• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Gaza Jadi Wilayah Pertama di Timur Tengah yang Alami Bencana Kelaparan

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 07:07
in Internasional
gaza

Warga Palestina yang melarikan diri dari kota Beit Hanoun di Jalur Gaza utara terlihat di sebuah jalan di Kota Gaza, Palestina (18/3/2025). ANTARA/Xinhua

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sistem pemantauan kelaparan global, Integrated Food Security Phase Classification (IPC), menyatakan bencana kelaparan telah dikonfirmasi terjadi di Wilayah Gaza yang menjadikannya kelaparan pertama yang tercatat di kawasan Timur Tengah.

IPC melaporkan pada Jumat bahwa kelaparan tersebut diperkirakan akan menyebar ke kota Deir al-Balah dan Khan Younis dalam beberapa pekan mendatang.

BacaJuga:

Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz

Isu Akses Udara Militer AS ke Indonesia Mengemuka, DPR Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Ditawar

Diplomasi Senyap di Moskow: Kesepakatan Besar RI-Rusia Terungkap

“Per 15 Agustus 2025, Bencana Kelaparan (IPC Fase 5) — dengan bukti yang memadai — telah dikonfirmasi terjadi di Wilayah Gaza,” kata sistem pemantauan IPC yang didukung oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) seperti dikutip Antara, Jumat (22/8/2025).

“Setelah 22 bulan konflik tanpa henti, lebih dari setengah juta orang di Jalur Gaza menghadapi kondisi yang sangat buruk, ditandai dengan kelaparan, kemiskinan parah, dan kematian,” sambungnya.

Sementara itu, Direktur Analisis Ketahanan Pangan dan Gizi dari Program Pangan Dunia (WFP), Jean-Marten Bauer, bersama Richard Peeperkorn, perwakilan WHO untuk wilayah Palestina yang diduduki, menyatakan bahwa “untuk pertama kalinya, kita menyaksikan bencana kelaparan di Timur Tengah.”

Analisis IPC mengingatkan bahwa hampir sepertiga dari populasi — yakni sekitar 641.000 orang — diperkirakan akan menghadapi kondisi bencana pada akhir September. Sementara itu, sekitar 1,14 juta orang atau 58 persen penduduk diperkirakan akan berada dalam keadaan Darurat Kemanusiaan (IPC Fase 4).

Laporan IPC juga menekankan bahwa malnutrisi akut meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan sangat cepat.

“Hingga Juni 2026, setidaknya 132.000 anak di bawah usia lima tahun diperkirakan mengalami malnutrisi akut — dua kali lipat dari perkiraan IPC pada Mei 2025. Ini termasuk lebih dari 41.000 anak dengan kasus parah yang berisiko tinggi mengalami kematian,” ucap laporan tersebut.

Tak sampai di situ, sebanyak 55.500 ibu hamil dan menyusui juga sangat membutuhkan dukungan nutrisi.

IPC mengaitkan krisis ini dengan oleh runtuhnya sistem pangan, kekerasan yang terus berlanjut, dan hampir terhentinya seluruh bantuan kemanusiaan. Pada Juli, tercatat sebanyak 80 persen rumah tangga melaporkan menghadapi risiko keamanan saat mencari makanan, sementara harga pangan melambung karena kelangkaan.

“Bantuan kemanusiaan multi-sektor yang segera, berskala besar, dan tanpa hambatan sangat penting untuk mencegah kemiskinan ekstrim, kehancuran, dan kematian. Hal ini tidak mungkin terjadi tanpa gencatan senjata segera dan berakhirnya konflik,” kata laporan itu.

Komite Peninjau Kelaparan turut menekankan bahwa bencana ini sepenuhnya disebabkan oleh manusia dan penundaan lebih lanjut — bahkan hanya beberapa hari — akan menyebabkan peningkatan eskalasi kematian akibat kelaparan yang sama sekali tidak dapat diterima. (gin)

Tags: gazakelaparanTimur Tengah

Berita Terkait.

Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz
Internasional

Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 - 01:23
Isu Akses Udara Militer AS ke Indonesia Mengemuka, DPR Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Ditawar
Internasional

Isu Akses Udara Militer AS ke Indonesia Mengemuka, DPR Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Ditawar

Selasa, 14 April 2026 - 22:45
rusia
Internasional

Diplomasi Senyap di Moskow: Kesepakatan Besar RI-Rusia Terungkap

Selasa, 14 April 2026 - 09:55
bowo
Internasional

RI Gabung ke BRICS, Begini Kata Putin saat Bertemu Prabowo di Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 07:07
wo
Internasional

Prabowo Ucapkan Selamat Paskah dan Hari Kosmonaut ke Putin, Tegaskan Persahabatan RI-Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 04:04
Trump
Internasional

Pasca-Kebuntuan di Islamabad, Ancaman Blokade Trump Picu Ketegangan Global

Senin, 13 April 2026 - 11:22

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2511 shares
    Share 1004 Tweet 628
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    762 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.