• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Penelitian Terbaru FKI Temukan Anak SD Kurang Gizi 3 Kali lebih Berisiko Working Memory Rendah

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 22 Oktober 2024 - 12:30
in Gaya Hidup
FKI
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sebuah studi yang dilakukan organisasi kajian nirlaba Fokus Kesehatan Indonesia (FKI) pada 500 Anak Sekolah Dasar di Jakarta menemukan bahwa anak-anak sekolah dasar yang kekurangan zat besi dan berisiko mengalami anemia, kekurangan energi, dan memiliki perawakan pendek terbukti berisiko gangguan kemampuan belajar.

Penelitian yang dipimpin langsung oleh Direktur Eksekutif FKI, Prof. Nila F Moeloek dan Koordinator Riset dan Kajian FKI Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH menyimpulkan bahwa anak dengan kondisi kurang zat besi, kurang energi, dan perawakan pendek karena kurang gizi berisiko hingga tiga kali lipat lebih tinggi untuk mengalami gangguan memori kerja (working memory) dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki status gizi baik.

BacaJuga:

Kilau Raya MNCTV 35 : Nostalgia Lagu-Lagu Terbaik Kangen Band, Pertunjukkan Drone Show dan Bambu Gila di Harmony of Kangen

CGBIO Hadirkan Dokter Korea Selatan di Bali, Gelar Pelatihan Estetika Medis Internasional

All Sedayu Hotel Kelapa Gading, Pilihan Ideal untuk Tamu Bisnis dan Keluarga di Jakarta Utara

Menurut Prof Nila Moeloek, “Temuan ini merupakan peringatan keras terhadap masa depan kesehatan dan pendidikan di Indonesia. Karena working memory adalah indikator sangat penting untuk keberhasilan belajar anak di sekolah. Working memory itu dibutuhkan agar anak bisa mengikuti instruksi guru, fokus pada tugas pelajaran, bahkan untuk menghafal dan menginterpretasikan informasi jangka pendek. Nah kalau skor working memory nya rendah maka proses dasar otak untuk belajar selama sekolah tidak akan berjalan dengan baik,” ungkap Menteri Kesehatan RI 2014-2019 ini.

Sementara menurut Dr Ray Wagiu Basrowi, “Penelitian FKI ini membuktikan bahwa fakta adanya kondisi kurang gizi, dan anemia defisiensi besi pada anak SD ini bisa mengancam prestasi akademik murid sekolah dasar dikemudian hari, apabila jika ini terjadi pada jumlah anak yang lebih banyak. Dari evaluasi kami juga ditemukan bahwa murid sekolah dasar kelas 3 hingga 5 di Jakarta hampir 30% anak yang anemia mengalami gangguan memori kerja. Gangguan ini secara langsung berdampak pada kemampuan mereka untuk konsentrasi, memproses dan menyimpan informasi saat belajar,” ungkap Ray yang juga merupakan pendiri Health Collaborative Center (HCC) ini.

Temuan lain: Anemia dan Perawakan Pendek Ganggu Kemampuan Belajar

Lebih dari 19% anak-anak dalam studi ini juga terbukti mengalami anemia, yang sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi. Prof Nila Moeloek dan Dr Ray Basrowi menjelaskan, “Ironisnya, anemia bukan hanya masalah kesehatan fisik tetapi juga sangat memengaruhi kemampuan kognitif anak-anak. Anak-anak dengan anemia memiliki skor memori kerja yang jauh lebih rendah, bahkan berdampak klinis yang sangat nyata. Anemia Kurang besi secara langsung membatasi kemampuan anak untuk menyerap informasi, berpikir logis, dan berpartisipasi aktif di kelas,” ujar kedua inisiator Fokus Kesehatan Indonesia (FKI) ini.

Asupan Gizi Murid Kurang Energi, Harus Cukup Makan Selama Sekolah?

