INDOPOSCO.ID – Di era digital membawa perubahan besar pada dunia kerja dan industri. Tidak sedikit pekerja yang terdampak dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dan banyak pula perusahaan yang tinggal nama.
“Banyak pekerjaan hilang, tapi ribuan pekerjaan baru bermunculan,” ungkap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti kepada INDOPOSCO, usai seminar wisuda di Universitas Terbuka (UT), Senin (24/11/2025).
Untuk menjawab tantangan di era digital, menurutnya, sistem pendidikan harus terus berinovasi. Hal ini untuk menyiapkan lulusan di masa depan sesuai kebutuhan industri.
“Pendidikan harus terus berinovasi. Bekali murid untuk masuk dunia di masa depan,” kata Mu’ti.
“Pendidikan di masa depan itu tidak saja penguasaan teknologi digital, tetapi juga penguasaan kesalehan digital,” sambungnya.
Mu’ti menyebut, akibat teknologi berdampak buruk pada mental siswa. Kendati, dampak teknologi sangat besar membantu manusia.
“Generasi cemas tantangan di masa depan, persoalan mental karena dunia digital,” ucapnya.
Ia menyebut, sejumlah program telah disiapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadapi era digital. Dengan mengajak kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan coding sejak sekolah dasar (SD).
“Coding dan AI adalah kemampuan yang paling diperlukan di dunia kerja 5 tahun ke depan,” ungkap Mu’ti.
“Mereka (siswa,red) bisa gagap di masa depan. Jadi dari tingkat SD, kami ajarkan Coding dan AI,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Rektor Universitas Terbuka Profesor Ali Muktiyanto mengatakan, mahasiswa harus menjadi agen perubahan. Dan UT telah menyiapkan lulusan melek digital dengan pembelajaran jarak jauh.
“Di era digital, inovasi pendidikan menjadi solusi dan itu telah kami lakukan dengan sistem pembelajaran yang mampu menyasar masyarakat hingga di depan pintu,” ujarnya.
Ali mengaku, siap bersinergi dengan Kemendikdasmen terkait program pemenuhan guru di era digital.
“Berdasarkan data kami memiliki sedikitnya 1.198 guru yang mengikuti program pendidikan profesi guru (PPG),” ucapnya. (nas)




















