• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Sebelum Palestina Merdeka, Hamas Tak Akan Letakkan Senjata

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 4 Agustus 2025 - 03:11
in Internasional
Warga-Palestina

Ilustrasi antrean warga Palestina untuk mendapatkan bahan makanan dan bantuan di Gaza. Foto : Antara/Anadolu/py7

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menegaskan bahwa mereka tidak akan menghentikan perjuangan bersenjata sampai negara Palestina yang merdeka dan berdaulat benar-benar terwujud. Pernyataan ini dirilis pada Sabtu (3/8/2025) sebagai respons terhadap laporan yang beredar terkait potensi perlucutan senjata.

Pernyataan resmi tersebut muncul setelah media Israel Haaretz melaporkan isi rekaman yang diklaim berasal dari utusan Timur Tengah Amerika Serikat, Steve Witkoff. Dalam rekaman itu, Witkoff disebut menyatakan bahwa “Hamas telah siap untuk dilucuti senjatanya.”

BacaJuga:

Demokrasi Hijau Mendunia, Indonesia Jadi Tuan Rumah ISC-3 2027

Iran Tegaskan Tidak Akan Tunduk pada Sanksi Ekonomi AS

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

“Kita berada sangat dekat dengan solusi yang bisa mengakhiri perang ini,” ujar Witkoff dalam rekaman itu, sebagaimana dikutip oleh Haaretz.

Menanggapi kabar tersebut, Hamas menegaskan bahwa perlawanan bersenjata tetap menjadi hak sah selama tanah Palestina masih berada dalam pendudukan sebuah prinsip yang diakui oleh hukum internasional.

“Hak tersebut tidak akan kami lepaskan hingga semua hak nasional rakyat Palestina dipenuhi sepenuhnya, termasuk pendirian negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kota,” demikian isi pernyataan resmi Hamas yang disampaikan melalui Telegram.

Witkoff diketahui bertemu keluarga para sandera Israel di Tel Aviv pada Sabtu. Di hari yang sama, ratusan warga Israel menggelar aksi menuntut tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang dapat menjamin pembebasan para sandera di Jalur Gaza, menurut laporan Haaretz.

Kunjungan itu menandai kali ketiga Witkoff datang ke Hostage Square sejak pecahnya konflik. Kegiatan ini juga berlangsung tidak lama setelah Hamas dan Jihad Islam merilis rekaman video dua sandera Israel, Evyatar David dan Rom Braslavski, yang terlihat dalam kondisi lemah dan kekurangan gizi yang kemudian memicu kemarahan luas di kalangan publik Israel.

Sehari sebelumnya, pada Jumat, Witkoff juga sempat mengunjungi pusat distribusi bantuan di Gaza bagian selatan yang dioperasikan oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF) lembaga yang menuai kritik tajam dari sejumlah pihak.

Dalam keterangannya, Witkoff mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk memberikan gambaran langsung kepada Presiden AS Donald Trump mengenai kondisi kemanusiaan di Gaza, sekaligus membantu merancang mekanisme pendistribusian bantuan makanan dan medis ke wilayah tersebut.

Namun, sistem distribusi GHF sendiri tengah menjadi sorotan. Warga Gaza dan kelompok hak asasi menuduh model distribusi itu digunakan sebagai alat pemindahan paksa berkedok bantuan, bahkan disebut sebagai “jebakan mematikan.” Sejak Mei 2025, lebih dari 1.300 orang tewas saat mengantre bantuan, menurut laporan lokal.

Hamas mengecam kunjungan Witkoff tersebut sebagai bagian dari “manuver pencitraan” yang bertujuan mengalihkan perhatian internasional dari tuduhan serius terhadap Israel, termasuk apa yang disebut sebagai kampanye kelaparan sistematis oleh sejumlah organisasi hak asasi dan pejabat PBB.

Sejak pecahnya konflik pada 7 Oktober 2023, data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat setidaknya 169 warga Palestina, termasuk 93 anak-anak, meninggal akibat kelaparan.

Meski mendapat tekanan global untuk menghentikan serangan, militer Israel terus melakukan operasi militer besar-besaran di Gaza. Sejauh ini, lebih dari 60.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, dilaporkan telah tewas.

Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza seperti dilansir Anadolu melalui Antara.

Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional terkait operasi militer di wilayah tersebut. (aro)

Tags: HamasisraelPalestina

Berita Terkait.

Muktamar ke-35 NU Sepakati AHWA dan Larangan Rangkap Jabatan
Internasional

Demokrasi Hijau Mendunia, Indonesia Jadi Tuan Rumah ISC-3 2027

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:01
kamenri
Internasional

Iran Tegaskan Tidak Akan Tunduk pada Sanksi Ekonomi AS

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:30
abbas
Internasional

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:09
Sesmenko PMK: Teknologi Harus Hadir Menjawab Persoalan Nyata Bangsa
Internasional

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:30
kbri
Internasional

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:10
Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis
Internasional

Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:15

OLAHRAGA

GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik
Olahraga

GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:31

INDOPOSCO.ID – Nurburgring langsung menunjukkan wajah kerasnya sejak Paid Test hingga dua sesi Free Practice GT World Challenge Europe (GTWCE)...

SelengkapnyaDetails
Jay Idzes Tampil Penuh, 3 Sapuannya Warnai Kemenangan Perdana Sassuolo

Jay Idzes Tampil Penuh, 3 Sapuannya Warnai Kemenangan Perdana Sassuolo

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:55
Hasil Liga Inggris: City Berpesta, Liverpool Nyaris Celaka

Hasil Liga Inggris: City Berpesta, Liverpool Nyaris Celaka

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:01
u20

Ini Daftar 23 Pemain Timnas U-20 untuk Kualifikasi Piala Asia

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:07
siswa

Olahraga Bukan Sekadar Adu Jago, Bisa Jadi Sekolah Karakter Anak

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:06

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.