Lebih lanjut, Prof Nila Moeloek menegaskan, penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya asupan zat gizi makro adalah penyebab mayor dari masalah ini. 28% anak-anak memiliki asupan energi yang tidak mencukupi, dan lebih dari 63% anak kekurangan karbohidrat. “Ini adalah fakta yang bisa dihubungkan secara medis bahwa anak-anak SD banyak yang tidak cukup makan, sehingga asupan gizi terutama gizi makro menjadi tidak cukup. Padahal asupan gizi makro ini penting sekali karena langsung dipakai tubuh dan otak sebagai energi untuk aktivitas, berpikir, bermain, dan belajar, jadi kalau memang makan tidak cukup makan energinya juga tidak tersedia untuk belajar dan bermain di sekolah,” tegasnya.

Dampak Luas pada Pendidikan dan Ekonomi Bangsa

Jika gangguan memori kerja ini tidak segera ditangani, dampaknya pada kualitas pendidikan di Indonesia akan semakin besar. Anak-anak yang memiliki gangguan memori kerja tidak hanya kesulitan belajar, tetapi juga akan mengalami kesulitan dalam mencapai potensi penuh mereka dalam kehidupan sosial dan karier dimasa depan. Ini bukan hanya masalah kesehatan individu, tetapi juga masalah ekonomi. Apa yang ditemukan dalam penelitian ini adalah puncak gunung es, dan jika tidak ada intervensi segera, kita akan melihat generasi yang terjebak dalam lingkaran kekurangan gizi, pendidikan yang tidak baik, dan hilangnya kesempatan hidup berkualitas.

Langkah Mendatang: Solusi Gizi yang Diperlukan Segera

Dalam penelitian oleh tim yang diperkuat oleh Dr. Tonny Sundjaya, Dr. Kianti Raisa dan Dr. Eric Tjoeng ini menegaskan pentingnya tindakan segera. Program intervensi gizi yang menyeluruh dan berkelanjutan harus menjadi prioritas utama pemerintah. Program pemberian makan siang bergizi di sekolah juga menjadi salah satu potensi solusi, asalkan dijalankan dengan baik dan memastikan makanan dikonsumsi secara habis di sekolah oleh semua murid.

Setiap anak yang kekurangan gizi adalah kehilangan masa depan bangsa. Apa yang dipertaruhkan bukan hanya kesehatan individu, tetapi kesehatan masa depan ekonomi dan sosial negara. Memperbaiki status gizi anak-anak Indonesia harus menjadi prioritas nasional untuk membangun generasi penerus yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di kancah global. (ibs)

Tags: Anak SDFokus Kesehatan IndonesiaKurang Gizi

Berita Terkait.

mnc
Gaya Hidup

Kilau Raya MNCTV 35 : Nostalgia Lagu-Lagu Terbaik Kangen Band, Pertunjukkan Drone Show dan Bambu Gila di Harmony of Kangen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:08
cgbio
Gaya Hidup

CGBIO Hadirkan Dokter Korea Selatan di Bali, Gelar Pelatihan Estetika Medis Internasional

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:06
sedayu
Gaya Hidup

All Sedayu Hotel Kelapa Gading, Pilihan Ideal untuk Tamu Bisnis dan Keluarga di Jakarta Utara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 04:04
ban
Gaya Hidup

Bridgestone Indonesia Hadirkan Berbagai Inisiatif Keberlanjutan untuk Lingkungan dan Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:22
oakwood
Gaya Hidup

Pastis Jakarta Hadirkan Menu Jepang, dari Beef Yakiniku hingga Kreasi Matcha

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:20
siloam
Gaya Hidup

Ancaman Fatal Osteoporosis: Patah Tulang Panggul dan Dampaknya pada Lansia

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:25

OLAHRAGA

persija
Olahraga

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Editor Laurens Dami
Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51

INDOPOSCO.ID – Persija Jakarta memburu kebangkitan saat menjamu Arema FC pada pekan keenam Super League 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga,...

SelengkapnyaDetails
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31
Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:40
bultang

Usai Juara Denmark Open 2026, Fikri Ungkap Pelajaran Berharga dari Pengalaman Fajar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:48

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2640 shares
    Share 1056 Tweet 660
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1393 shares
    Share 557 Tweet 348
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1272 shares
    Share 509 Tweet 318
  • IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

    1097 shares
    Share 439 Tweet 274
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.