mengalami peningkatan tekanan,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa instrumen tiltmeter tidak mendeteksi pola inflasi maupun deflasi yang konsisten, sehingga tidak ada bukti deformasi magma setelah peristiwa tersebut.

“Karena tidak ditemukan anomali signifikan pada data pemantauan, dapat disimpulkan bahwa aktivitas saat ini lebih didorong oleh proses permukaan seperti penumpukan material, ketidakstabilan lereng, serta pelepasan gas dangkal,” lanjutnya.

Data kegempaan dan deformasi pun tidak menunjukkan tanda intrusi magma baru maupun peningkatan tekanan. Saat ini, ancaman terbesar yang mungkin terjadi dalam waktu dekat adalah awan panas guguran serta potensi lahar seiring meningkatnya curah hujan.

“Dengan status Siaga, masyarakat, pendaki, maupun wisatawan diminta untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 km dari puncak,” tegasnya.

Di luar zona tersebut, masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berisiko terkena perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga mencapai radius 17 km.

“Selain itu, aktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Semeru dilarang keras karena wilayah tersebut rawan lontaran batu pijar,” ujarnya. (aro)

Tags: erupsigunungsemeru

Berita Terkait.

gempa
Nusantara

Gempa M 7,6 Guncang Tenggara Bitung, BMKG Deteksi Tsunami

Kamis, 2 April 2026 - 09:08
Kapolda Pastikan Dogiyai Mulai Kondusif Usai Serangan ke Polisi, Pengamanan Diperketat
Nusantara

Kapolda Pastikan Dogiyai Mulai Kondusif Usai Serangan ke Polisi, Pengamanan Diperketat

Kamis, 2 April 2026 - 04:25
Amsal Sitepu Dibebaskan, Komisi III DPR Sebut Cerminkan Rasa Keadilan
Nusantara

Amsal Sitepu Dibebaskan, Komisi III DPR Sebut Cerminkan Rasa Keadilan

Rabu, 1 April 2026 - 20:31
Program Bangga Kencana Bisa Dorong Penguatan Peran Keluarga untuk Pembangunan
Nusantara

Program Bangga Kencana Bisa Dorong Penguatan Peran Keluarga untuk Pembangunan

Rabu, 1 April 2026 - 17:20
bc
Nusantara

NPPBKC Terbit, CV Makmur Berkah Sejahtera Siap Jalankan Usaha Taat Regulasi

Rabu, 1 April 2026 - 11:32
Tak Hanya ASN, WFH Juga akan Diberlakukan untuk Karyawan Swasta dan BUMN
Nusantara

RUU Pemerintahan Aceh Ditunda, Baleg DPR Tunggu Penyempurnaan Pasal Krusial

Rabu, 1 April 2026 - 05:12

BERITA POPULER

  • darwati

    Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1083 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    904 shares
    Share 362 Tweet 226
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
  • Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1241 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.