• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

DPR Ingatkan Database PPPK Harus Akurat: Honorer Tak Boleh Dirugikan

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 25 Agustus 2025 - 19:38
in Nasional
Bob-Andika-Mamana

Anggota Komisi II DPR RI, Bob Andika Mamana (foto: DPR RI)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi II DPR RI menyoroti persoalan mendasar dalam manajemen kepegawaian, bahwa masalah database yang tidak akurat telah berdampak nyata terhadap nasib para honorer di lapangan.

Hal itu diutarakan Anggota Komisi II DPR RI, Bob Andika Mamana Sitepu terkait persoalan ketidakselarasan database Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) antara pemerintah pusat dan daerah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian PANRB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Senayan, Senin (25/8/2025).

BacaJuga:

Pelayaran Muhibah KRI Bima Suci Bawa Produk UMKM Tembus Pasar Global

SDM Unggul Disiapkan, PHTC Prabowo Didorong Lebih Agresif

Energi Transisi Jadi Senjata Pertamina Bangun Desa Rentan Lebih Resisten

Agenda rapat ini membahas progres penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) CPNS dan PPPK tahun 2024, mekanisme pengangkatan PPPK paruh waktu, serta penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Manajemen ASN.

“Ketidakselarasan data ini bukan hal kecil. Banyak tenaga honorer yang sudah ikut seleksi PPPK, bahkan sudah dinyatakan lulus, tetapi tidak bisa diangkat karena data dari daerah tidak sinkron dengan pusat. Ini jelas merugikan mereka, padahal mereka sudah berjuang keras,” tegas legislator Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Menururt Bob Andika, pemerintah pusat dan daerah harus andil untuk memastikan data yang diinput benar-benar akurat dan mutakhir. Menurutnya, penyelarasan ini krusial karena menyangkut hak dasar honorer untuk memperoleh kepastian status kepegawaian.

“Kami minta Kementerian PANRB dan BKN benar-benar serius melakukan sinkronisasi dengan daerah. Jangan ada lagi tenaga honorer yang menjadi korban hanya karena informasi tidak sesuai. Fakta di lapangan, banyak usulan dari pemda yang tidak valid,” ujarnya.

Politisi Dapil Sumatera Utara III itu juga menyoroti masih adanya tenaga honorer yang digantung statusnya hingga bertahun-tahun. Bahkan, ia mencontohkan tenaga kesehatan yang sudah puluhan tahun mengabdi, namun hingga kini belum diakomodasi dalam database resmi.

“Bayangkan, ada tenaga medis yang sudah bekerja 15-20 tahun, tetapi tidak masuk dalam data BKN. Mereka jelas layak mendapat kepastian. Kasihan kalau harapan mereka terus digantung,” tegasnya.

Selain itu, Bob Andika juga menyinggung alasan keterbatasan fiskal yang sering digunakan pemerintah daerah dalam menunda pengangkatan PPPK. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa dijadikan dalih tanpa solusi konkret.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan, Komisi II menilai penuntasan masalah database PPPK tidak bisa ditunda lagi. Perbaikan manajemen kepegawaian, termasuk percepatan penyusunan RPP Manajemen ASN, sangat penting untuk memastikan semua tenaga honorer mendapatkan kepastian status yang adil, tanpa diskriminasi, serta sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang sedang dijalankan pemerintah.

“Kalau memang ada daerah yang kesulitan anggaran, itu harus diidentifikasi dengan jelas lalu dibicarakan bersama. Jangan hanya sekadar menjadikan keterbatasan fiskal sebagai alasan. Pemerintah pusat harus hadir memberi jalan keluar,” pungkasnya. (dil)

Tags: DPR RIhonorermanajemen kepegawaian

Berita Terkait.

Pelayaran Muhibah KRI Bima Suci Bawa Produk UMKM Tembus Pasar Global
Nasional

Pelayaran Muhibah KRI Bima Suci Bawa Produk UMKM Tembus Pasar Global

Jumat, 3 April 2026 - 20:36
SDM Unggul Disiapkan, PHTC Prabowo Didorong Lebih Agresif
Nasional

SDM Unggul Disiapkan, PHTC Prabowo Didorong Lebih Agresif

Jumat, 3 April 2026 - 20:09
Energi Transisi Jadi Senjata Pertamina Bangun Desa Rentan Lebih Resisten
Nasional

Energi Transisi Jadi Senjata Pertamina Bangun Desa Rentan Lebih Resisten

Jumat, 3 April 2026 - 19:07
menpar
Nasional

Menpar: Halal Bihalal Jadi Momentum Tingkatkan Kinerja dan Kolaborasi Majukan Pariwisata

Jumat, 3 April 2026 - 15:05
sumono
Nasional

KKP Hentikan Aktivitas 6 Perusahaan Tanpa Izin PKKPRL di Pantura Tegal

Jumat, 3 April 2026 - 13:03
teuku
Nasional

Kementerian Ekraf Apresiasi Butter Baby Tampilkan Ikon Kreatif di Bandara Soekarno-Hatta

Jumat, 3 April 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • darwati

    Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1091 shares
    Share 436 Tweet 273
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Start Meyakinkan, Timnas Indonesia Incar Final Sempurna FIFA Series 2026

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.