• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dukung Swasembada Pangan, Mentan Tekankan Pentingnya Kolaborasi Multisektoral

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 21 Januari 2025 - 22:42
in Ekonomi
sdm

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, pada acara diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion/FGD) tentang Tranformasi Kelembagaan Petani, Ketenagaan dan Kelembagaan Penyuluhan mendukung Swasembada Pangan, di Jakarta, Selasa (21/01/2025). Foto: Dokumen BPPSDMP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengintensifkan program-program andalannya untuk mencapai target swasembada pangan nasional di tahun 2027.

Hal ini sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menargetkan swasembada pangan dapat diraih kurang dari empat tahun.

BacaJuga:

BRI Peduli Ajak 35 Jurnalis Bertani di Kota, Kenalkan Program Urban Farming BRInita

Pemerintah Perkuat Aliansi Sawit dan Hilirisasi Komoditas Perkebunan

SIAL Innovation 2026 Jadi Ruang Apresiasi bagi Inovasi Industri Makanan dan Minuman

Menyikapi hal itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan terkait pentingnya kolaborasi multisektoral untuk meningkatkan produksi padi. Tentu melalui kerja sama dengan berbagai pihak, Indonesia dapat mengantisipasi potensi krisis pangan dan mencapai swasembada pangan.

“Kita harus bekerja keras dan berkolaborasi untuk mewujudkan swasembada pangan secepat mungkin, karena ini merupakan kunci ketahanan pangan nasional,” ujarnya, dalam berbagai kesempatan.

Mendukung Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan, SDM pertanian memegang peran yang sangat penting dalam perkembangan pertanian.

“SDM juga menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Purwanta pada acara FGD tentang Tranformasi Kelembagaan Petani, Ketenagaan dan Kelembagaan Penyuluhan mendukung Swasembada Pangan di Jakarta pada Selasa (21/1/2025) menyampaikan, kegiatan ini untuk mempersiapkan terbitnya Inpres Pendayagunaan Penyuluhan Pertanian mendukung percepatan swasembada pangan.

“Perlu penyamaan standar kompetensi, dengan adanya Inpres ini diharapkan swasembada pangan dapat terwujud,” tuturnya.

Purwanta menambahkan sedang dipersiapkan tiga Inpres Pertanian, yaitu pupuk bersubsidi, irigasi dan pendayagunaan penyuluh pertanian sehingga penyuluh hanya akan berada dalam satu komando.

Dengan ditariknya Inpres penyuluhan ke pusat, maka diharapkan para penyuluh pertanian fokus dengan program-program utama Kementan.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Sitti Bulkis *Universitas Hasanuddin), Subejo (Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada) dan Siti Amanah (Institut Pertanian Bogor).

Sitti Bulkis mengungkapkan, kelembagaan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam membangun sektor pertanian. Kelembagaan yang ada saat ini masih banyak yang perlu diperbaiki.

“Tantangan sebenarnya dalam konteks kelembagaan petani adalah fungsi kelembagaan belum optimal. Sehingga dukungan pemerintah dan stakeholder lainnya sangat diperlukan,” ucapnya.

Kemudian, Subejo menjelaskan bagaimana jika kelembagaan penyuluhan dan tata kerja kelembagaan penyuluhan pertanian ditarik ke pusat.

“Impian Kementan saat ini adalah bisa meraih swasembada pangan, sehingga harus ada background dan argumentasi serta latar belakang yang kuat ketika penyuluhan ditarik ke pusat,” tuturnya.

Terakhir, Siti Amanah menyatakan jika saat ini kurang lebih 27 juta jiwa penduduk Indonesia berada dalam garis kemiskinan dan 60 persen berada di pedesaan.

“Artinya, hal ini menyebabkan tantangan penyuluhan pertanian tidak hanya ada di SDM, tapi juga di sosial budaya, aspek ekonomi, poliitk, kebijakan, dan kelembagaan,” tuturnya. (rmn)

Tags: BPPSDMPIdha Widi ArsantiKementanswasembada pangan

Berita Terkait.

BRI Peduli Ajak 35 Jurnalis Bertani di Kota, Kenalkan Program Urban Farming BRInita
Ekonomi

BRI Peduli Ajak 35 Jurnalis Bertani di Kota, Kenalkan Program Urban Farming BRInita

Minggu, 8 November 2026 - 13:41
Abah Yoyo: Kasepuhan Cisitu Hanya Minta Kepastian Hukum, Bukan Lepas Hutan Adat untuk Tambang Emas Cikidang
Ekonomi

Pemerintah Perkuat Aliansi Sawit dan Hilirisasi Komoditas Perkebunan

Minggu, 8 November 2026 - 10:05
SIAL
Ekonomi

SIAL Innovation 2026 Jadi Ruang Apresiasi bagi Inovasi Industri Makanan dan Minuman

Minggu, 8 November 2026 - 01:15
Dealer
Ekonomi

OMODA & JAECOO Hadirkan Dealer Baru di Jakarta Selatan, Perluas Akses Layanan Konsumen

Minggu, 8 November 2026 - 00:34
NMC
Ekonomi

Daewoong Perkuat Kolaborasi Medis Global Lewat Pertemuan Pakar di Bali

Sabtu, 7 November 2026 - 23:03
UYC-2026
Ekonomi

PEP Sangasanga Ajak Mahasiswa Kenali Peluang dan Tantangan Industri Hulu Migas

Sabtu, 7 November 2026 - 18:08

OLAHRAGA

STY
Olahraga

Persija vs Persebaya, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Tidak Lengah

Editor Juni Armanto
Sabtu, 7 November 2026 - 15:45

INDOPOSCO.ID - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong meminta anak asuhnya tetap waspada saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kesembilan Super...

SelengkapnyaDetails
witan

Jamu Persebaya, Persija Usung Misi Bangkit di Hadapan Jakmania

Sabtu, 7 November 2026 - 09:35
Sirkuit Mandalika

Gaspol di Mandalika, Pertamina Dukung Regenerasi Pebalap Indonesia lewat MRS 2026

Jumat, 6 November 2026 - 21:21
rafael

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Jumat, 6 November 2026 - 11:21
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3348 shares
    Share 1339 Tweet 837
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2314 shares
    Share 926 Tweet 579
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

    864 shares
    Share 346 Tweet 216
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.