• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Krisis Lingkungan dalam Kurikulum Pendidikan, UNESCO: Diberikan Sejak Dini

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 2 Desember 2024 - 22:12
in Nasional
unescooo

Manager of the Go Public Fund Education Campaign, Education Internasional HQ, Angelo Gavrielatos. (indopos.co.id/ Nasuha)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Manager of the Go Public Fund Education Campaign, Education Internasional HQ, Angelo Gavrielatos mengatakan, dampak perubahan iklim saat ini sudah sangat mendesak. Di berbagai belahan dunia, banyak terjadi bencana.

“Kita menyaksikan hampir setiap hari dampak bencana alam yang lebih ekstrem dan lebih sering,” kata Angelo Gavrielatos di sela-sela diskusi internasional terkait perubahan iklim di Jakarta, Senin (2/12/2024).

BacaJuga:

Isu BBM Naik 1 April Dibantah! Dasco: Harga Tetap, Masyarakat Diminta Tak Panik

Komisi II Dukung 552 Pemda Terlibat Implementasi PP Tunas

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Hal ini, menurut dia, UNESCO telah merekomendasikan dua hal. Di antaranya dampak krisis lingkungan mendesak tenaga pendidik untuk mengintegrasikan ke dalam kurikulum.

“Ini menjadi masalah yang harus diberikan kepada anak sejak usia dini,” katanya.

Dikatakan dia, guru harus mengembangkan isu-isu terkait perubahan iklim ke dalam pembelajaran. Lalu, strategi adaptasi lembaga pendidikan harus dilakukan berkelanjutan.

Hal ini, menurut dia, agar lembaga pendidikan mampu terhindar dari dampak negatif perubahan iklim, seperti bencana alam hingga keadaan darurat lainnya.

“Ini bisa menjadi kunci mengatasi perubahan iklim terutama pada lembaga pendidikan,” ungkapnya.

“Kami berharap melalui diskusi internasional ini bisa mengintegrasikan krisis lingkungan ke dalam pendidikan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PRGI) Prof Unifah Rosyidi menginginkan siswa dekat dengan alam. Salah satunya dengan melatih siswa banyak menanam pohon.

“Ini bagian pembelajaran bagaimana siswa mengenal apa itu perubahan iklim,” ujar Prof Unifah Rosyidi.

Ia menuturkan, pelatihan perilaku siswa untuk menjaga lingkungan merupakan bagian untuk mengurangi dampak perubahan iklim ekstrim saat ini. “Itu dari sisi perilaku, untuk gurunya mengajarkan secara terintegrasi dari mata pelajaran,” katanya. (nas)

Tags: Krisis LingkunganKurikulum Pendidikanunesco

Berita Terkait.

Isu BBM Naik 1 April Dibantah! Dasco: Harga Tetap, Masyarakat Diminta Tak Panik
Nasional

Isu BBM Naik 1 April Dibantah! Dasco: Harga Tetap, Masyarakat Diminta Tak Panik

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:29
Isu BBM Naik 1 April Dibantah! Dasco: Harga Tetap, Masyarakat Diminta Tak Panik
Nasional

Komisi II Dukung 552 Pemda Terlibat Implementasi PP Tunas

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:55
Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026
Nasional

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:47
Beli Obat Lebih Mudah melalui Super Apps BRImo, Hadirkan Layanan Pesanan Obat Antar ke Rumah
Nasional

Mengenal Desa BRILian Sumowono, Desa Sayur yang Tumbuh dan Berinovasi Bersama BRI

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:17
Perlindungan Remaja di Era Digital Jadi Sorotan, Begini Respons Pemerintah 
Nasional

Pembatasan Pusat UTBK Seleksi SNBT, Ketum SNPMB: Kami Ingin Cegak Praktik Perjokian 

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:05
Perlindungan Remaja di Era Digital Jadi Sorotan, Begini Respons Pemerintah 
Nasional

Wamenkop Dorong Koperasi TCI Sinergi dengan Kopdes Merah Putih di Tengah Kinerja yang Solid

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:33

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1240 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1066 shares
    Share 426 Tweet 267
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    789 shares
    Share 316 Tweet 197
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.