• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Pengamat: Keraguan DPRD Dinilai Hambat Warga Jakarta Nikmati Air Bersih

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Senin, 15 September 2025 - 20:41
in Megapolitan
gubenur-jakarta

Gubernur Provinsi Jakarta Pramono Anung didampingi Wagub Rano Karno bersama Gubernur Bangen Andra Soni dan Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin saat meresmikan IPA Pesanggrahan. (Istimewa.)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Jakarta Institute, Agung Nugroho, menilai keraguan kalangan legislatif dalam mendukung rencana Initial Public Offering (IPO) PAM Jaya justru berpotensi merugikan publik.

Menurutnya, IPO tidak identik dengan privatisasi. Pemprov Jakarta Jakarta tetap bisa menjadi pemegang saham mayoritas, bahkan memiliki hak veto atas keputusan strategis.

BacaJuga:

Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

Jakarta Gelap! PLN Ungkap Penyebab Mati Listrik Malam Ini

Atap Terminal 3 Bandara Soetta Jebol, YLKI Desak Evaluasi Menyeluruh

“Dengan IPO, justru akan tercipta transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan PAM Jaya,” katanya kepada wartawan Senin (15/9/2025).

Ia menekankan payung hukum pengelolaan air di Indonesia sudah jelas dan kuat.

Lanjutnya, mulai dari UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, PP Nomor 122 Tahun 2015 tentang SPAM, hingga Pergub DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2022.

“Semua menegaskan bahwa air adalah hak dasar warga negara, dan penyediaannya menjadi kewajiban pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun PAM Jaya menjadi perusahaan terbuka, regulasi yang ada memastikan perusahaan tetap berkewajiban memenuhi mandat pelayanan publik.

“Regulasi tarif, cakupan layanan, hingga kewajiban menyediakan akses bagi warga miskin tidak dapat diubah hanya karena masuknya investor,” ucapnya.

Untuk mencegah orientasi bisnis semata, Jakarta Institute mengusulkan empat pagar pengaman.

Pertama, membatasi kepemilikan saham asing dan korporasi besar. Kedua, memasukkan klausul pelayanan publik dalam AD/ART PAM Jaya. Ketiga, menjamin tarif sosial bagi kelompok miskin.

Keempat, memperkuat mekanisme pengawasan publik melalui DPRD dan masyarakat sipil.

“Contohnya di Singapura, PUB sepenuhnya milik pemerintah, tetapi dikelola dengan standar korporasi modern,” tuturnya.

Kata dia, swasta hanya dilibatkan dalam proyek infrastruktur, dan hasilnya hampir 100 persen warga menikmati akses air bersih.

Sementara di Filipina, Maynilad dan Manila Water merupakan perusahaan publik yang tercatat di bursa. Meski ada investor swasta, tarif dan target layanan tetap diatur pemerintah.

Cakupan layanan meningkat tajam, dengan pengawasan ketat agar tidak terjebak orientasi laba semata.

“Contoh Singapura dan Filipina menunjukkan bahwa IPO bukan ancaman. Justru, keraguan politik akan membuat warga Jakarta terus menghadapi keterbatasan air bersih,” tegasnya.

Jakarta Institute menilai, tanpa tambahan modal dari IPO, pembangunan infrastruktur air bersih akan berjalan lambat dan membebani APBD.

“Kami mendesak DPRD Jakarta untuk bersikap progresif. Jangan biarkan keraguan politik menghambat hak dasar warga atas air bersih,” pungkasnya. (fer)

Tags: Air BersihDirektur Jakarta InstituteKeraguan DPRDpam jaya

Berita Terkait.

MRT
Megapolitan

Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

Kamis, 9 April 2026 - 21:43
Pengendara
Megapolitan

Jakarta Gelap! PLN Ungkap Penyebab Mati Listrik Malam Ini

Kamis, 9 April 2026 - 20:42
atap
Megapolitan

Atap Terminal 3 Bandara Soetta Jebol, YLKI Desak Evaluasi Menyeluruh

Kamis, 9 April 2026 - 12:12
HUJAN
Megapolitan

Hujan Intensitas Ringan Berpotensi Mengguyur Wilayah Jakarta di Siang Hari

Kamis, 9 April 2026 - 08:20
Petugas
Megapolitan

Manipulasi AI di JAKI Terungkap, Momentum Evaluasi Sistem Pengaduan Publik

Rabu, 8 April 2026 - 17:27
polres
Megapolitan

Gedung Polres Metro Jakbar Terbakar, 13 Unit Damkar Dikerahkan

Rabu, 8 April 2026 - 11:23

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.