• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Program MBG Dinilai Tergesa-gesa, Akademisi Dorong Pemerintah Terapkan Model Kolaboratif

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 4 Oktober 2025 - 16:45
in Nasional
WhatsApp Image 2025-10-04 at 16.43.51

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Dr. Evi Satispi, M.Si, (kanan) memberikan keterangan pers dalam salah satu materi ujian Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 2025 di Auditorium Kasman Singodimedjo, FISIP UMJ, Jl. KH Ahmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Sabtu (4/10/2025). Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai kritik. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Dr. Evi Satispi, M.Si, menegaskan pemerintah perlu lebih fokus pada solusi berjenjang, bukan sekadar menjalankan program secara serentak tanpa mekanisme yang jelas.

“Program ini sudah berjalan, tapi harus dilaksanakan dengan bertahap dan mengacu pada prinsip efisiensi. Jangan hanya sekadar administrasi seperti pembukaan dapur tersertifikasi, sementara pendekatan substansialnya terabaikan,” kata Prof. Evi, dalam konferensi pers dalam salah satu materi ujian Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 2025 di Auditorium Kasman Singodimedjo, FISIP UMJ, Jl. KH Ahmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Sabtu (4/10/2025).

BacaJuga:

Wamenko Polkam: Ketahanan Nasional Fondasi Utama Hadapi Dinamika Global

Ketua DPD RI: RUU Kesejahteraan Sosial Harus Perkuat Ketahanan Bangsa

Masoud Pezeshkian Nyatakan Siap Berkorban Nyawa demi Kedaulatan Iran

Prof. Evi menyoroti pemerintah seharusnya membuka ruang kolaborasi lintas sektor, bukan hanya menjadikan program MBG sebagai proyek birokrasi.

Menurutnya, model hexa-helix yang melibatkan pelaku usaha, akademisi, komunitas, media sosial, pemerintah, hingga masyarakat bisa menjadi kunci agar program berjalan efektif.

“Pelaku usaha bisa diajak kerja sama. Kenapa tidak melibatkan perusahaan besar seperti industri pangan yang sudah berpengalaman, misalnya lewat pelatihan dapur dan tata boga? Bahkan dana CSR bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, bukan justru diarahkan ke hal-hal yang tidak jelas,” ujar Prof. Evi.

Dia juga menyinggung adanya praktik bagi-bagi program di level kementerian, yang justru memperlemah efektivitas kebijakan.

“Faktanya, antar-kementerian sering berebut program. Jadi terkesan seperti bagi-bagi kue. Padahal di negara lain, pembagian tugas jelas sesuai kompetensi masing-masing,” jelasnya.

“Kalau soal pangan ya kementerian pertanian, soal distribusi gizi ya lembaga yang memang punya keahlian,” tambahnya.

Menurutnya, pemerintah harus menghentikan pendekatan tergesa-gesa dan memikirkan distribusi makanan yang aman, sehat, serta tepat sasaran.

“Ketahanan pangan itu tidak bisa dipaksakan dengan simbol-simbol politik. Ini soal manajemen, soal kolaborasi, dan soal keselamatan masyarakat,” tutup Prof. Evi. (fer)

Tags: FISIP UMJ M.SimbgProf. Dr. Evi SatispiProgram MBG

Berita Terkait.

wamenko
Nasional

Wamenko Polkam: Ketahanan Nasional Fondasi Utama Hadapi Dinamika Global

Rabu, 8 April 2026 - 04:40
sultan
Nasional

Ketua DPD RI: RUU Kesejahteraan Sosial Harus Perkuat Ketahanan Bangsa

Rabu, 8 April 2026 - 01:11
masoud
Nasional

Masoud Pezeshkian Nyatakan Siap Berkorban Nyawa demi Kedaulatan Iran

Rabu, 8 April 2026 - 00:30
jalan
Nasional

Survei Indikator: 85,3 Persen Pemudik Puas dengan Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026

Selasa, 7 April 2026 - 23:53
sudding
Nasional

Di MK, DPR Tegaskan Status Bencana Sudah Sesuai Konstitusi dan Berbasis Data Objektif

Selasa, 7 April 2026 - 23:23
tramadol
Nasional

Darurat Tramadol! DPR Soroti Peredaran hingga Sekolah dan Desa, Minta BNN Diperkuat

Selasa, 7 April 2026 - 21:11

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1136 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    746 shares
    Share 298 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    742 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    661 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.