• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ada Potensi Wabah PMK dari Impor Sapi, Pakar: Jadi Bencana Bagi Peternak Lokal

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 9 Januari 2025 - 10:35
in Nasional
sapi-co

Ilustrasi sapi. Foto: dokumen indoposco

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak meluas dengan cepat di pulau jawa. Provinsi Jawa timur sudah siaga 1 terhadap penyakit yang menyebar melalui airborne tersebut. Ketua Komite Pendayagunaan Pertanian Teguh Boediyana menyebut kembali merebaknya wabah PMK pada hewan ternak sebagai bencana bagi peternakan di tanah air.

“Sebenarnya apa yang terjadi sekarang ini juga sudah kita perkirakan jauh hari dan dari kalangan masyarakat peternakan, dan outbreak PMK sudah dalam kategori bencana. Karena memang PMK ini kalau kita lihat di OIT atau Organisasi Kesehatan Hewan Dunia sebagai penyakit yang paling berbahaya” jelas Teguh Boediyana saat dihubungi, Kamis(9/1/2025).

BacaJuga:

Jangan Cuma Bergelar, Guru Besar Ditantang Jadi Mesin Solusi Bangsa

Sekolah Rakyat Tak Berhenti di Bangku SMA, 35 Lulusannya Dijamin Kuliah Gratis

Kekeringan Meluas, Daerah Bekasi, Banjarnegara dan Bima Mulai Krisis Air Bersih

Sebagai virus dalam kategori berbahaya, PMK menyerang ternak berkuku genap seperti sapi, kambing, domba dan babi sehingga dianggap sebagai penyakit hewan ternak yang paling ditakuti peternak. “Nah ini adalah penyakit yang paling ditakuti ya dan masuk list number 1 lah, bukan hanya Indonesia saja yang takut tapi dunia” terang Teguh Boediyana.

Penyebaran wabah PMK yang begitu cepat di pulau jawa, perlu diwaspadai dan diantisipasi, agar tidak menyebar ke luar pulau jawa. Ketua Dewan Persusuan Nasional ini juga menjelaskan, wabah PMK ini adalah yang dikhawatirkan kalangan peternak sejak dulu, karena penyebarannya yang begitu cepat dan penanganannya membutuhkan biaya besar.

“Ini lah yang kita khawatirkan, bahwa pmk yang merebak pertama itu kemarin di bulan mei tahun 2022 itu, itu tidak terhenti begitu saja, karena waktu itu penanganannya juga menurut kami belum tuntas. Kan ada isu isu, bahwa ternyata masih ada vaksin yang masih berlebih dan segala macemnya, kekurangan tenaga ya, memang mahal, memang mahal, mengenai memberantas PMK,” jelas Teguh.

Menurut Teguh dengan karakteristiknya yang menyebar lewat udara maka sangat dimungkinkan menyebar hingga keluar jawa sehingga perlu segera diantisipasi.

“Jadi ini lah kalau kami melihat, ini kekhawatiran kami, karena apa yang terjadi saat ini bisa juga muncul, satu, mungkin keluar Jawa.

“Karena PMK ini virus yang air bourne disease, yang dia penyebarannya melalui udara dan sangat cepat, kedua bahwa darah darah tertular itu walaupun sudah diberikan vaksinasi bukan berarti virusnya hilang sama sekali, tidak, dia mungkin dorman dan sebagainya lah yang bisa muncul sewaktu waktu, apabila ada satu kondisi yang memungkinkan,” imbuhnya.

Hal yang sama diungkapkan Dewan Pakar Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia Rochadi Tawang. Dia menjelaskan, PMK adalah virus yang penularannya sangat cepat karena menyebar lewat udara atau airborne disease. “PMK itu penularannya sangat cepat, jika sudah ada yang terkena maka dalam cepat bisa menyeluruh,” katanya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, merujuk peraturan pemerintah (PP) 4/2016 pemerintah bisa melakukan import daging dari India. Namun dalam PP tersebut, negara India belum masuk. Sehingga kelonggaran PP tersebut memberikan kemudahan daging India masuk ke dalam negeri. “Kita sudah lakukan judicial review PP ke Mahkamah Agung tapi kalah. Padahal India belum bebas PMK,” katanya.

Rochadi mencontohkan kejadian di Inggris Raya beberapa waktu lalu, dalam dua minggu seluruh ternak di Inggris terpapar wabah PMK. “Penyakit yang bisa disebarkan oleh angin karena mikroba nya atau virusnya sangat kecil, bisa di terbangkan oleh angin dan dibawa orang pindah saja sudah bisa tersebar,” ujarnya.

