• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Resmi Degradasi, Lihat Lagi Statistik PSIS Semarang Setelah Tujuh Musim di Liga 1

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 13 Mei 2025 - 21:11
in Olahraga
psis

Para pemain PSIS Semarang foto bersama jelang salah satu Liga 1 musim ini. Foto: Dok. PT LIB

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PSIS Semarang resmi menjadi tim pertama yang terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1 musim 2024/25.

Kepastian pahit ini datang bukan dari hasil laga mereka sendiri, melainkan dari pertandingan Semen Padang FC kontra Persebaya Surabaya yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (11/5/2025) malam.

BacaJuga:

Serunya Daihatsu Club Tournament 2026, 400 Peserta Ramaikan Ajang Kebersamaan Komunitas

Atletico vs Barca: LeBron James Jadi ‘Bahan Bakar’, Yamal Pede Blaugrana Comeback

Liverpool vs PSG: Bukan Sekadar Menyerang, Ini Kunci The Reds untuk Balikkan Keadaan

Satu poin yang diraih Kabau Sirah —julukan Semen Padang— cukup untuk mengunci nasib PSIS. Kini, Semen Padang mengoleksi 32 poin dari 32 pertandingan, unggul tujuh angka dari PSIS yang terpuruk di dasar klasemen dengan hanya 25 poin. Dengan hanya dua laga tersisa, maksimal poin yang bisa diraih PSIS adalah 31, yang artinya mereka tak mungkin lagi mengejar Semen Padang, dan dipastikan finis di zona merah.

Dikutip dari PT Liga Indonesia Bersatu (LIB), kiprah PSIS di Liga 1 bermula pada musim 2018, saat mereka promosi dari Liga 2 dengan penuh semangat dan ambisi. Musim debutnya cukup meyakinkan, finis di posisi ke-10, tanda awal bahwa Mahesa Jenar mampu bersaing di level atas.

Namun sejak itu, performa PSIS naik-turun bak roller coaster. Musim 2019 mereka nyaris terseret ke zona degradasi dan finis ke-14. Setelah itu, titik terang muncul di musim 2021/22 saat PSIS tampil mengejutkan dengan finis di peringkat ketujuh. Musim berikutnya kembali menurun dengan menduduki peringkat ke-13. Tapi musim lalu, 2023/24, PSIS mencatatkan sejarah baru dengan finis di posisi keenam, pencapaian terbaik mereka sepanjang sejarah Liga 1.

Musim ini pun sempat menjanjikan. Pada pekan keempat, PSIS berada di posisi ketujuh klasemen, terlihat solid, terorganisir, dan menjanjikan. Namun semua itu berubah drastis. Hasil-hasil buruk datang silih berganti. Inkonsistensi tak kunjung teratasi. Cedera pemain kunci, strategi yang tak berjalan, hingga ketegangan di ruang ganti disebut-sebut sebagai pemicu kemerosotan.

Puncaknya, PSIS menjalani 12 pertandingan terakhir tanpa satu pun kemenangan, yakni delapan kekalahan dan empat hasil imbang. Rentetan buruk itu tak hanya menghancurkan mental tim, tapi juga menjauhkan dukungan dari suporter fanatik mereka.

PSIS Semarang merupakan identitas, kebanggaan, dan simbol perlawanan warga Semarang dan Jawa Tengah. Stadion Jatidiri menjadi saksi banyak duel panas, kemenangan dramatis, hingga tangis kekalahan.

Kini, stadion bersejarah itu harus bersiap menyambut laga-laga Liga 2 di musim depan. Ini adalah pertama kalinya PSIS kembali ke kasta kedua sejak 2017. Suporter Mahesa Jenar yang selalu setia, baik dalam suka maupun duka harus kembali menyusun harapan dari bawah.

Degradasi PSIS adalah alarm keras bagi manajemen klub. Sebuah tim dengan potensi besar, sejarah panjang, dan dukungan suporter luar biasa tak seharusnya berada di posisi ini. Evaluasi total harus dilakukan, dari pelatih, pemain, hingga kebijakan transfer. Jika tidak, PSIS bisa terjebak terlalu lama di Liga 2, seperti yang pernah dialami klub-klub besar lain. (her)

Tags: degradasiLiga 1PSIS Semarangsepak bola

Berita Terkait.

Badminton
Olahraga

Serunya Daihatsu Club Tournament 2026, 400 Peserta Ramaikan Ajang Kebersamaan Komunitas

Selasa, 14 April 2026 - 16:06
atletico
Olahraga

Atletico vs Barca: LeBron James Jadi ‘Bahan Bakar’, Yamal Pede Blaugrana Comeback

Selasa, 14 April 2026 - 10:10
bola
Olahraga

Liverpool vs PSG: Bukan Sekadar Menyerang, Ini Kunci The Reds untuk Balikkan Keadaan

Selasa, 14 April 2026 - 09:09
arsenal
Olahraga

Hitung-hitungan Gelar: Sisa Pertandingan Arsenal vs City, Siapa Paling Berisiko?

Selasa, 14 April 2026 - 06:06
ridho
Olahraga

Sambut Kelahiran Anak Pertama, Rizky Ridho Naik Level Jadi Ayah

Senin, 13 April 2026 - 22:02
Timnas-Indonesia
Olahraga

Indonesia Gagal Juara AFF Futsal, Hector Souto Ungkap Hal yang Lebih Penting

Senin, 13 April 2026 - 13:25

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2508 shares
    Share 1003 Tweet 627
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    892 shares
    Share 357 Tweet 223
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    761 shares
    Share 304 Tweet 190
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.