• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Akademisi: Penambahan Kementerian untuk Permudah Kinerja Pemerintah

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 02:22
in Nasional
pks

Presiden Terpilih sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua Dewan Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri (kanan) beserta beberapa pimpinan PKS, menjawab pertanyaan awak media usai bersilaturahmi di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (11/10/2024). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penambahan kementerian/lembaga pada pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mempermudah kinerja dalam menuntaskan target-target kerjanya sesuai janji yang dikampanyekan, kata Akademisi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Ardli Johan Kusuma.

“Dengan undang-undang perubahan UU Nomor 39 tahun 2008, presiden bisa menentukan jumlah kementerian sesuai dengan kebutuhan program kerjanya yang sepintas nampak rasional,” kata Ardli saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

BacaJuga:

Bersaing dengan Perguruan Tinggi, Tren Siswa Masuk PTKIN Meningkat

Menteri PANRB Bahas Penguatan Integrasi Layanan BPJS pada MPP dan Portal INAku, Ini Alasannya

Pemerintah Ingatkan Masyarakat tak Tergiur Tawaran Jalur Haji Tidak Resmi

Menurut dia, penambahan kementerian dan lembaga negara tujuannya mempermudah kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran yang sudah dikampanyekan pada masa Pemilu 2024.

Ia menjelaskan bahwa penambahan kementerian dan lembaga tentunya memiliki beberapa tantangan serius. Misalnya saja saat ini dengan kementerian yang sudah ada masih ada persoalan-persoalan ego sektoral antar kementerian ataupun lembaga.

“Sepatutnya presiden tetap harus mempertimbangkan dan memperhitungkan secara mendalam jika ingin menambah kementerian dan juga lembaga pemerintah,” tuturnya.

Ardli menambahkan, masih banyak masalah-masalah di negara ini tidak dapat terselesaikan karena terganjal ego sektoral. Untuk itu pemerintah selanjutnya perlu menuntaskan persoalan ego sektoral tersebut dan memaksimalkan kinerja kementerian atau lembaga yang sudah ada.

Selain itu, lanjut Ardli, keleluasaan pembentukan kementerian baru juga harus dilihat secara lebih kritis kaitannya dengan potensi kepentingan politik di baliknya.

“Jangan sampai nanti pembentukan kementerian baru bukan berlandaskan kebutuhan penyelesaian atas adanya persoalan-persoalan yang dihadapi, tetapi lebih kepada mengakomodir kepentingan politis terkait penyediaan jabatan-jabatan bagi para elit politik,” katanya

Untuk itu, lanjut Ardli, wacana penambahan jumlah kementerian dan juga lembaga pada pemerintahan Prabowo-Gibran sebaiknya benar-benar dikaji berdasarkan kebutuhan penyelesaian persoalan rakyat, dan bukan pertimbangan politis. (bro)

Tags: akademisiPenambahan KementerianPermudah Kinerja Pemerintah

Berita Terkait.

ptkin
Nasional

Bersaing dengan Perguruan Tinggi, Tren Siswa Masuk PTKIN Meningkat

Minggu, 5 April 2026 - 00:30
RW
Nasional

Menteri PANRB Bahas Penguatan Integrasi Layanan BPJS pada MPP dan Portal INAku, Ini Alasannya

Sabtu, 4 April 2026 - 21:13
Jemaah-haji
Nasional

Pemerintah Ingatkan Masyarakat tak Tergiur Tawaran Jalur Haji Tidak Resmi

Sabtu, 4 April 2026 - 20:05
Penumpang-Kereta
Nasional

10 Kota Jadi Tujuan Favorit pada Libur Panjang Akhir Pekan Ini

Sabtu, 4 April 2026 - 17:11
Nanik-S.-Deyang
Nasional

60 Siswa Keracunan MBG di Jaktim, BGN Akui Operasikan Dapur Tak Layak

Sabtu, 4 April 2026 - 15:26
Rakor-terbatas
Nasional

Rakortas Tata Kelola Program MBG, Wamen Isyana Harap Pelaksanaan Bagi 3B Ditingkatkan

Sabtu, 4 April 2026 - 13:14

BERITA POPULER

  • darwati

    Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1092 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    698 shares
    Share 279 Tweet 175
  • Arus Balik Lebaran 2026 di Tol Cipali Capai 3.500 Kendaraan per Jam, Jelang Sore Lancar

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.