“Nah, ini kan kejadian-kejadian ini kami sudah menyadari tapi pemerintah merasa yakin, bahwa itu (PMK. red) bisa ditanggulangi, bisa diatasi gitu kan waktu diskusi kita di mahkamah konstitusi maupun di DPR, “ ungkap Rochadi Tawaf.

Demikian pula rencana pemerintah yang berupaya mengimpor sapi dari Brazil. Menurut dia, semestinya pemerintah harus kembali melihat kasus PMK yang pernah merebak sebelumnya. Apalagi Brazil belum bebas PMK dan Indonesia belum siap melakukan penanganannya. “Secara prosedural sapi hidup impor ini harus dikarantina di tempat tertentu. Dan ini belum dilakukan, jadi sudah terbayang bagaimana nanti,” katanya.

“Sementara dokter hewan saja melarang impor sapi dari daerah berpenyakit. Tapi kenapa pemerintah melakukan itu,” lanjut Rochadi.

Ia menambahkan, vaksinasi terhadap sapi hidup impor yang sudah dilakukan harus dilakukan secara intensif. Secara prosedural, dilakukan secara rutin setiap tahun. Dari indukan hingga anakan. “Proteksi juga harus dilakukan. Tidak sapi impor ini bebas kemana saja. Dan ini tidak dilakukan,” ungkapnya.

“Harusnya laboratorium, SDM hingga wilayah karantina, bukan merubah regulasinya. Kan kita belum siap segalanya,” imbuhnya.

Hingga saat ini pemerintah telah melakukan sejumlah Upaya penanganan PMK diantaranya menyiapkan 4 juta dosis vaksin. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan, vaksin ini rencananya akan didistribusikan pertengahan atau akhir Januari ini. “Insyaallah akhir Januari atau mungkin pertengahan Januari kita sudah siapkan secara bertahap 4 juta dosis vaksin akan didistribusikan,” jelas Agung Suganda. (nas)

Tags: Impor SapipakarPeternak Lokalwabah pmk

Berita Terkait.

Jangan Cuma Bergelar, Guru Besar Ditantang Jadi Mesin Solusi Bangsa
Nasional

Jangan Cuma Bergelar, Guru Besar Ditantang Jadi Mesin Solusi Bangsa

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:36
Sekolah Rakyat Tak Berhenti di Bangku SMA, 35 Lulusannya Dijamin Kuliah Gratis
Nasional

Sekolah Rakyat Tak Berhenti di Bangku SMA, 35 Lulusannya Dijamin Kuliah Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:01
Kekeringan Meluas, Daerah Bekasi, Banjarnegara dan Bima Mulai Krisis Air Bersih
Nasional

Kekeringan Meluas, Daerah Bekasi, Banjarnegara dan Bima Mulai Krisis Air Bersih

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:31
Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi
Nasional

1.035 Prajurit Infanteri Resmi Sandang Baret Usai Ikuti Prosesi Pembaretan di Pantai Jangkar 

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:51
AI Makin Canggih, Menaker Ingatkan SDM Tak Cukup Jago Teknologi
Nasional

FFI 2026 Bergulir, Penguatan Ekosistem Perfilman Masih Jadi PR Pemerintah

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:01
FTA Kecam Penahanan Roy Suryo dan dr. Tifa: Alarm Bahaya bagi Demokrasi dan Kebebasan Bersuara
Nasional

FTA Kecam Penahanan Roy Suryo dan dr. Tifa: Alarm Bahaya bagi Demokrasi dan Kebebasan Bersuara

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:31

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1128 shares
    Share 451 Tweet 282
  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7146 shares
    Share 2858 Tweet 1787
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

    791 shares
    Share 316 Tweet 198
Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Arab Saudi, Belgia Hadapi Iran
Olahraga

Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Arab Saudi, Belgia Hadapi Iran

Editor Laurens Dami
Minggu, 21 Juni 2026 - 20:52

INDOPOSCO.ID – Persaingan di fase grup Piala Dunia 2026 semakin memanas. Empat pertandingan penting akan digelar pada Minggu (21/6/2026) malam hingga...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia: Bungkam Tunisia 4-0, Jepang Tempel Ketat Belanda di Puncak

Hasil Piala Dunia: Bungkam Tunisia 4-0, Jepang Tempel Ketat Belanda di Puncak

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:16
Gakpo

Cetak Brace ke Gawang Swedia, Brobbey dan Gakpo Masuk Buku Sejarah Oranje

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:42
Floranus

Hasil Piala Dunia: Dominasi Laga, Ekuador Gagal Tembus Benteng Curacao

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:31
Pemain-Timnas-Jerman

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis, Brace Denis Undav Bawa Jerman Benamkan Pantai Gading

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.