• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Waspada, Lingkar Pinggang Tanda Utama Risiko Jantung

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 12 November 2024 - 07:07
in Gaya Hidup
unpad

Peneliti Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran dr Gaga Irawan Nugraha saat memaparkan hasil penelitiannya dalam podcast Hasil Riset dan Diseminasi (HaRD Talk) Universitas Padjadjaran. Foto : Unpad.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peneliti Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran dr Gaga Irawan Nugraha dalam penelitiannya mengungkap bahwa lingkar pinggang pada tubuh dapat menjadi tanda utama sebagai faktor atas risiko penyakit jantung.

“Faktor utama yang dikaitkan dengan sindrom metabolik adalah lingkar pinggang, tekanan darah, kadar gula darah, rendahnya HDL atau kolesterol baik, dan tingginya kadar trigliserida atau LDL. Nah, kalau ada dua dari lima faktor yang disebutkan, maka tertegak dia mengalami kelainan metabolik atau sindroma metabolik. Jadi dari dua saja sudah cukup,” ujar Gaga dalam keterangan di Bandung, Senin (11/11/2024).

BacaJuga:

Teaser Perdana “The East Palace” Dirilis, Nam Joo Hyuk dan Roh Yoon Seo Berburu Arwah Penasaran di Istana Kerajaan

Lee Ye Jun Umumkan Comeback, Siap Rilis Single Emosional “Usan Eomneun Bam” pada 12 Juli 2026

RESCENE Jadi Brand Ambassador Pertama CU, Puncaki Reputasi Brand Grup Rookie K-Pop Juli 2026

Dalam penelitian bertajuk “Hubungan Komponen Sindrom Metabolik dengan Indeks Massa Tubuh” itu, dia membahas mengenai sindrom metabolik, yakni sebuah kondisi kumpulan gejala kesehatan yang menjadi indikator peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, hingga diabetes.

Dalam podcast Hasil Riset dan Diseminasi (HaRD Talk) Universitas Padjadjaran, Gaga mengungkap bahwa faktor-faktor sindrom metabolik itu, terutama lingkar pinggang berlebih dapat ditemukan pada orang-orang yang tampak sehat atau bahkan tidak mengalami obesitas.

Temuan tersebut, sekaligus meyakinkan bahwa orang dengan berat badan normal juga tetap memiliki risiko sindrom metabolik. Di mana lingkar pinggang yang masuk dalam kategori berlebih adalah yang mencapai 80 cm bagi perempuan, dan 90 cm bagi laki-laki.

Berdasarkan temuan dari penelitiannya, Gaga menyebut sekitar 20 persen orang yang mengalami sindrom metabolik tidak mengalami obesitas sama sekali. Kondisi tersebut disebabkan oleh munculnya beberapa gejala utama seperti tekanan darah maupun gula darah yang tinggi.

Menurut Gaga, para ahli dari berbagai organisasi internasional sebenarnya memiliki kriteria yang berbeda mengenai faktor sindrom metabolik. Namun, perbedaan kriteria tersebut tetap mengacu pada satu faktor utama, yaitu lingkar pinggang berlebih.

“Jadi risikonya -penyakit jantung- memang para ahli itu membuat kriteria yang berbeda-beda. Tetapi, hampir sama isinya, pokoknya ada lingkar pinggangnya,” ujar Gaga.

Lebih lanjut, Gaga mengaku bahwa obesitas tetap menjadi masalah yang cukup serius bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir angka massa tubuh atau berat badan masyarakat Indonesia meningkat hingga tiga kali lipat.

Peningkatan tersebut, mencatatkan jumlah orang dewasa di Indonesia yang mengalami obesitas mencapai 35 persen. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa satu dari tiga orang dewasa di Indonesia kini mengalami obesitas.

Dengan demikian, stroke dan jantung koroner adalah penyakit yang harus mendapat perhatian lebih saat ini, pasalnya dua penyakit tersebut adalah penyebab kematian utama di Indonesia.

Stroke maupun jantung koroner, saat ini menempati peringkat pertama dan kedua sebagai penyebab kematian paling banyak di Indonesia. Kekhawatiran juga muncul karena penyakit tersebut mulai sering terlihat pada orang-orang dengan rentang usia 40 hingga 50 tahun.

Gaga menjelaskan, sebenarnya hanya sekitar 13 persen orang yang memiliki penyakit sindrom metabolik tanpa obesitas. Namun, kategori tersebut justru memiliki tingkat mortalitas atau kematian yang paling tinggi.

“Jadi orang yang kurus dan punya kelainan metabolik, itu lebih berisiko mengalami penyakit kronis dan menyebabkan kematian dibanding orang yang obesitas,” ujarnya.

Gaga juga menganjurkan masyarakat agar bisa melakukan deteksi mandiri terkait gejala yang meningkatkan risiko penyakit jantung, mulai dari mengecek lingkar pinggang di rumah, rajin memantau berat badan, hingga rutin melakukan tes tekanan darah.

Puasa Intermitten
​​​​​​​
Salah satu tren yang tengah populer untuk mencegah obesitas dan memperbaiki gaya hidup, adalah dengan melakukan puasa intermitten yang ditujukan untuk membatasi waktu makan agar tidak terus-terusan mengkonsumsi makanan.

