• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Anda Kelompok Rentan? Waspada Gelombang Panas Dapat Picu Penyakit Asma

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 11 Mei 2025 - 14:06
in Gaya Hidup
Asma

Ilustrasi - Pasien asma menghirup inhaler. Foto : Antara/HO-freepik.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Musim panas sering disertai peningkatan gelombang panas yang memperburuk kualitas udara bisa berdampak serius pada kelompok rentan dengan masalah pernapasan seperti penderita asma.

Melansir laman Hindustan Times, pada Minggu (11/5/2025), konsultan dokter paru, Rumah Sakit P.D. Hinduja di Khar, Dr Kinjal D Modi mengatakan asma dapat memburuk selama gelombang panas.

BacaJuga:

I.O.I Rilis MV “Suddenly”, Tandai Reuni Emosional untuk Perayaan 10 Tahun Debut

Pemotretan Berani Jennie BLACKPINK di DAZED Korea Tuai Sorotan Publik

Kim Chaewon Hiatus Sementara, LE SSERAFIM Tetap Lanjutkan Aktivitas Grup

“Secara logika, panas dapat melemaskan otot dan melebarkan saluran pernapasan, sehingga penderita asma dapat bernapas lebih mudah. ​​Namun, selama gelombang panas, perubahan iklim dan suhu berperan sebagai pemicu yang dapat memperburuk asma,” katanya.

Ia menyampaikan bagaimana gelombang panas memengaruhi asma, salah satunya polusi udara, yang disebabkan oleh pembangunan jalan, gedung, dan pekerjaan perbaikan.

Alasan lainnya seperti variasi suhu diurnal, di mana siang hari panas (di atas 35°F) dan malam hari lebih dingin. Selain itu, orang-orang bepergian ke daerah pegunungan selama liburan untuk menghindari panas yang lagi-lagi menciptakan perbedaan suhu.

“Bahkan melangkah keluar dari rumah yang lebih dingin ke tempat yang panas menciptakan perubahan suhu yang nyata. Demikian pula, berpindah dari ruangan ber-AC ke ruangan tanpa AC menyebabkan tubuh mengalami fluktuasi suhu,” ujarnya.

Gelombang panas, menurut dr Kinjal juga menyebabkan dehidrasi pada tubuh, yang mengakibatkan pengeringan sekresi di dalam saluran napas, menyebabkan penyempitan dan menyulitkan pernapasan bagi penderita asma.

Faktor lainnya seperti kelembaban yang tinggi selama musim panas, di mana mendukung pertumbuhan jamur dan bakteri, yang dapat menginfeksi atau mengiritasi paru-paru, sehingga memperburuk asma.

Selain itu, gastritis dan makan makanan dingin di musim panas juga dapat menjadi pemicu asma.

“Infeksi saluran pernapasan atas akibat perubahan iklim dapat memicu serangan asma,” katanya dilansir Antara.

Ia juga menyampaikan tanda-tanda serangan asma yang perlu diwaspadai, seperti meningkatnya sesak napas, batuk dengan atau tanpa dahak, dada terasa sesak, berat, atau nyeri, suara napas berbunyi dari dada, terbangun di malam hari karena gejala-gejala tersebut.

Penurunan nilai PEFR (Peak Expiratory Flow Rate), di mana suatu pengukuran seberapa cepat dan kuat seseorang dapat menghembuskan napas.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan sejumlah kiat yang bisa dilakukan penderita asma seperti dikontrol dengan baik dengan pengobatan yang ‘optimal’.

Kemudian, vaksinasi dengan vaksin influenza dan pneumokokus, membangun kekebalan tubuh dengan cukup protein dan makanan kaya antioksidan membantu melawan infeksi dan iritasi, dan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan cairan yang cukup.

“Menghindari perubahan suhu yang sering dan paparan polusi dapat membantu mengendalikan asma. Namun, jika asma memburuk seperti yang dijelaskan di atas, silakan hubungi dokter spesialis paru atau dokter yang menangani asma,” jelasnya. (aro)

Tags: asmaGelombang Panaskesehatanpernapasan

Berita Terkait.

ioi
Gaya Hidup

I.O.I Rilis MV “Suddenly”, Tandai Reuni Emosional untuk Perayaan 10 Tahun Debut

Kamis, 21 Mei 2026 - 04:40
jenny
Gaya Hidup

Pemotretan Berani Jennie BLACKPINK di DAZED Korea Tuai Sorotan Publik

Kamis, 21 Mei 2026 - 02:20
kim
Gaya Hidup

Kim Chaewon Hiatus Sementara, LE SSERAFIM Tetap Lanjutkan Aktivitas Grup

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:30
BYD
Gaya Hidup

Teknologi Dual Mode BYD Hadir di Indonesia, Menjawab Kebutuhan Mobilitas Harian yang Efisien

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:09
Dukung  Asta Cita, PT Pegadaian Kukuhkan Posisi sebagai Wajah Utama Bank Emas Indonesia
Gaya Hidup

MEIRIAH Hadir di AHASS Jakarta – Tangerang, Servis Motor Matic Honda Makin Menguntungkan

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:08
Maeng-Seung-Ji
Gaya Hidup

Komedian Maeng Seung Ji Tuai Pujian Usai Pamer Pesona Liburan di Jeju

Rabu, 20 Mei 2026 - 04:39

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2821 shares
    Share 1128 Tweet 705
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1176 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    826 shares
    Share 330 Tweet 207
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.