• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Warga Binaan Cetak Prestasi, Produk Lapas Tembus Pasar Internasional

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Jumat, 16 Mei 2025 - 18:08
in Nasional
mashudi

Dirjen Pemasyarakatan, Mashudi. Foto: Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas), Mashudi menyatakan warga binaan kini tak sekadar menjalani hukuman, tetapi turut diberdayakan melalui pelatihan keterampilan produktif sebagai bagian dari strategi rehabilitasi nasional

Menurutnya, para warga binaan diberdayakan melalui program pelatihan kerja, mulai dari pertanian, peternakan, hingga kerajinan tangan.

BacaJuga:

Wamen PPPA Dorong Perempuan Jadi Motor Ekonomi Lewat Ketahanan Pangan Lokal

Mendikdasmen: TKA Upaya Pemerintah Petakan Mutu Pendidikan Nasional

Temuan BPOM Soal Obat Herbal Berbahaya, DPR RI Minta Pengawasan Diperketat dan Edukasi Publik Ditingkatkan

“Ketika masa pidana mereka selesai, mereka sudah punya bekal usaha dan keahlian masing-masing. Jadi tidak keluar dengan tangan kosong,” kata Mashudi kepada INDOPOSCO.ID pada Jumat (16/5/2025).

Perwira tinggi Kepolisian itu menjelaskan salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pengelolaan kolam ikan seluas 20 hektare di Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah.

Kolam tersebut digunakan untuk budidaya ikan lele, gurame, dan mujaer. Hasilnya tidak hanya untuk konsumsi internal lapas, tetapi juga mulai dilirik untuk pasar luar.

Tak berhenti di situ, Mashudi menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan delapan lapas terbaik di Indonesia yang sudah mampu menembus pasar ekspor internasional.

“Kita sudah siapkan 8 lapas terbaik yang produknya diekspor ke seluruh dunia. Ini bukti bahwa warga binaan kita punya potensi luar biasa bila diberi kesempatan,” ujarnya.

Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memutus mata rantai residivisme dan memberi harapan baru bagi para mantan narapidana agar dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan mandiri.

“Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tapi juga tempat memperbaiki masa depan,” jelasnya.

Dengan pendekatan ini, diharapkan wajah pemasyarakatan Indonesia semakin humanis dan berorientasi pada pembinaan, bukan sekadar hukuman.

“Kebijakan ini juga sejalan dengan prinsip pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pembinaan dan reintegrasi sosial,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Mashudi menyampaikan dalam rangka mengantisipasi kondisi kelebihan kapasitas (overcrowded) di lapas, pihaknya telah menerapkan sejumlah langkah strategis, antara lain melalui pelaksanaan razia rutin dan pemindahan ratusan narapidana ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah.

Lebih dari 500 narapidana telah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan dan kami secara rutin melakukan evaluasi terhadap sistem yang diterapkan di lembaga pemasyarakatan,” katanya dikonfirmasi, Minggu (11/5/2025).

Mashudi menegaskan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan akan mengambil tindakan tegas terhadap narapidana yang terlibat.

Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian setiap permasalahan di lapangan secara cepat dan efektif.

Selain itu, Mashudi kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di Lapas dan rumah tahanan (rutan).

Ia menginstruksikan agar razia dilakukan secara rutin dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, dengan tegas menekankan bahwa tidak ada lagi toleransi terhadap peredaran narkotika di Lapas maupun Rutan. (fer)

Tags: Pasar InternasionalPrestasiProduk Lapaswarga binaan

Berita Terkait.

Wamen-PPPA
Nasional

Wamen PPPA Dorong Perempuan Jadi Motor Ekonomi Lewat Ketahanan Pangan Lokal

Rabu, 8 April 2026 - 17:07
Tes-Akademik
Nasional

Mendikdasmen: TKA Upaya Pemerintah Petakan Mutu Pendidikan Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 16:46
Obat
Nasional

Temuan BPOM Soal Obat Herbal Berbahaya, DPR RI Minta Pengawasan Diperketat dan Edukasi Publik Ditingkatkan

Rabu, 8 April 2026 - 16:26
cicada
Nasional

Varian COVID-19 “Cicada” Mengintai, DPR Minta Pemerintah Perkuat Deteksi Dini

Rabu, 8 April 2026 - 13:13
puan
Nasional

Ratusan Bencana Terjadi sejak Awal 2026, Ketua DPR RI Tekankan Kehadiran Negara

Rabu, 8 April 2026 - 12:12
rini
Nasional

Penguatan SDM dan Kelembagaan Jadi Kunci Sukses Program Gizi Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1142 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    748 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    743 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.