• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pelebaran Defisit APBN 2025 Jadi 2,78 Persen PDB, Ekonom: Karena Belanja Negara Tumbuh Cepat

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Sabtu, 5 Juli 2025 - 14:45
in Ekonomi
Ilustrasi - Pelaksanaan makan bergizi gratis. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Ilustrasi - Pelaksanaan makan bergizi gratis. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah mengusulkan pelebaran defisit menjadi Rp662 triliun atau 2,78 persen produk domestik bruto (PDB), naik dari 2,53 persen PDB sebelumnya. Usulan ini untuk memastikan stabilitas ekonomi terjaga, pertumbuhan tetap tumbuh, dan daya beli rakyat tidak jatuh.

“Defisit APBN 2025 melebar menjadi 2,78 persen PDB karena belanja pemerintah lebih cepat tumbuh daripada penerimaan negara,” ungkap Ekonom Achmad Nur Hidayat melalui gawai, Sabtu (5/7/2025).

BacaJuga:

Maknai Hari Pendidikan Nasional, BRI Peduli Gelar Kelas Inspirasi hingga Berbagi Alat Tulis Bagi Siswa SDN 104 Langensari Bandung

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

BRI Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital, Transaksi Debit Contactless Melonjak 1.144% YoY per Maret 2026

Menurutnya, defisit APBN 2025 yang melebar ini menandakan adanya kelemahan struktural fiskal yang tak kunjung dibenahi.

“Pelebaran defisit ini dipicu oleh prioritas politik, bukan rasionalitas fiskal,” ujar Achmad.

Program-program populis seperti Makan Bergizi Gratis, dikatakan dia, membutuhkan Rp71 triliun. Dan itu menguras fiskal di tengah penerimaan pajak yang justru melambat, akibat penurunan harga komoditas global.

“Risiko defisit melebar sangat nyata yaitu utang makin besar, beban bunga makin berat, ruang fiskal makin sempit,” katanya.

“Jika diteruskan, APBN bukan lagi shock absorber, melainkan bom waktu fiskal yang menunggu meledak,” sambungnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, pembiayaan anggaran sudah 46 persen sementara program seperti Makan Bergizi Gratis baru terealisasi Rp5 triliun atau hanya 7,1 persen dari pagu.

Ia mengatakan, kondisi tersebut mengindikasikan pemerintah jago menambah utang, tapi gagal mengeksekusi belanja prioritas secara cepat dan tepat. Sehingga utang berjalan, manfaat ekonomi belum muncul.

“Efek ganda fiskal terhambat, sementara bunga utang terus menumpuk,” ucapnya.

“Jika serapan MBG tetap lamban, rakyat hanya menerima janji makan bergizi tanpa realisasi nyata, sementara beban fiskal sudah telanjur menumpuk di depan mata,” imbuhnya. (nas)

Tags: APBNBelanja Negaradefisit apbnekonomPDB

Berita Terkait.

Sekolah
Ekonomi

Maknai Hari Pendidikan Nasional, BRI Peduli Gelar Kelas Inspirasi hingga Berbagi Alat Tulis Bagi Siswa SDN 104 Langensari Bandung

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:03
Hoax
Ekonomi

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:32
Transaksi
Ekonomi

BRI Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital, Transaksi Debit Contactless Melonjak 1.144% YoY per Maret 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:02
UMKM-Indonesia
Ekonomi

UMKM Binaan BRI Berhasil Tembus Pasar Global di Ajang FHA Singapura 2026, Perkuat Penetrasi Produk Lokal Go Internasional

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:21
UMKM
Ekonomi

Semangat Kartini Bersama BRI: Kisah Inspiratif Cokelatin, UMKM Lokal Menembus Pasar Global

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:50
Gd-pertamina
Ekonomi

Emiten Pertamina Group Tahan Guncangan Pasar, Fundamental Bisnis Jadi Penopang Utama

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:40

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3161 shares
    Share 1264 Tweet 790
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2562 shares
    Share 1025 Tweet 641
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1580 shares
    Share 632 Tweet 395
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1220 shares
    Share 488 Tweet 305
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.