• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Jefri Nichol Kalah Gegara Dislokasi Bahu, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya!

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 11 Agustus 2025 - 15:45
in Gaya Hidup
bahu

Ilustrasi dislokasi bahu. (Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Laga rematch yang ditunggu-tunggu antara Jefri Nichol dan El Rumi di ajang Superstar Knockout Vol. 3 ternyata berakhir lebih cepat dari perkiraan. Baru 38 detik ronde pertama berjalan, Jefri terpaksa mundur usai mengeluhkan nyeri hebat di bahunya. Diagnosis dokter, sang aktor film Dear Nathan itu dinyatakan dislokasi bahu.

Bagi penonton, kejadian ini mungkin terasa antiklimaks. Namun bagi Jefri, rasa sakitnya jelas bukan main.

BacaJuga:

Semarak Kemerdekaan, Swiss-Belhotel Pondok Indah Luncurkan “Podjok Ningrat”

Surga Kuliner Nusantara! Festival ‘Kampung Legendaris’ Mal Ciputra Jakarta Boyong Santapan Lintas Generasi Tanpa Perlu Keluar Kota

Semarak HUT ke-81 RI, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan “Spirit of Independence”

Dilansir dari Siloam Hospitals, dislokasi bahu adalah kondisi ketika tulang lengan atas (humerus) bergeser atau terlepas dari rongga sendi bahu. Sendi bahu sendiri memiliki rongga yang dangkal, sehingga meski memungkinkannya bergerak bebas ke berbagai arah, juga membuatnya rentan terhadap cedera.

Benturan keras di ring tinju menjadi pemicu paling logis. Tapi secara umum, dislokasi bahu bisa terjadi karena beberapa hal diantaranya gerakan ekstrem di olahraga kontak seperti tinju, bola voli, atau sepak bola; terjatuh dengan tangan menopang tubuh; dan kecelakaan lalu lintas atau benturan berat lainnya.

Faktor usia juga berperan terhadap teseorang terkena dislokasi. Orang di usia 20-an yang aktif secara fisik punya risiko lebih tinggi, apalagi jika pernah mengalami dislokasi sebelumnya.

Ciri khas dislokasi bahu biasanya tidak sulit dikenali, seperti nyeri tajam, bahu tampak menonjol atau bentuknya berubah, lengan sulit digerakkan, hingga rasa kesemutan di tangan. Dalam kasus Jefri, rasa sakit dan hilangnya mobilitas membuatnya mustahil melanjutkan pertarungan.

Dalam penanganannya, dokter biasanya akan melakukan reduksi tertutup, mengembalikan posisi tulang ke tempatnya dengan teknik khusus, disertai anestesi untuk mengurangi rasa sakit. Setelah itu, bahu akan di-sling atau di-splint beberapa minggu, diikuti fisioterapi agar kekuatan dan fleksibilitas sendi kembali normal.

Yang jelas, jangan sekali-kali mencoba memijat atau memaksakan bahu kembali ke posisi semula tanpa bantuan tenaga medis, megingat risiko kerusakan saraf dan pembuluh darah sangat besar.

Tidak semua dislokasi bisa dihindari, tapi sejumlah langkah ini bisa mencegah terjadinya risiko dislokasi, diantaranya adalah latihan penguatan otot bahu dan punggung secara rutin, hati-hati saat beraktivitas di area berisiko jatuh, dan gunakan pelindung pada olahraga dengan benturan tinggi.

Cedera yang dialami Jefri Nichol menjadi pengingat bahwa bahu adalah salah satu sendi paling fleksibel sekaligus paling rentan pada tubuh manusia. Penanganan cepat dan tepat adalah kunci agar pemulihan berjalan optimal dan risiko cedera berulang bisa diminimalkan. (her)

Tags: Dislokasi BahuJefri Nicholkesehatan

Berita Terkait.

swissbell
Gaya Hidup

Semarak Kemerdekaan, Swiss-Belhotel Pondok Indah Luncurkan “Podjok Ningrat”

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:06
Festival-Kuliner
Gaya Hidup

Surga Kuliner Nusantara! Festival ‘Kampung Legendaris’ Mal Ciputra Jakarta Boyong Santapan Lintas Generasi Tanpa Perlu Keluar Kota

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:13
grandhika
Gaya Hidup

Semarak HUT ke-81 RI, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan “Spirit of Independence”

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:02
V23
Gaya Hidup

Antusiasme Konsumen Menguat, iCAR Catat Lebih dari 1.000 SPK di GIIAS 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:08
changan
Gaya Hidup

Changan Makin Dekat dengan Masyarakat Bali, Dealer 3S Resmi Beroperasi di Jimbaran

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:17
Asus
Gaya Hidup

ASUS ExpertBook P5 G2, Teman Kerja Ringkas dengan Performa dan Fitur AI

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:08

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1166 shares
    Share 466 Tweet 292
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3712 shares
    Share 1485 Tweet 928
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    864 shares
    Share 346 Tweet 216
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.