• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

China: Program ‘Golden Dome’ AS Picu Kompetisi Senjata Antariksa

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 22 Mei 2025 - 14:14
in Internasional
cina

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah China menegaskan rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memulai program pertahanan rudal “Golden Dome” berbasis satelit luar angkasa dapat mendorong perlombaan senjata antariksa.

“Proyek tersebut akan meningkatkan risiko mengubah angkasa menjadi zona perang dan menciptakan perlombaan senjata antariksa, serta mengguncang sistem keamanan dan pengendalian senjata internasional,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (21/5).

BacaJuga:

DPR: Jangan Potong Sejarah Palestina hanya dari 7 Oktober

Suara untuk Palestina Tak Boleh Padam, Lembaga Kemanusiaan Teguhkan Dukungan untuk Gaza

Mewakili Indonesia di Kancah Internasional, Pegadaian Sabet Penghargaan Internasional IPMA Global Project Excellence Award 2026

Presiden AS Donald Trump, Selasa (20/5), mengumumkan pelaksanaan program pertahanan rudal “Golden Dome” berbasis satelit antariksa karena dapat menempatkan senjata di luar angkasa dan mencegat rudal saat terbang.

Program dengan biaya sekitar 175 miliar dolar AS itu ditargetkan dapat beroperasi pada akhir masa jabatannya.

“‘Golden Dome’ bermaksud untuk menciptakan sistem pertahanan rudal yang tidak terbatas, global, berlapis-lapis, dan multidomain,” ungkap Mao Ning.

Mao Ning menyebut sistem ini akan memperluas persenjataan AS untuk operasi tempur di luar angkasa, termasuk penelitian dan pengembangan senjata serta penyebaran sistem intersepsi orbital.

“Hal tersebut membuat proyek tersebut memiliki sifat ofensif yang kuat dan melanggar prinsip penggunaan damai dalam Perjanjian Luar Angkasa,” kata Mao Ning.

Tindakan Trump itu disebut Mao Ning sebagai inisiatif “America First” lainnya yang menempatkan keamanan mutlak AS di atas segalanya.

“Hal ini melanggar prinsip ‘undiminished security for all’ (keamanan tanpa terkecuali) dan akan merusak keseimbangan dan stabilitas strategis global. China sangat khawatir,” tegas Mao Ning.

China, ungkap Mao Ning, mendesak AS untuk menghentikan pengembangan dan pengerahan sistem antirudal global, dan mengambil tindakan konkret untuk meningkatkan kepercayaan strategis antara negara-negara besar dan menegakkan stabilitas strategis global.

Golden Dome direncanakan akan mencakup kemampuan persenjataan berbasis darat dan antariksa yang dapat mendeteksi dan menghentikan rudal di keempat tahap utama serangan potensial.

Keempat tahap utama serangan potensial itu adalah mendeteksi dan menghancurkan sebelum peluncuran, mencegat pada tahap awal penerbangan, menghentikan di tengah lintasan di udara, atau menghentikan saat menit-menit terakhir ketika rudal turun menuju target.

Tindakan-tindakan itu dapat dilakukan karena aksi pencegatan berbasis pada kemampuan satelit dan sensor di antariksa.

Wakil Kepala Operasi Luar Angkasa AS Jenderal Michael Guetlein ditunjuk sebagai orang yang bertanggung jawab untuk mengawasi kemajuan Golden Dome.

Sementara Kantor Anggaran Kongres AS memperkirakan hanya komponen berbasis ruang angkasa Golden Dome dapat menelan biaya 161 – 542 miliar dolar AS selama 20 tahun ke depan.

Trump telah meminta 25 miliar dolar AS sebagai awal untuk program tersebut dalam rancangan undang-undang keringanan pajak yang perlu disetujui oleh Kongres.

“Golden Dome” disebut menjadi upaya Pentagon untuk menanggulangi rudal-rudal canggih terbaru yang dikembangkan China dan Rusia, termasuk menempatkan satelit dengan kemampuan menonaktifkan satelit penting bagi AS.

AS sebelumnya sudah memiliki banyak kemampuan pertahanan rudal, termasuk rudal Patriot yang telah diberikan AS ke Ukraina untuk mempertahankan diri dari rudal serta serangkaian satelit di orbit untuk mendeteksi peluncuran rudal.

Pesawat dan kapal perang AS juga membantu Israel menangkal serangan Iran tahun lalu dan telah berulang kali menembak jatuh rudal dan pesawat tak berawak yang diluncurkan ke kapal Israel oleh pemberontak Houthi Yaman yang didukung Teheran. (bro)

Tags: ASChinaGolden DomeSenjata Antariksa

Berita Terkait.

DPR: Jangan Potong Sejarah Palestina hanya dari 7 Oktober
Internasional

DPR: Jangan Potong Sejarah Palestina hanya dari 7 Oktober

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:47
Suara untuk Palestina Tak Boleh Padam, Lembaga Kemanusiaan Teguhkan Dukungan untuk Gaza
Internasional

Suara untuk Palestina Tak Boleh Padam, Lembaga Kemanusiaan Teguhkan Dukungan untuk Gaza

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03
gadai
Internasional

Mewakili Indonesia di Kancah Internasional, Pegadaian Sabet Penghargaan Internasional IPMA Global Project Excellence Award 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:45
Catwalk Batik di Ottawa, Undang Decak Kagum Warga Kanada
Internasional

Catwalk Batik di Ottawa, Undang Decak Kagum Warga Kanada

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:18
Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina
Internasional

Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina

Rabu, 30 September 2026 - 12:12
DPD RI Dorong Pengakuan Masyarakat Adat Papua Tak Berhenti di Jenewa
Internasional

DPD RI Dorong Pengakuan Masyarakat Adat Papua Tak Berhenti di Jenewa

Minggu, 27 September 2026 - 22:06

OLAHRAGA

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
Olahraga

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Editor Ali Rachman
Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

INDOPOSCO.ID - Perjalanan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ternyata tidak dimulai saat mesin motor menderu di Pertamina Mandalika...

SelengkapnyaDetails
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.