• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Budayawan Sebut Wayang Jadi Representasi Kehidupan Manusia

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Jumat, 8 November 2024 - 06:06
in Gaya Hidup
wayang

Budayawan Mohamad Sobary (kanan) saat dialog budaya “Nilai Etika Moral Pewayangan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” di Gedung Pewayangan Kautaman, Jakarta, Kamis (7/11/2024). (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wayang, sebagai salah satu warisan budaya yang tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menyimpan pesan mendalam terkait etika dan moral kehidupan manusia.

Hal tersebut ditegaskan oleh Budayawan Mohamad Sobary, yang melihat wayang sebagai sebuah representasi dari kehidupan manusia, bukan sebagai sumber ajaran yang berdiri sendiri.

BacaJuga:

Semarak Kemerdekaan, Swiss-Belhotel Pondok Indah Luncurkan “Podjok Ningrat”

Surga Kuliner Nusantara! Festival ‘Kampung Legendaris’ Mal Ciputra Jakarta Boyong Santapan Lintas Generasi Tanpa Perlu Keluar Kota

Semarak HUT ke-81 RI, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan “Spirit of Independence”

“Wayang itu hanya representasi dari kehidupan manusia. Jadi wayang bukan sumber, sumbernya itu hidup kita, tapi hidup kita dijadikan kisah dalam dunia sastra namanya wayangan. Jadi wayang bukan sumber dari apa yang kita jadikan kiblat. Kita ini dijadikan kiblat bagi dunia wayang,” kata Sobary saat dialog budaya “Nilai Etika Moral Pewayangan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” di Gedung Pewayangan Kautaman, Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (7/11/2024).

Dalam dunia sastra sendiri, wayang sebanding dengan bentuk-bentuk sastra lain seperti novel, puisi, drama, atau film yang mencerminkan kehidupan manusia dalam berbagai dimensi.

Dengan kata lain, wayang bukanlah sumber dari moral dan etika, melainkan justru kehidupan manusia dan ajaran-ajaran luhur yang ada di dalamnya, yang kemudian dituangkan dalam bentuk wayang.

Sobary menjelaskan terdapat tiga “kiblat” yang menjadi pedoman dalam mengarungi kehidupan. “Kiblat pertama itu karya para pujangga. Kiblat kedua kehidupan para resi. Yang ketiga itu ajaran agama,” ungkapnya.

Dari ketiga sumber tersebut, wayang lahir dan berkembang sebagai bentuk seni yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik masyarakat untuk memahami etika dan moral yang seharusnya dijunjung.

Sobary menambahkan bahwa wayang memiliki kekuatan untuk mengajarkan etika, yaitu bagaimana kita seharusnya bertindak dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam masyarakat maupun dalam konteks negara.

Etika yang ada dalam dunia wayang, menurutnya, tidak hanya berlaku bagi individu, tetapi juga bagi pemimpin.

Pemimpin yang baik, seperti dalam cerita-cerita wayang, adalah pemimpin yang memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai moral, adil, dan bijaksana.

Dalam konteks tersebut, wayang dapat dilihat sebagai alat pendidikan moral, di mana setiap tindakan dan pilihan yang diambil oleh tokoh-tokohnya memiliki konsekuensi yang mengajarkan masyarakat untuk memilih jalan yang benar.

Etika dalam wayang bukan hanya berbicara tentang perbuatan baik atau buruk, tetapi lebih kepada bagaimana hidup dengan penuh kesederhanaan, kejujuran, dan tanggung jawab terhadap sesama.

Dengan demikian, wayang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya etika dan moral dalam kehidupan, yang selaras dengan ajaran-ajaran luhur yang mengarah pada kebaikan dan keadilan sosial. (dam)

Tags: budayawanRepresentasi Kehidupan Manusiawayang

Berita Terkait.

swissbell
Gaya Hidup

Semarak Kemerdekaan, Swiss-Belhotel Pondok Indah Luncurkan “Podjok Ningrat”

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:06
Festival-Kuliner
Gaya Hidup

Surga Kuliner Nusantara! Festival ‘Kampung Legendaris’ Mal Ciputra Jakarta Boyong Santapan Lintas Generasi Tanpa Perlu Keluar Kota

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:13
grandhika
Gaya Hidup

Semarak HUT ke-81 RI, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan “Spirit of Independence”

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:02
V23
Gaya Hidup

Antusiasme Konsumen Menguat, iCAR Catat Lebih dari 1.000 SPK di GIIAS 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:08
changan
Gaya Hidup

Changan Makin Dekat dengan Masyarakat Bali, Dealer 3S Resmi Beroperasi di Jimbaran

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:17
Asus
Gaya Hidup

ASUS ExpertBook P5 G2, Teman Kerja Ringkas dengan Performa dan Fitur AI

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:08

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1167 shares
    Share 467 Tweet 292
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3715 shares
    Share 1486 Tweet 929
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    865 shares
    Share 346 Tweet 216
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.