• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Asosiasi: Upaya Pemerataan Dokter hingga ke Daerah Harus Diperkuat

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 13 Oktober 2024 - 04:33
in Nasional
Ketua Umum AIPKI Budi Santoso usai menghadiri Pertemuan Ilmiah dan Mukernas XIV PDUI di Jakarta, Sabtu (12/10/2024). Foto: ANTARA

Ketua Umum AIPKI Budi Santoso usai menghadiri Pertemuan Ilmiah dan Mukernas XIV PDUI di Jakarta, Sabtu (12/10/2024). Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Umum Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Budi Santoso mengatakan, upaya pemerataan dokter hingga ke daerah-daerah harus ditingkatkan kembali sehingga turut memperkuat sistem kesehatan primer di Indonesia.

Budi dalam Pertemuan Ilmiah dan Mukernas XIV PDUI di Jakarta Sabtu (12/10) mengatakan, tidak harus semua dokter spesialis berada di layanan primer mengingat produksi dokter spesialis membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Oleh sebab itu, peran dokter umum di layanan primer harus terus dioptimalkan, sehingga daerah-daerah terpencil tidak kekurangan dokter.

BacaJuga:

“This Giant is Waking Up”: Prabowo Kirim Sinyal Kebangkitan Indonesia ke Dunia

KKP Hentikan Sementara Operasional UPI di Denpasar untuk Lindungi Tahura Ngurah Rai

Momentum Libur Hari Raya Tunjukan Pergerakan Wisnus Meski Pertumbuhan Ekonomi Melambat

“Kita ini adalah negara dengan banyak pulau mulai dari Sabang sampai Merauke, dan ini merupakan sebuah tantangan. Berapapun jumlah dokter yang diproduksi, kalau tidak dilakukan sebuah distribusi yang baik maka kita akan tetap mengatakan bahwa itu kekurangan,” katanya.

Budi mengingatkan, negara harus hadir untuk mendistribusikan para dokter hingga ke daerah terpencil, baik dokter umum maupun dokter spesialis. Para dokter yang bersedia mengabdikan diri di daerah-daerah terpencil juga harus diberikan penghargaan atau insentif tertentu, sehingga kesejahteraannya terjamin.

Ia juga menggarisbawahi tantangan peningkatan kualitas lulusan dokter seiring dengan jumlah fakultas kedokteran (FK) yang terus bertambah. Pada tahun ini, tercatat ada sebanyak 117 fakultas kedokteran, naik signifikan dibandingkan tahun 2022 yang tercatat sebanyak 92 fakultas kedokteran.

“Apa yang kita pertanyakan? Adalah bagaimana kualitas yang diproduksi oleh fakultas kedokteran baru, harus sama dengan fakultas-fakultas kedokteran yang lebih awal. Itu adalah tuntutannya,” ujarnya.

Budi mengingatkan, fakultas kedokteran yang baru berdiri harus mampu menghasilkan lulusan dengan kualitas yang sama seperti fakultas kedokteran yang telah lama eksis. Dengan begitu, lulusan dokter yang dihasilkan memiliki standar kompetensi minimal yang bisa memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat di Indonesia.

Sementara itu, Presidium Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Imelda Datau mengatakan bahwa sebaiknya ada standar tertentu yang harus dipenuhi perguruan tinggi untuk mendirikan fakultas kedokteran. Tidak hanya standar izin pendirian, tetapi juga mempertimbangkan ketersediaan dosen dan fasilitas pendukung. Dengan begitu, diharapkan terjadi peningkatan kualitas lulusan dokter.

Ia juga mengamini bahwa distribusi dokter harus menjangkau hingga wilayah terpencil dan tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Namun permasalahannya, menurut Imelda, kesejahteraan dokter yang mengabdi di daerah terpencil belum terjamin.

“Harus seimbang. Kita menuntut mereka bekerja dan mengabdi pada negara dan bangsa, tapi tolong juga diperhatikan kesejahteraannya. Sebetulnya banyak dokter yang sudah mengabdi tanpa memikirkan bayaran, banyak. Hanya itu tidak diangkat -mendapat sorotan-,” kata Imelda. (bro)

Tags: AIPKIdokterPemerataan Dokter

Berita Terkait.

bowo
Nasional

“This Giant is Waking Up”: Prabowo Kirim Sinyal Kebangkitan Indonesia ke Dunia

Jumat, 10 April 2026 - 08:25
Petugas
Nasional

KKP Hentikan Sementara Operasional UPI di Denpasar untuk Lindungi Tahura Ngurah Rai

Jumat, 10 April 2026 - 04:30
Penumpang
Nasional

Momentum Libur Hari Raya Tunjukan Pergerakan Wisnus Meski Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Jumat, 10 April 2026 - 02:18
Ratu-Ayu
Nasional

Isyana: Kemendukbangga Hadirkan Program Prioritas Dukung Perempuan melalui GATI dan Tamasya

Jumat, 10 April 2026 - 00:46
Penggilingan
Nasional

Gabah Turun Akibat Ratusan Hektar Sawah Rusak, Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji Audiensi ke DPR

Kamis, 9 April 2026 - 23:45
Anugerah
Nasional

Hijau Makin Dominan, PLN NP Lampaui KPI PROPER 2025

Kamis, 9 April 2026 - 22:24

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    675 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.