INDOPOSCO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah dinilai membawa dampak sosial dan ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat, terutama di wilayah kepulauan dan pesisir.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) sekaligus Ketua Yayasan Duta Maritim Indonesia, Andi Fajar Asti, dalam diskusi bertajuk “Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Harapan Masyarakat Kepulauan dan Pesisir” di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Menurutnya, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini menyentuh lapisan masyarakat secara luas, baik penerima langsung maupun tidak langsung.
“Saya dengar program ini mengurusi kurang lebih 50 juta penerima manfaat. Tapi kalau dihitung dampaknya, bisa lebih dari 80 juta orang yang menerima manfaat secara langsung,” ujar Andi.
“Karena si penerima manfaat punya saudara, orang tua, kakek-nenek, tentu dampaknya sangat panjang. Belum lagi penyedia bahan baku dan dapur-dapur yang melibatkan jutaan orang. Ini program yang harus kita support,” lanjutnya.
Andi juga menekankan bahwa masyarakat pesisir merupakan kelompok yang paling membutuhkan perhatian dalam pelaksanaan program MBG.
“Stunting tertinggi itu ada di masyarakat pesisir. Pendidikan terendah juga banyak di daerah kepulauan. Indonesia ini negara kepulauan dengan potensi laut yang besar. Jadi sudah semestinya masyarakat pesisir mendapat perhatian khusus melalui program bergizi seperti ini,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Aspeksindo melalui Yayasan Duta Maritim Indonesia siap berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
“Kami siap membantu dalam penyiapan dapur dan menjangkau daerah-daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) yang mungkin belum terjangkau. Kalau dibutuhkan hadir, kami siap,” tegasnya.
Ia mencontohkan beberapa wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan logistik tinggi dalam distribusi bahan pangan, seperti di Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Kepulauan Riau, dan daerah perbatasan Indonesia-Malaysia.
“Ada pulau-pulau kecil seperti Sikai di Sulawesi Selatan, sembilan daratan kecil di sana saling terhubung. Tapi suplai logistiknya berat dan mahal. Yayasan ini akan hadir untuk mencari solusi agar program MBG bisa berjalan merata,” jelasnya.
Andi juga menegaskan pentingnya menjaga niat baik pemerintah dalam menjalankan program ini tanpa gangguan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kalau ada kekurangan, tentu bisa kita perbaiki bersama. Tapi jangan sampai niat baik ini terganggu. Program ini sudah terbukti membawa dampak luar biasa,” katanya.
Lebih lanjut, Andi pun menyampaikan optimisme bahwa kolaborasi lintas sektor akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat di daerah pesisir.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan 330 kepala daerah berbasis kepulauan di seluruh Indonesia. Harapannya, Aspeksindo dan Duta Maritim bisa menjadi bagian dari solusi agar tidak ada satu pun anak bangsa yang tidak bisa makan,” ujar Andi.
“Itulah semangat besar dari Presiden Prabowo yang kami pahami, dan kami siap ikut mewujudkannya,” tambahnya.
Dengan dukungan Aspeksindo dan Yayasan Duta Maritim Indonesia, program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menjadi langkah nyata menuju generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera, dari pesisir hingga pelosok negeri. (her)









