• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Sikap Prabowo Soal Keracunan MBG, Angka Statistik Jadi Pembela Program

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 16 Oktober 2025 - 11:22
in Nasional
IMG-20251016-WA0045

INDOPOSCO.ID - Presiden Prabowo Subianto kembali menonjolkan data, bahwa kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih sedikit ketimbang jumlah makanan yang telah didistribusikan kepada penerima manfaat."Saya pikir ya, kita memang mengalami gangguan. Saya pikir kita mengalami keracunan makanan, tetapi ketika kita menghitung jumlah makanan yang kita bagikan dengan jumlah kasus keracunan makanan, saya pikir statistiknya sebesar 0,0007," kata Prabowo dalam sesi puncak acara Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, Rabu (15/10/2025) malam.Ia menegaskan, tidak menutup mata terhadap munculnya kasus keracunan akibat menu makanan program MBG. Namun, dalam setiap menjalankan program baru tentu akan menemukan kendala."Yang menurut saya tidak berarti, maksud saya bahkan satu kasus keracunan pun tidak dapat diterima, tetapi menurut saya dalam setiap usaha manusia untuk mencapai nol kecelakaan, atau nol kesalahan," ucap Prabowo.Pemerintah dipastikannya akan berusaha menekan angka kasus keracunan yang dialami masyarakat akibat menu MBG. "Hal itu sangat jarang terjadi dalam usaha manusia menurut pendapat saya. Saya tidak mencari alasan. Kami bertekad untuk mendekati nol sebisa mungkin," jelas eks Menteri Pertahanan itu.Ratusan siswa di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu program MBG pada, Selasa (14/10/2025). Total korban keracunan mencapai 345 siswa. Data itu tercatat hingga Rabu (15/10/2025) siang kemarin.Berdasar catatan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), jumlah korban terbaru keracunan akibat program MBG tercatat 1.084 orang. Hal Itu dihimpun dari berbagai daerah Indonesia dari periode 6 – 12 Oktober 2025.“Dengan penambahan ini, total korban sejak awal tahun (2025, red) mencapai 11.566 anak,” beber Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji terpisah dalam keterangannya, Jakarta, Senin (13/10/2025).Program MBG dimulai pada 6 Januari 2025, sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, diluncurkan secara bertahap di seluruh Indonesia. Program itu tercatat telah melayani 22,7 juta penerima manfaat hingga 8 September 2025.(dan)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto kembali menonjolkan data, bahwa kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih sedikit ketimbang jumlah makanan yang telah didistribusikan kepada penerima manfaat.

“Saya pikir ya, kita memang mengalami gangguan. Saya pikir kita mengalami keracunan makanan, tetapi ketika kita menghitung jumlah makanan yang kita bagikan dengan jumlah kasus keracunan makanan, saya pikir statistiknya sebesar 0,0007,” kata Prabowo dalam sesi puncak acara Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, Rabu (15/10/2025) malam.

BacaJuga:

2,3 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Sistem One Way Nasional Arus Balik Resmi Dimulai

Viral Pria Joget Pamer ‘Cuan’ Rp6 Juta di Dapur MBG, BGN Buka Suara

Pascalibur Lebaran, 50 Persen ASN Pemprov DKI Jakarta Diizinkan WFA

Ia menegaskan, tidak menutup mata terhadap munculnya kasus keracunan akibat menu makanan program MBG. Namun, dalam setiap menjalankan program baru tentu akan menemukan kendala.

“Yang menurut saya tidak berarti, maksud saya bahkan satu kasus keracunan pun tidak dapat diterima, tetapi menurut saya dalam setiap usaha manusia untuk mencapai nol kecelakaan, atau nol kesalahan,” ucap Prabowo.

Pemerintah dipastikannya akan berusaha menekan angka kasus keracunan yang dialami masyarakat akibat menu MBG. “Hal itu sangat jarang terjadi dalam usaha manusia menurut pendapat saya. Saya tidak mencari alasan. Kami bertekad untuk mendekati nol sebisa mungkin,” jelas eks Menteri Pertahanan itu.

Ratusan siswa di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu program MBG pada, Selasa (14/10/2025). Total korban keracunan mencapai 345 siswa. Data itu tercatat hingga Rabu (15/10/2025) siang kemarin.

Berdasar catatan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), jumlah korban terbaru keracunan akibat program MBG tercatat 1.084 orang. Hal Itu dihimpun dari berbagai daerah Indonesia dari periode 6 – 12 Oktober 2025.

“Dengan penambahan ini, total korban sejak awal tahun (2025, red) mencapai 11.566 anak,” beber Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji terpisah dalam keterangannya, Jakarta, Senin (13/10/2025).

Program MBG dimulai pada 6 Januari 2025, sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, diluncurkan secara bertahap di seluruh Indonesia. Program itu tercatat telah melayani 22,7 juta penerima manfaat hingga 8 September 2025.(dan)

Tags: keracunanmbgPrabowoprogram

Berita Terkait.

2,3 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Sistem One Way Nasional Arus Balik Resmi Dimulai
Nasional

2,3 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Sistem One Way Nasional Arus Balik Resmi Dimulai

Selasa, 24 Maret 2026 - 23:45
Viral Pria Joget Pamer ‘Cuan’ Rp6 Juta di Dapur MBG, BGN Buka Suara
Nasional

Viral Pria Joget Pamer ‘Cuan’ Rp6 Juta di Dapur MBG, BGN Buka Suara

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:46
ASN
Nasional

Pascalibur Lebaran, 50 Persen ASN Pemprov DKI Jakarta Diizinkan WFA

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:25
Berawan
Nasional

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Indonesia Berawan Pada Selasa

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:01
Aktivis
Nasional

Analis Militer Desak Transparansi Penuh Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Senin, 23 Maret 2026 - 21:37
Layanan-Pengaduan
Nasional

Temukan Kendala Tanah di Kampung Halaman? Laporkan Lewat Kanal Pengaduan Terintegrasi Kementerian ATR/BPN

Senin, 23 Maret 2026 - 17:03

BERITA POPULER

  • DPRD DKI Ingatkan Pendatang Baru: Jangan ke Jakarta Hanya Modal Nekat

    Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    975 shares
    Share 390 Tweet 244
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2671 shares
    Share 1068 Tweet 668
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Polri Naikkan Pangkat 47 Perwira, Ini Daftar Jenderal Baru

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.