INDOPOSCO.ID – Bina Antarbudaya resmi membuka program in-person workshop AFS Global STEM Innovators 2025, sebuah inisiatif global yang bertujuan mengembangkan kompetensi siswa-siswi di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta intercultural learning. Program ini menghadirkan pengalaman pembelajaran intensif, kolaboratif, dan lintas budaya bagi pelajar SMA/sederajat dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.
Global Digital Program Specialist Bina Antarbudaya, Fani Salsabila mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat para peserta yang berhasil lolos dari ribuan pendaftar.
“In-person workshop Global STEM Innovators menjadi penanda jerih payah adik-adik peserta yang telah melalui seleksi pendaftaran dengan total 1,431 pendaftar dan online sessions selama 4 minggu. Momen ini menjadi kesempatan untuk mengasah inovasi dan ide cemerlang supaya kelak dapat diimplementasikan di daerah masing-masing,” ujar Fani, Kamis (13/11/2025).
Tahun ini, program AFS Global STEM Innovators membuka akses pendidikan STEM yang inklusif bagi siswa berusia 15–17 tahun dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Pulau Sumatra, Pulau Sulawesi, dan Kepulauan Tanimbar. Sebanyak 92 siswa terpilih mengikuti kegiatan di Jakarta, di antaranya 12 siswa asal Papua Barat yang menjadi bagian dari upaya pendidikan afirmatif untuk mendukung keberagaman dan pemerataan kesempatan.
Salah satu peserta, Icrafil Kamisopa, siswa 17 tahun asal Teluk Bintuni, membagikan kesan inspiratifnya saat mengikuti pembukaan program tersebut.
“Saya senang sekali dapat terpilih dalam program AFS Global STEM Innovators, mulai dari mengikuti online sessions dengan fasilitator dari Australia dan Kanada hingga menempuh perjalanan jauh untuk sampai di Jakarta. Saya ingin meningkatkan kualitas pendidikan di daerah saya dan berbagi ilmu dari yang sudah saya dapatkan di sini,” tutur Icrafil.
Melalui pendekatan yang menggabungkan pengetahuan STEM dengan kompetensi global (Global Competence), para peserta tidak hanya mempelajari konsep ilmiah dan teknologi, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut dapat diterapkan untuk memecahkan tantangan nyata di masyarakat — mulai dari energi berkelanjutan, pendidikan berkualitas, hingga teknologi ramah lingkungan.
Untuk memperkaya wawasan peserta, AFS Global STEM Innovators turut menghadirkan talk show bertema “Energy for the Nation: Empowering People, Driving Progress”, dengan menghadirkan Roy Widiartha selaku Head of Community Development SKK Migas, dan Habel Tanati selaku Provincial & Local Government Relation Manager bp Indonesia, sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk berdialog langsung dengan para ahli energi dan pembangunan berkelanjutan.
Direktur Eksekutif Bina Antarbudaya, Gatot Nuradi Sam, menjelaskan bahwa program ini terlaksana berkat kolaborasi lintas sektor yang kuat.
“Program ini didanai oleh bp global kemudian mendapat dukungan tambahan dari SKK Migas. Kolaborasi ini membuka lebih banyak kesempatan bagi pelajar dari berbagai daerah di Indonesia, terutama yang belum dijangkau sebelumnya. Kami bangga menjadi wadah perekat bangsa melalui akses pendidikan yang merata,” ungkap Gatot.
Sebagai mitra strategis, Provincial & Local Government Relation Manager bp Indonesia, Habel Tanati menegaskan bahwa dukungan terhadap pendidikan generasi muda bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan bagian dari upaya nyata bp Indonesia membangun masa depan yang berkelanjutan.
“Kami percaya kepada Bina Antarbudaya sebagai pihak yang dapat mengasah potensi siswa. Melalui kolaborasi ini, semakin banyak generasi inovator yang mampu membawa Indonesia menjadi bagian penting dalam solusi global yang berkelanjutan,” ujar Habel.
Dengan pengalaman hampir 40 tahun sejak berdiri pada 1985, Yayasan Bina Antarbudaya telah membina ribuan pemuda menjadi pemimpin yang menjunjung perdamaian dan keadilan global. Didukung jaringan volunteer di 20 chapter di seluruh Indonesia serta afiliasi dengan AFS Intercultural Programs di lebih dari 80 negara, program ini menjadi bukti nyata komitmen Bina Antarbudaya dalam menyediakan pendidikan lintas budaya yang inklusif dan berkualitas.
Melalui AFS Global STEM Innovators 2025, Bina Antarbudaya kembali menegaskan perannya sebagai jembatan bagi generasi muda Indonesia untuk berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan dan penuh keberagaman. (her)









