• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Petani Cabai di Lebak Keluhkan Persoalan Pemasaran karena Harga Anjlok

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Minggu, 22 September 2024 - 14:09
in Ekonomi
Petani-Cabai

Petani cabai di Kecamatan Cikulur, Lebak, Banten, tengah merawat dengan pemberian pupuk serta air agar tumbuh subur sehingga menghasilkan produksi yang baik saat panen. (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejumlah petani cabai di Kabupaten Lebak, Banten, mengeluhkan kesulitan untuk pemasaran sehingga harga anjlok yang awalnya Rp40 ribu kini menjadi Rp15 ribu per kilogram.

“Kami kebingungan panen cabai merah keriting yang biasanya ditampung tengkulak, namun kini tidak ada,” kata Sarowi (50), seorang petani cabai di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, seperti dikutip Antara, Sabtu (21/9/2024).

BacaJuga:

DPR Ngebut RUU Ketenagalistrikan, Eddy Soeparno Singgung Peran Listrik sebagai Tulang Punggung Transisi Energi

125 Tahun Jadi Teman Finansial Masyarakat, PT Pegadaian Ekspansi Internasional ke Timor Leste

Pererat Silaturahmi, Oakwood Suites Kuningan Jakarta Hadirkan Halal Bi Halal Celebration

Menurutnya pula, para petani cabai yang panen September 2024 di Kabupaten Lebak dipastikan merugi, karena harga di pasaran tidak sebanding dengan biaya produksi.

Saat ini, para petani setempat merasa kesulitan untuk memasarkan produk komoditas cabai hasil panen.

Biasanya, tengkulak menampung hasil panen cabai petani untuk dipasok ke Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang, tetapi kini tidak ada.

Kemungkinan tengkulak itu sekarang panen cabai dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah, sehingga harga cabai terjadi penurunan.

“Kami sekarang hanya melayani permintaan warga dengan harga Rp15 ribu per kilogram dan paling banyak hanya 10-20 kilogram per hari,” kata Sarowi pula.

Menurut dia, normalnya panen cabai keriting merah menghasilkan ekonomi Rp35 juta dari lahan seluas 3.000 meter, tetapi saat ini dipastikan merugi, karena tidak ada tengkulak yang biasa menampung itu.

Oleh karena itu, pihaknya berharap para pedagang besar di Rangkasbitung maupun Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang menampung cabai petani Lebak.

“Kami berharap cabai panen itu ada yang menampung dengan harga stabil, sehingga bisa menguntungkan ekonomi petani,” katanya.

Begitu juga petani lainnya, Sumardi (55) di Warunggunung Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya kini kebingungan untuk menjual hasil panen cabai karena harganya turun drastis dari Rp40 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.

Selain itu juga yang biasanya ditampung oleh tengkulak, namun kini tidak ada.

“Kami memastikan petani merugi hasil panen itu, karena kesulitan memasarkan dan jika lebih satu pekan kedepan bisa buruk,” katanya menjelaskan.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Yani mengatakan harga berbagai jenis cabai saat ini mengalami penurunan sehubungan memasuki panen dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Untuk cabai keriting merah yang satu bulan lalu menembus Rp55 ribu, tetapi sekarang Rp25 ribu per kilogram.

Begitu juga cabai merah besar sebelumnya Rp50 ribu, sekarang menjadi Rp20 ribu per kilogram.

“Kami yakin pasokan cabai melimpah di pasar tradisional karena memasuki panen di berbagai daerah penghasil cabai,” katanya lagi. (dam)

Tags: BantenlebakpemasaranPetani Cabai

Berita Terkait.

addy
Ekonomi

DPR Ngebut RUU Ketenagalistrikan, Eddy Soeparno Singgung Peran Listrik sebagai Tulang Punggung Transisi Energi

Senin, 30 Maret 2026 - 22:22
gadai
Ekonomi

125 Tahun Jadi Teman Finansial Masyarakat, PT Pegadaian Ekspansi Internasional ke Timor Leste

Senin, 30 Maret 2026 - 19:19
oakwood
Ekonomi

Pererat Silaturahmi, Oakwood Suites Kuningan Jakarta Hadirkan Halal Bi Halal Celebration

Senin, 30 Maret 2026 - 16:46
bri
Ekonomi

Desa BRILiaN Tompobulu: Bukti Nyata Sinergi Potensi Lokal dan Digitalisasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Senin, 30 Maret 2026 - 16:36
Lebaran Tetap Ekspor, Maesindo Kirim 7.622 Karton Produk dari Bantul ke Berbagai Benua
Ekonomi

Lebaran Tetap Ekspor, Maesindo Kirim 7.622 Karton Produk dari Bantul ke Berbagai Benua

Senin, 30 Maret 2026 - 16:16
honda
Ekonomi

Usai Mudik, Jangan Abaikan Kondisi Motor: 5 Pengecekan Ini Wajib Dilakukan Agar Tetap Prima

Senin, 30 Maret 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    984 shares
    Share 394 Tweet 246
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    764 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    712 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.