• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Heboh Grup “Fantasi Sedarah”, Kenali Jenis Kelainan Seksual dan Penyebabnya

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 20 Mei 2025 - 15:31
in Gaya Hidup
kelainan seks

Ilustrasi kelainan seksual. (Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Baru-baru ini jagat maya tengah digegerkan dengan kemunculan grup Facebook bernama “Fantasi Sedarah”. Grup ini menjadi sorotan publik karena diduga menjadi wadah penyebaran konten menyimpang yang mengandung fantasi seksual terhadap anggota keluarga sendiri, suatu bentuk kelainan seksual yang dikenal sebagai inses.

Meski grup tersebut diklaim telah ditutup, desakan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut para pelaku di baliknya terus bergema.

BacaJuga:

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Jangkau 31 Juta Anak, Nestlé Pertegas Komitmen Gizi Sehat

Aichi-Nagoya dalam “Survival Mode”, CdM Minta Tim Indonesia Tak Kehilangan Fokus

Aktivitas yang mempromosikan inses maupun pedofilia di media sosial tidak hanya dianggap menyimpang secara moral, tetapi juga mengandung unsur pidana karena melanggar norma kesusilaan dan perundang-undangan di Indonesia.

Apa Itu Kelainan Seksual?

Dalam dunia psikologi, kelainan seksual dikenal dengan istilah parafilia. Ini adalah kondisi di mana seseorang memiliki fantasi, dorongan, atau perilaku seksual yang menyimpang dari norma sosial dan tidak biasa. Parafilia bisa berbahaya—bukan hanya bagi penderitanya, tapi juga bagi orang lain, terutama jika dilakukan tanpa persetujuan.

Tak semua bentuk parafilia berujung pada tindakan kriminal. Namun, beberapa jenisnya sangat berisiko, baik dari sisi sosial, psikologis, hingga hukum. Mengenali jenis-jenis kelainan seksual ini penting sebagai bentuk kewaspadaan dan upaya pencegahan.

Jenis-Jenis Kelainan Seksual (Parafilia)

Dikutip dari Siloam Hospitals, berikut adalah beberapa jenis kelainan seksual yang telah diidentifikasi dalam psikologi klinis:

1. Fetisisme
Jenis kelainan seksual yang pertama adalah fetisisme, yaitu penyimpangan seksual di mana seseorang merasa bergairah terhadap benda mati, seperti sepatu wanita, pakaian dalam, atau kaus kaki. Benda-benda ini biasanya digunakan saat berhubungan seksual dengan orang lain untuk meningkatkan gairah.

Kelainan seksual fetisisme umumnya tidak dianggap berbahaya selama tidak mengganggu orang lain dan hanya digunakan sebagai pemicu fantasi. Namun, apabila kondisi tersebut membuat seseorang kecanduan hingga kesulitan untuk mencapai orgasme saat berhubungan seksual dengan pasangan, fetisisme perlu segera ditangani dengan tepat.

Fetisisme sering kali disalahartikan sebagai parsialisme. Perlu diketahui, fetisisme merupakan kondisi yang berbeda dengan parsialisme. Perbedaan yang jelas terlihat antara parsialisme dan fetisisme adalah fokus minat seksual seseorang itu sendiri.

Jika fetisisme menyebabkan seseorang merasa terangsang dengan benda mati, parsialisme merupakan ketertarikan seksual terhadap bagian tubuh tertentu, namun di luar bagian yang biasa dikategorikan sebagai area erotis (bibir, payudara, dan kemaluan), seperti kaki, ketiak, mata, hidung, rambut, pusar, dan lain-lain.

2. Exhibitionism
Exhibitionism adalah jenis penyimpangan seksual ketika seseorang merasa puas dan mendapatkan rangsangan seksual saat menunjukkan bagian kelaminnya ke orang lain tanpa persetujuan atau keinginan dari orang tersebut. Penderita kondisi ini juga dapat merasa semakin bergairah saat orang lain menunjukkan reaksi jijik atau takut atas perbuatannya.

Penyimpangan seksual exhibitionism biasanya tidak diiringi dengan tindakan lebih lanjut, seperti melakukan kekerasan seksual terhadap orang lain. Namun, dalam beberapa kasus, penderita kondisi ini bisa sampai berani melakukan masturbasi di tempat umum seraya menunjukkan organ intimnya.

3. Pedofilia
Pedofilia adalah penyimpangan seksual ketika seseorang memiliki fantasi atau ketertarikan seksual terhadap anak kecil berusia di bawah 13 tahun. Seseorang dengan pedofilia dapat dikategorikan dengan usia minimal 16 tahun atau berusia minimal 5 tahun lebih tua dari korban.

Kelainan seksual ini biasanya ditandai dengan mengajak anak-anak untuk melihat penderitanya melakukan masturbasi, telanjang, menyentuh organ kelamin anak, hingga melakukan aktivitas seksual.

4. Voyeurisme
Voyeurisme adalah jenis kelainan seksual ketika seseorang merasa puas dan bergairah saat melihat atau mengintip orang lain yang sedang mandi, berganti pakaian, atau melakukan aktivitas seksual. Orang dengan kondisi ini biasanya tidak tertarik untuk melakukan hubungan seksual secara langsung dengan korban.

