• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Seafood Sukhoi

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 27 Oktober 2025 - 08:00
in Disway
disway senin

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo pasti bangga dengan anak muda satu ini: mampu memproduksi bom pesawat tempur. Juga sudah mampu memproduksi roket. TKDN-nya sudah lebih 80 persen.

Pabriknya di dekat bandara milik TNI-AU yang sekarang juga dipakai pesawat komersial: Abdurrahman Saleh. Di Malang.

BacaJuga:

Moral Pusbatara

Tekstil Danantara

Komunikasi Xi

Nama perusahaan itu akan Anda kira rumah makan seafood di pinggir jalan atau mungkin warung Tegal: Sari Bahari.

“Saya tahu itu. Banyak yang bertanya seperti itu,” ujar pimpinan perusahaan tersebut: Putra Prathama. Ia anak pertama dari tiga bersaudara. Umurnya baru 33 tahun.

Putra adalah putra mahkota di Sari Bahari. Ayahnya masih menjabat direktur utama tapi operasional sehari-hari sudah di tangan Putra –sebagai wakil direktur utama.

TNI-AU tentu perlu banyak bom. Utamanya untuk latihan. Sebagian menggunakan bom kosongan. Sebagian lagi bom beneran. Baik yang kosongan maupun yang beneran tidak beda: harus bisa dipasang di pesawat tempur, bisa ditembakkan, dan bisa mencapai sasaran.

Bedanya, bom yang kosongan diberi lampu LED kecil-kecil. Tujuannya: agar ketika ditembakkan bisa diketahui: tepat sasaran atau tidak. Sedang untuk bom beneran akan langsung terlihat dari ledakan di sasaran.

“Kami sudah bisa membuat bom untuk dua jenis pesawat Tempur yang dimiliki TNI-AU,” ujar Putra. Yakni bom untuk dipasang di pesawat Sukhoi bikinan Rusia dan bom untuk F-16 bikinan Amerika Serikat.

Sari Bahari sudah memproduksi lebih 10.000 bom seperti itu. Kekuatan ledak terbesarnya sampai 350 ton. Itu besar sekali. Bom jarak jauh Israel yang dikirim untuk menghancurkan rumah bertingkat yang dihuni Hasan Nasrullah di Lebanon kekuatannya 83 ton.

Nasrullah adalah pemimpin tertinggi Hisbullah yang anti Israel di Lebanon. Haul pertamanya diperingati tepat saat saya berada di Beirut bulan lalu. Konvoi besar dilakukan di jalan-jalan raya. Saya sampai takut telat tiba di bandara.

Sorenya, saya sengaja ingin tahu di mana pusat peringatan satu tahun tewasnya Nasrullah: di pemakamannya. Di tengah kota Beirut. Orang antre bersujud di makam itu. Dengan sedikit bersilat lidah saya diizinkan masuk. Diizinkan pula memotret. Tapi saya diharuskan bersujud di pinggir makam itu.

Saya membayangkan betapa besar kekuatan bom produksi Sari Bahari itu. Waktu bom yang menghancurkan bangunan Nasrullah itu getarannya ke seluruh kota. Bangunan yang rusak pun begitu banyak.

Bom bikinan Sari Bahari juga bisa diluncurkan untuk sasaran sejauh 50 km. Bom itu juga bisa mencari sasarannya sendiri. Bahkan sudah diekspor ke Vietnam. Pernah juga ekspor ke Amerika Latin.

Sebenarnya bom Sari Bahari sudah memenuhi standar NATO. Putra sudah ikut pameran persenjataan pesawat tempur di berbagai negara. Termasuk di Eropa. Tapi belum ada negara anggota NATO yang memesannya.

“Yang mendirikan perusahaan ini ayah saya,” ujar Putra. “Saya tinggal meneruskan,” tambahnya.

Waktu itu, sang ayah sangat prihatin. Indonesia punya satu skuadron pesawat tempur Sukhoi. Tapi tidak ada persenjataannya.

Tentu sia-sia latihan pakai Sukhoi tapi tidak pernah menembakkan senjata dari pesawat itu.

Anda sudah tahu mengapa Indonesia punya Sukhoi tanpa perlengkapanmya: Indonesia kena embargo Amerika Serikat.

Anda juga masih ingat bagaimana sejarah kita memiliki Sukhoi: dibarter dengan ketan dan karet. Di zaman Presiden Megawati Soekarnoputri.

Sang ayah, Ir Ricky Hendrik Egam, dulunya supplier industri senjata, Pindad. Punya teman-teman di TNI-AU. Lalu ia belajar ke berbagai tempat untuk bisa bikin bom yang bisa dipasang di Sukhoi. Berhasil. Tidak hanya bisa bikin bom. Juga bisa membuat ”rumah”-nya di bagian bawah Sukhoi –tempat bom ditempelkan.

Nama perusahaannya pakai kata “Bahari” untuk menghormati kakek Putra yang ikut berjuang di Trikora membebaskan Papua. Sang kakek orang Manado, yang menyekolahkan Ricky ke Malang. Putra sendiri lahir di Malang. Tamat SMA-nya di Dempo. Lalu kuliah di Maranatha Bandung. Setelah lulus S-2 di Universitas Pertahanan, Putra diserahi sang ayah untuk memimpin perusahaan. Dua adiknya pun terjun ke Sari Bahari.

Sang ayah kini lebih punya waktu untuk menunggang kuda. Ia punya delapan kuda berikut stable-nya.

Tidak menyangka sudah ada perusahaan swasta yang mampu memproduksi bom dan roket untuk pesawat tempur.

“Apakah tidak berniat memproduksi peluru pistol dan senjata laras panjang?”

“Tidak. Itu wilayah kemampuan Pindad di Turen, Malang Selatan,” ujar Putra.

Putra melihat peluang di bidangnya saat ini masih besar. Impor kita masih jauh lebih besar dari kemampuan Sari Bahari. Sekali lagi masih banyak bisnis yang bisa dipakai lahan ekspansi lembaga perbankan nasional. Sekaligus mengurangi pemakaian devisa untuk impor.

Disangka restoran seafood tidak apa-apa. Yang penting Sukhoi dan F-16 bisa memakannya. (Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00
Disway

Tekstil Danantara

Rabu, 30 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Komunikasi Xi

Selasa, 29 September 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Kikin

Senin, 28 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Durian Jonathan

Minggu, 27 September 2026 - 08:00
Debat Muktamar
Disway

Debat Muktamar

Sabtu, 26 September 2026 - 07:43

OLAHRAGA

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia
Olahraga

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Indonesia Justin Hubner memberikan sindiran tajam kepada suporter Timnas Malaysia seusai membawa skuad Garuda melangkah ke...

SelengkapnyaDetails
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36
Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:07
Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3893 shares
    Share 1557 Tweet 973
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3921 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1134 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Kanwil BPN Banten Serahkan Sertifikat BMN dan BMD Senilai Rp 1,4 Triliun di Momentum Hantaru 2026

    832 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Pengusaha Muda Boyolali Dirikan PO Sa’roni Trans

    801 shares
    Share 320 Tweet 200
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.