INDOPOSCO.ID – Dunia robotika dan kecerdasan buatan memasuki babak baru. Perusahaan teknologi asal Tiongkok, AiMOGA Robotics, resmi mengumumkan strategi global terbarunya yang bertujuan mempercepat lahirnya era embodied intelligence atau kecerdasan buatan dengan bentuk fisik dan kemampuan interaksi layaknya manusia.
Pengumuman ini disampaikan dalam AiMOGA Global Business Conference 2025, yang berlangsung di Wuhu, China, pada Minggu (19/10).
Dengan mengusung tema “Connecting the World · Incubating the Future,” acara tersebut menjadi momentum penting bagi AiMOGA untuk menunjukkan peta jalan ambisiusnya dalam mengintegrasikan manusia, kendaraan, dan robot humanoid di bawah satu ekosistem cerdas global.
Konferensi ini dihadiri oleh mitra industri, investor, dan pakar teknologi dari lebih dari 30 negara, menandai langkah strategis AiMOGA dalam memperkuat posisinya sebagai pionir global di bidang robotika humanoid.
Tiga Pilar Strategi Global 2025: Inovasi, Integrasi, dan Ekspansi
Dalam paparannya, Zhang Guibing, General Manager AiMOGA Robotics, menegaskan bahwa dunia tengah memasuki “era terbaik untuk bertindak” di ranah embodied intelligence.
Menurutnya, strategi global 2025 AiMOGA dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu:
1. Strategi Inti, yang menggabungkan teknologi praktis dengan penerapan nyata di berbagai industri.
2. Kapabilitas Teknologi, yang menciptakan robot humanoid dan sistem AI adaptif yang mampu memahami, merespons, dan bekerja bersama manusia secara alami.
3. Ekspansi Global, yang membangun jaringan internasional untuk mempercepat distribusi dan kolaborasi lintas negara.
Zhang menjelaskan bahwa dalam tiga tahun terakhir, AiMOGA telah berevolusi dari riset konseptual menjadi penerapan komersial melalui peluncuran robot humanoid Mornine. Robot ini mampu melakukan presentasi produk, berbicara dalam berbagai bahasa, serta menyesuaikan perilaku dengan situasi di sekitarnya.
“Tujuan kami bukan sekadar menciptakan mesin, tetapi menghadirkan asisten cerdas yang dapat dipercaya — yang hidup berdampingan dengan manusia, membantu, memahami, dan berkembang bersama mereka,” ujar Zhang.
Pencapaian Teknologi Besar: Dari Level L2 ke L3 dan Lahirnya MoNet
Kemajuan teknologi menjadi sorotan utama dalam konferensi ini. Xia Peng, Executive Deputy General Manager AiMOGA Robotics, mengungkapkan bahwa AiMOGA berhasil mencapai lompatan signifikan dalam pengembangan robotika, yaitu transisi dari Level L2 (kolaborasi) ke Level L3 (asistensi otonom).
Dengan kemampuan Level L3, robot humanoid AiMOGA kini mampu memahami perintah kompleks melalui persepsi multimodal (penglihatan, suara, dan konteks), beradaptasi secara mandiri dengan lingkungan baru, serta melakukan tugas dengan tingkat kemandirian tinggi.
Kemampuan ini ditopang oleh arsitektur kecerdasan menyeluruh (All-Domain Intelligent Architecture) yang mencakup empat komponen:
1. Robust Limbs, sistem gerak dengan torsi tinggi dan tangan cerdas 17-DOF yang memiliki kemampuan penglihatan dan sensasi sentuhan.
2. Smart Brain, otak berbasis multilingual large model yang memungkinkan komunikasi lintas bahasa dan pembelajaran berkelanjutan melalui cloud.
3. Acute Perception, sistem persepsi kontekstual yang mampu memahami makna semantik dan pemetaan ruang secara dinamis.
4. Agile Motion Control, yang menggabungkan imitation learning dan reinforcement learning untuk mengubah eksekusi perintah menjadi perencanaan otonom.
Sebagai bagian dari inovasi berkelanjutan, AiMOGA juga memperkenalkan MoNet, model besar berbasis vision-language yang dikembangkan untuk mendukung aplikasi pemasaran dan interaksi pelanggan. MoNet mampu menganalisis konteks visual dan linguistik secara bersamaan, memahami pertanyaan konsumen, dan memberikan respons berbasis niat pengguna dengan akurasi tinggi.
Ekspansi Global dan Kolaborasi Industri
Untuk memperkuat posisi di kancah global, AiMOGA mendirikan Automobile–Humanoid Robot Collaborative Innovation Center, pusat riset gabungan antara industri otomotif dan robotika. Pusat ini mengintegrasikan keahlian sistem kokpit cerdas, arsitektur elektronik kendaraan, serta interaksi multimodal dengan teknologi navigasi dan kendali gerak milik AiMOGA.
Didukung oleh jaringan global Chery, yang memiliki lebih dari 11.000 outlet di seluruh dunia, AiMOGA kini mampu memperluas distribusi dan layanan di lebih dari 30 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Afrika Selatan.
AiMOGA juga menjadi humanoid robot pertama di dunia yang mendapatkan sertifikasi CE-MD, CE-RED, dan EN 18031 dari Uni Eropa, menegaskan standar keselamatan dan kualitas produknya di tingkat internasional.
“Robot AiMOGA terasa hidup — bukan hanya membantu pekerjaan saya, tapi juga menjadi teman yang memahami kebiasaan saya,” ungkap Nicola, mitra AiMOGA asal Afrika Selatan.
Menatap 2030: Target 130.000 Robot di Seluruh Dunia
Dalam roadmap jangka panjangnya, AiMOGA menargetkan pengiriman lebih dari 40.000 unit humanoid robot dan 90.000 unit robot berkaki empat (quadruped) pada tahun 2030. Fokus pengembangan diarahkan pada sepuluh sektor utama, termasuk penjualan ritel, pendidikan, keamanan, layanan publik, hingga pendampingan sosial (companionship).
Langkah ini menegaskan ambisi AiMOGA untuk menjadi pemimpin global dalam ekosistem embodied AI, yang tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga pada keberlanjutan dan kolaborasi manusia–robot di dunia nyata.
Membangun Masa Depan Sinergi Manusia, Robot, dan Kendaraan
Dengan strategi global yang komprehensif, inovasi teknologi berkelanjutan, serta dukungan ekosistem terbuka, AiMOGA Robotics menegaskan perannya sebagai pionir dalam bidang automotive robotics.
Melalui visi “Manusia + Kendaraan + Robotika Humanoid,” perusahaan ini bertekad membangun masa depan di mana manusia dapat bekerja, berinteraksi, dan hidup berdampingan dengan teknologi secara harmonis.
“Kami percaya masa depan bukan hanya tentang robot menggantikan manusia, tetapi bagaimana manusia dan robot bisa tumbuh bersama,” tutup Zhang Guibing. (srv)




