Mereka bisa mencapai orgasme hanya dengan melakukan masturbasi seraya mengintip orang lain. Penderita voyeurisme mungkin juga akan menguntit korban seksualnya.

5. Froteurisme
Froteurisme merupakan jenis penyimpangan seksual yang membuat seseorang memiliki kecenderungan untuk menggesekkan alat kelaminnya kepada orang lain tanpa persetujuan korban tersebut.

Penyimpangan seksual ini sering kali ditemukan pada pria berusia 15–25 tahun dengan kepribadian yang cenderung pemalu. Orang dengan froteurisme bisa melakukan hal ini saat berada di tempat umum yang ramai, seperti di lift atau saat sedang mengantre.

6. Transvestisme

Jenis kelainan seksual berikutnya adalah transvestisme, yaitu kondisi ketika seseorang merasa terangsang secara seksual saat berdandan atau mengenakan pakaian yang biasa digunakan oleh lawan jenisnya. Kondisi ini lebih sering dialami oleh pria dibandingkan wanita.

7. Sexual Masochism
Sexual masochism (masokisme seksual) membuat penderitanya bisa mendapatkan kepuasan saat mereka memperoleh kekerasan, baik secara verbal maupun nonverbal, seperti dipermalukan dengan kata-kata kasar, dipukul, diikat, atau digigit oleh pasangan seksualnya.

Penderita kondisi ini juga bisa menggunakan benda tajam untuk melukai dirinya demi mendapatkan kepuasan seksual.

8. Sadisme Seksual
Sadisme seksual adalah bentuk penyimpangan seksual ketika seseorang merasa terangsang saat menyakiti dan menyiksa pasangannya, baik secara psikologis maupun fisik. Dengan melakukan hal tersebut, mereka akan merasa berkuasa terhadap pasangannya.

Kegiatan ini kemungkinan besar akan berulang dengan tingkat keparahan tindakan yang semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Karena bisa membahayakan orang lain dan berisiko terlibat hukum pidana, penderita sadisme umumnya perlu mendapatkan penanganan dan pemantauan langsung dari psikolog atau psikiater.

9. Sadomasokisme
Sadomasokisme merupakan aktivitas seksual antara pasangan di mana salah satu pihak dari pasangan tersebut menikmati saat menyakiti (sadisme seksual) dan satu orang yang lain menikmati saat disakiti (sexual masochism).

10. Asphyxiophilia
Asphyxiophilia adalah jenis kelainan seksual ketika seseorang mendapatkan kepuasan seksual atau bahkan bisa mencapai orgasme saat dicekik. Demi mendapatkan kepuasan seksual, penderita kondisi ini dapat mencekik dirinya sendiri atau meminta pasangannya untuk melakukan hal tersebut.

Tindakan ini dapat dilakukan dengan menggunakan tangan atau barang-barang tertentu, seperti pakaian, tali, syal, dan lain-lain. Asphyxiophilia termasuk penyimpangan seksual yang berbahaya karena berisiko menyebabkan masalah kesehatan seperti, sesak napas, pecahnya pembuluh darah di area wajah, hingga kematian.

Mengapa Kelainan Seksual Bisa Terjadi?

Kelainan seksual bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti trauma masa kecil (misalnya pelecehan seksual), gangguan perkembangan psikoseksual, lingkungan sosial yang tidak sehat, kelainan neurologis atau hormonal, dan kondisi kesehatan mental lainnya seperti gangguan kepribadian.

Penanganan parafilia memerlukan pendekatan multidisipliner, mulai dari psikoterapi, konseling perilaku, hingga pengobatan medis, tergantung pada jenis dan tingkat gangguannya. (her)

Tags: Grup Fantasi SedarahKelainan Seksual

Berita Terkait.

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR
Gaya Hidup

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Sabtu, 19 September 2026 - 11:06
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji
Gaya Hidup

Jangkau 31 Juta Anak, Nestlé Pertegas Komitmen Gizi Sehat

Jumat, 18 September 2026 - 19:01
25 Merek Beras Fortifikasi Ditindak, FKBI Desak Pemerintah Tak Berhenti di Pencabutan Izin
Gaya Hidup

Aichi-Nagoya dalam “Survival Mode”, CdM Minta Tim Indonesia Tak Kehilangan Fokus

Jumat, 18 September 2026 - 17:00
zoom
Gaya Hidup

‘Smart’ LE SSERAFIM Tembus 200 Juta Views, Jadi B-side Pertama yang Capai Rekor

Jumat, 18 September 2026 - 05:05
shin
Gaya Hidup

Shin Min Ah hingga Lee Se Young Terlibat Cinta dan Kekuasaan di The Remarried Empress

Jumat, 18 September 2026 - 02:20
lee
Gaya Hidup

Video Viral Tuduh Popularitas Mark Lee Menurun, Picu Perdebatan

Jumat, 18 September 2026 - 01:11

OLAHRAGA

ole
Olahraga

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Editor Dilianto
Senin, 21 September 2026 - 20:12

INDOPOSCO.ID - Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny dan penjaga gawang Maarten Paes sudah berada di Jakarta pada Senin (21/9/2026). Kehadiran...

SelengkapnyaDetails
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5538 shares
    Share 2215 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.