• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Sikap Bank Sentral Dunia Dorong Kenaikan Harga Emas

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 6 Januari 2025 - 21:04
in Ekonomi
bank

Pramuniaga merapikan emas batangan di galeri PT Pegadaian Padang, Sumatera Barat, Selasa (29/8/2024). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/Spt.)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ekonom Keuangan dan Praktisi Pasar Modal Hans Kwee menyampaikan bahwa sikap bank- bank sentral di dunia merupakan salah satu sentimen yang mendorong kenaikan harga emas yang cukup signifikan pada akhir – akhir ini.

Ia mengatakan, banyak bank sentral yang mengganti cadangannya ke aset emas dan melepas mata uang dolar Amerika Serikat (AS), ditambah masih adanya peluang bank-bank sentral akan bersikap untuk menurunkan tingkat suku bunga acuannya ke depan.

BacaJuga:

RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang

PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon

Risiko Global Mengintai, Industri Tambang Peringatkan Dampak Pemangkasan Produksi

“Banyak bank sentral mengganti cadangan nya ke emas, melepas dolar AS. Selain itu peluang penurunan bunga acuan ke depan mendorong emas naik,” ujar Hans saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Senin (6/1).

Hans menjelaskan, penguatan nilai aset emas didorong oleh penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) yang mendorong indeks dolar AS menurun (beserta bunganya).

Selain itu, lanjutnya, penguatan nilai aset emas juga didorong oleh tensi geopolitik yang memanas, khususnya konflik antara Rusia dan Ukraina dan konflik di Timur Tengah yang berkaitan dengan Israel dan Palestina.

Ia memproyeksikan harga aset emas akan mencapai level 3.000 dolar AS per ons pada tahun 2025, yang didorong oleh penurunan suku bunga acuan oleh The Fed dan tensi geopolitik global yang akan berlanjut.

“Emas mungkin bisa mencapai 3.000 (dolar AS per ons) bila tensi geopolitik berlanjut dan pemotongan bunga The Fed tetap terjadi,” ujar Hans.

Dalam kesempatan ini, Ia merekomendasikan untuk menyimpan aset emas dalam jangka menengah, seiring dengan penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral dan tensi geopolitik global yang masih akan berlanjut.

Harga emas tercatat naik hampir 30 persen pada 2024 dan mengungguli setiap komoditas dan beberapa aset, yang mana pada Minggu (05/01), harga emas global diperdagangkan di level 2.640 per dolar AS per ons.

Melansir Survei Emas Tahunan Kitco News, sebanyak 457 investor retail berpartisipasi dalam survei dengan mayoritas Main Street memperkirakan aset emas akan mencetak rekor tertinggi baru diperdagangkan di atas 3.000 dolar AS per ons pada 2025.

Sebanyak 266 pedagang eceran atau 58 persen, memperkirakan emas akan diperdagangkan di atas level 3.000 dolar AS per ons pada 2025, dan sebanyak 103 investor atau 22 persen memperkirakan harga emas akan diperdagangkan antara 2.800 dan 3.000 dolar AS per ons pada 2025.

Kemudian, sebanyak 58 pedagang retail atau 13 persen, memperkirakan harga emas akan turun kembali ke kisaran 2.400 hingga 2.600 dolar AS per ons pada tahun 2025. (bro)

Tags: Bank Sentral Duniaharga emas

Berita Terkait.

RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang
Ekonomi

RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang

Sabtu, 11 April 2026 - 13:31
PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon
Ekonomi

PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon

Sabtu, 11 April 2026 - 10:22
Risiko Global Mengintai, Industri Tambang Peringatkan Dampak Pemangkasan Produksi
Ekonomi

Risiko Global Mengintai, Industri Tambang Peringatkan Dampak Pemangkasan Produksi

Sabtu, 11 April 2026 - 09:21
Anugerah
Ekonomi

Langkah Hijau DSLNG: dari Kepatuhan Menuju Inovasi Berkelanjutan

Jumat, 10 April 2026 - 21:43
Bear-Market
Ekonomi

5 Strategi Wajib Investor di Bear Market

Jumat, 10 April 2026 - 21:33
Farida Farichah
Ekonomi

Farida Dorong Koperasi Saling Bekerja Sama Membentuk Jaringan Ekosistem

Jumat, 10 April 2026 - 18:40

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.