Namun, Gaga memperingatkan agar masyarakat berhati-hati dan tidak sembarangan menerapkan konsep puasa intermitten untuk menjaga pola makan.​​​​​​​

Gaga menyebut intermitten fasting pasti mengubah pola dan kebiasaan makan seseorang secara drastis dan dapat menyebabkan tingginya asam lambung.

Namun, dia menegaskan yang penting dari pola makan bukan hanya pada kebiasaan waktu makan, melainkan juga komposisi makanan yang dikonsumsi haruslah bergizi lengkap.

“Saya sih tidak menyarankan intermitten fasting ya. Lebih baik perbaiki, makan yang teratur dengan komposisi yang balance,” ujar Gaga.

Mengenai faktor pemicu risiko penyakit jantung, kata dia, ada beberapa kekeliruan utama di masyarakat yang berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat. Yang pertama, orang-orang yang tidak makan pagi lebih besar berpotensi terkena obesitas maupun diabetes.

Pasalnya, sarapan pagi menjadi salah satu waktu paling penting untuk mengisi tubuh dengan makanan. Menurut Gaga, ketika seseorang tidak sarapan pagi, maka otak akan tetap memberikan sensor lapar dan menyebabkan makan tidak teratur pada siang, sore, dan malam harinya.

Tidak teraturnya pola makan, menyebabkan otak mengirim sinyal lapar dan kenyang yang tidak teratur, sehingga akan terus-terusan merasa lapar.

“Nah inilah yang seringkali disebut bahwa orang tuh lapar terus-terusan. Karena pola makan yang tidak teratur, sehingga sinyal lapar nya tidak jelas,” ucap Gaga.

Selain itu, konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat sederhana seperti gula dan tepung juga harus dikurangi apabila seseorang ingin memperbaiki pola makan dan mencegah diri dari obesitas.

Guna menjaga tubuh dari gejala sindrom metabolik, Gaga mengatakan olahraga rutin dan teratur menjadi kiat untuk menjaga tubuh, dengan durasi sedikitnya 150 menit olahraga ringan-sedang dan 75 menit olahraga berat dalam satu minggu, cukup untuk menjaga kondisi badan tetap ideal.

Pasalnya, Gaga menjelaskan, ketika olahraga maka tubuh akan menggunakan lemak yang tertimbun di dalam tubuh sebagai sumber energi. Gula-gula yang menumpuk di dalam tubuh juga bisa digunakan oleh otot ketika berolahraga.

“Jaga pola makan dan komposisi makanan yang baik untuk menerapkan gaya hidup sehat agar terbebas dari sindrom metabolik yang menyebabkan risiko penyakit jantung mematikan,” tuturnya dilansir Antara. (aro)

Tags: jantungkesehatanpenyakit

Berita Terkait.

Film
Gaya Hidup

Teaser Perdana “The East Palace” Dirilis, Nam Joo Hyuk dan Roh Yoon Seo Berburu Arwah Penasaran di Istana Kerajaan

Kamis, 2 Juli 2026 - 04:02
Lee-Ye-Jun
Gaya Hidup

Lee Ye Jun Umumkan Comeback, Siap Rilis Single Emosional “Usan Eomneun Bam” pada 12 Juli 2026

Kamis, 2 Juli 2026 - 02:10
Rescene
Gaya Hidup

RESCENE Jadi Brand Ambassador Pertama CU, Puncaki Reputasi Brand Grup Rookie K-Pop Juli 2026

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:38
Fun-RUn
Gaya Hidup

Swiss-Belresort Dago Heritage Kembali Jadi Official Hotel Partner dan Start Venue untuk BDG 100 Ultra Trail Run 2026 Sambut Pelari dari Berbagai Negara

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:07
Aktor
Gaya Hidup

Byun Yo Han Banjir Pujian Usai Beri Dukungan Manis untuk Tiffany Young di Musikal Yumi Cells

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:26
SBS
Gaya Hidup

Poster Perdana ‘Flex X Cop 2’ Dirilis, Ahn Bo Hyun Tampil Lebih Dewasa dan Penuh Percaya Diri

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:25

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1644 shares
    Share 658 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1022 shares
    Share 409 Tweet 256
  • Menteri Ekraf: Arsip Jadi Jejak Transformasi Ekonomi Kreatif Indonesia

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2095 shares
    Share 838 Tweet 524
Hasil Piala Dunia: Pulangkan Bosnia dengan 10 Pemain, AS Lanjut ke 16 Besar
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Pulangkan Bosnia dengan 10 Pemain, AS Lanjut ke 16 Besar

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 2 Juli 2026 - 10:56

INDOPOSCO.ID - Amerika Serikat (AS) memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Bosnia & Herzegovina...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia: Belgia Lolos Dramatis, Penalti Ujung Laga Akhiri Mimpi Senegal

Hasil Piala Dunia: Belgia Lolos Dramatis, Penalti Ujung Laga Akhiri Mimpi Senegal

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:35
Hasil Piala Dunia: Brace Harry Kane Antar Inggris Comeback Spektakuler

Hasil Piala Dunia: Brace Harry Kane Antar Inggris Comeback Spektakuler

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:25
Tuchel

Inggris vs RD Kongo: Tuchel Minta Publik Tak Tuntut Performa Memukau

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:06
Piala-Dunia

Jadwal Piala Dunia: Inggris, Belgia dan AS Bertarung Rebut Tiket 16 Besar

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.