INDOPOSCO.ID – Perkembangan teknologi ibarat pisau bermata dua, sangat bermanfaat bagi mereka yang mampu memanfaatkannya dengan bijak, tetapi bisa menjadi sumber kerusakan jika digunakan tanpa pengetahuan dan tanggung jawab.
Hal tersebut disampaikan oleh Dewan Pengawas Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI), Harjo Susmoro menyikapi maraknya penipuan keuangan di Indonesia di tengah perkembangan teknologi global yang melaju cepat dalam seminar bertema “Pemberantasan Penipuan Transaksi Keuangan” di Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Harjo juga menyinggung perlunya koordinasi antarlembaga dan penegakan hukum yang efektif. Menurutnya, kata sinergi sering terdengar mudah, tetapi praktiknya sulit diwujudkan.
“Hukum harus berpihak kepada siapa? Jangan sampai hukum dipermainkan dan ending-nya kerugian ada di pihak masyarakat,” tegas dia.
Lebih lanjut, Harjo mengingatkan pentingnya kembali kepada nilai dasar bangsa. Ia menggunakan analogi bangunan untuk menggambarkan perlunya memperkuat fondasi moral dan kebangsaan.
“Karena kita asyik memandang gedung yang indah, tapi kita tidak pernah memperhatikan bahwa berdirinya gedung tersebut aman terhadap guncangan gempa dan terpaan angin karena kokohnya fondasi,” tuturnya.
“Fondasi bangsa Indonesia ini sudah disepakati oleh pendahulu kita, yakni Pancasila. Dan bangsa ini tidak akan kokoh berdiri kalau tidak dilandasi Pancasila,” lanjutnya.
Menurut Harjo, nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial adalah pijakan agar bangsa tidak mudah terombang-ambing oleh kepentingan sempit dan ancaman kejahatan digital.
“Apapun yang kita bahas, hendaklah memperhatikan fondasi kehidupan bangsa. Kalau tidak, yang muncul adalah kepentingan-kepentingan (dari pihak yang tidak bertanggung jawab),” tutupnya.
Pernyataan Harjo Susmoro menegaskan bahwa di tengah derasnya arus teknologi dan maraknya kejahatan digital, bangsa ini membutuhkan bukan hanya kecanggihan sistem, tetapi juga keteguhan moral dan komitmen kebangsaan.
Hanya dengan fondasi yang kokoh dan kerja sama yang sungguh-sungguh antar-pemangku kepentingan, Indonesia dapat menghadapi tantangan era digital sekaligus memastikan bahwa teknologi menjadi alat kemajuan, bukan sumber kerugian bagi masyarakat. (her)









