• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Evaluasi Kebijakan Devisa Hasil Ekspor, Prabowo Gelar Rapat Terbatas

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 13 Oktober 2025 - 12:07
in Nasional
1760325066807

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (dua kanan), yang juga Juru Bicara Presiden RI, didampingi oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka Prabowo (kanan), menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di depan kediaman Presiden Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu (12/10/2025). Foto : Antara/Genta Tenri Mawangi.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengadakan rapat terbatas bersama sejumlah menteri di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu malam (12/10/2025), guna membahas sejumlah isu strategis, salah satunya terkait evaluasi Peraturan Pemerintah (PP) mengenai Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa salah satu topik utama yang dibahas adalah mengenai kebijakan moneter nasional.

BacaJuga:

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, DPR Sebut Tak Lazim dan Berpotensi Ganggu Rasa Keadilan

Perangi Narkotika, Bea Cukai Jalin Sinergi di Daerah

Seskab Teddy Aktif Turun ke Lapangan, Pengamat Ingatkan Risiko “AsKabPi”

“Salah satu fokus pembahasan malam ini adalah sistem keuangan nasional, termasuk efektivitas pelaksanaan PP tentang devisa hasil ekspor,” ujar Prasetyo, didampingi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Angga Raka Prabowo.

Sebagaimana diketahui, pada Februari 2025 Presiden Prabowo telah mengesahkan PP Nomor 8/2025 yang mewajibkan para eksportir untuk menyimpan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) di bank dalam negeri, efektif mulai 1 Maret 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta laporan terkait efektivitas kebijakan tersebut dan dampaknya terhadap perekonomian nasional.

“Kami meninjau apakah kebijakan ini telah memberikan hasil yang signifikan. Ternyata, hasil yang dicapai sejauh ini belum sesuai dengan harapan,” ungkap Pras.

Menjawab pertanyaan mengenai potensi celah dalam peraturan yang memungkinkan dana devisa masih ditempatkan di luar negeri, Prasetyo mengakui hal itu menjadi perhatian serius pemerintah.

“Masih ada ruang yang memungkinkan DHE belum maksimal masuk ke sistem perbankan nasional. Ini yang akan segera dikaji ulang,” katanya.

Dalam pidatonya saat peresmian Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia awal tahun ini, Presiden Prabowo menargetkan Indonesia mampu menghimpun devisa hingga minimal 100 miliar dolar AS per tahun melalui kebijakan penyimpanan DHE SDA di dalam negeri.

Rapat terbatas yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut turut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perumahan Maruarar Sirait, dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Juga tampak hadir Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala BIN M. Herindra, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Mensesneg Prasetyo Hadi. (aro)

Tags: eksporPrabowopresiden

Berita Terkait.

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, DPR Sebut Tak Lazim dan Berpotensi Ganggu Rasa Keadilan
Nasional

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, DPR Sebut Tak Lazim dan Berpotensi Ganggu Rasa Keadilan

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:45
Perangi Narkotika, Bea Cukai Jalin Sinergi di Daerah
Nasional

Perangi Narkotika, Bea Cukai Jalin Sinergi di Daerah

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:01
Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tancap Gas KRYD Hadapi Arus Balik
Nasional

Seskab Teddy Aktif Turun ke Lapangan, Pengamat Ingatkan Risiko “AsKabPi”

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:01
AMMAN Tahan Guncangan 2025, Bidik Stabilitas Smelter di 2026
Nasional

Kapolri Kawal Ketat Mudik 2026, Fatalitas Kecelakaan Turun 30,41 Persen

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:45
Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tancap Gas KRYD Hadapi Arus Balik
Nasional

Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tancap Gas KRYD Hadapi Arus Balik

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:22
Prabowo
Nasional

Zero Blunder Harga Mati, Pengamat Ingatkan Prabowo Soal Persepsi Publik

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:23

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1125 shares
    Share 450 Tweet 281
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    847 shares
    Share 339 Tweet 212
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2676 shares
    Share 1070 Tweet 669
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.