• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Tumbuh Positif, BNI Catat Laba Bersih Rp10,7 Triliun

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 23 Agustus 2024 - 16:25
in Ekonomi
Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI Royke Tumilaar (tengah), Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini (kanan), dan Direktur Retail Banking BNI Corina Leyla Karnalies (kiri), dalam Paparan Kinerja Semester I tahun 2024 di Jakarta, Kamis (22/8/2024). Foto: Dokumen BNI

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI Royke Tumilaar (tengah), Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini (kanan), dan Direktur Retail Banking BNI Corina Leyla Karnalies (kiri), dalam Paparan Kinerja Semester I tahun 2024 di Jakarta, Kamis (22/8/2024). Foto: Dokumen BNI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOS.CO.ID – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan laba bersih secara konsolidasi hingga Juni 2024 sebesar Rp10.7 triliun. Angka ini mengalami pertumbuhan 3,8 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pencapaian laba yang baik ini didukung kinerja kredit yang mengalami akselerasi di kuartal II sehingga BNI mampu mencatatkan pertumbuhan kredit per Juni 2024 sebesar 11,7 persen secara yoy menjadi Rp727 triliun.

BacaJuga:

Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan Usaha 776 Wirausaha Terdampak Bencana di Aceh

Dukung Kemandirian Energi Nasional, Kemenkop dan Aspebindo Siap Perkuat Sinergi

Pertamina dan Kemenkop Dorong Minyak Jelantah Jadi Sumber Energi Terbarukan

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar mengatakan, akselerasi pertumbuhan kredit ini juga tidak lepas dari stabilnya perekonomian nasional di tengah kondisi global yang sangat dinamis, serta operating environment yang membaik bagi perbankan.

Terutama sejak Bank Indonesia (BI) memberikan insentif berupa pelonggaran atas kewajiban pemenuhan giro wajib minimum (GWM) dalam rupiah kepada bank yang menyalurkan kredit kepada sektor tertentu, yang berlaku sejak 1 Juni 2024.

Dengan memanfaatkan insentif ini, perbankan memperoleh tambahan likuiditas yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada masyarakat. Selain itu, pemberian insentif ini juga berdampak positif pada Cost of Fund (CoF) yang mulai menunjukkan perbaikan di kuartal II tahun 2024.

Penyaluran kredit atau loan disbursement BNI selama semester I-2024 mencapai Rp171 triliun, meningkat 48 persen dibandingkan semester I-2023, yang disalurkan terutama pada korporasi blue chip, baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Adapun tiga sektor ekonomi dengan penyaluran kredit terbesar adalah perdagangan, energi dan manufaktur. Namun, secara umum BNI masih melihat loan demand yang cukup baik di seluruh sektor ekonomi.

“Ekspansi kredit kami fokuskan pada debitur top tier di masing-masing industri dan regional yang diikuti optimalisasi bisnis dari ekosistem debitur, sehingga mendorong pertumbuhan kredit di segmen lainnya, seperti consumer yang tumbuh hingga 15,1 persen secara yoy,” kata Royke, dalam Paparan Kinerja Semester I tahun 2024 di Jakarta, Kamis (22/8/2024).

Direktur Finance Novita Widya Anggraini juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, akselerasi kredit ini dilakukan dengan tetap mengedepankan asas kehati-hatian dimana sumber pertumbuhan kredit datang dari segmen berisiko rendah, yaitu korporasi blue chip, baik swasta dan BUMN, maupun kredit consumer serta perusahaan anak.

Kredit segmen korporasi tumbuh 18,7 persen secara yoy menjadi Rp403,1 triliun yang berasal dari korporasi blue chip, baik swasta maupun BUMN. Segmen consumer tumbuh 15,1 persen secara yoy menjadi Rp132,7 triliun, yang dikontribusikan terutama dari pertumbuhan personal loan dan kredit pemilikan rumah.

Pertumbuhan kredit yang tinggi dilakukan di tengah relaksasi GWM yang diberikan oleh BI melalui insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM). Relaksasi GWM ini memberikan tambahan likuiditas yang dioptimalkan untuk mendukung penyaluran kredit sekaligus dimanfaatkan untuk memperbaiki struktur DPK BNI, dengan cara mengurangi porsi dana institusi pada giro dan deposito, lalu menggantikannya dengan deposito retail atau perorangan yang lebih efisien dari sisi bunga.

“Hasilnya terlihat dari total DPK kami di semester I-2024 yang tercatat tumbuh 1 perse secara yoy, didukung oleh pertumbuhan tabungan 4,3 persen secara yoy dan giro 1,1 persen secara yoy,” sebutnya.

Sementara deposito terkoreksi 2,6 persen secara yoy. Hal ini mendorong rasio CASA terhadap DPK naik menjadi 70,7 persen dibandingkan setahun sebelumnya yang tercatat sebesar 69,6 persen.

“Upaya tersebut menghasilkan efisiensi CoF, sehingga CoF di kuartal II-2024 menjadi 2,72 persen, membaik 7 bps dibandingkan kuartal sebelumnya,” ucap Novita.

Sementara itu, Direktur Retail Banking BNI, Corina Leyla Karnalies memaparkan, melalui agenda transformasi, BNI melakukan penajaman fokus bisnis dan perbaikan proses bisnis yang memungkinkan segmen consumer menjadi pilar pertumbuhan kedua setelah korporasi.

Segmen consumer telah tumbuh rata-rata 12 persen per tahun sejak 2020, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit secara total bankwide yang rata-rata tumbuh sebesar 8 persen per tahun sejak 2020. Hingga semester I-2024, segmen consumer mampu tumbuh 15,1 persen secara tahunan, yang didorong payroll loan dan kredit pemilikan rumah.

“Saat ini kami memiliki posisi yang cukup kuat di industri, dimana untuk produk-produk utama seperti KPR, personal loan dan kartu kredit, BNI menjadi Top-3 dan Top-4 di industri,” terangnya.

Salah satu kunci pertumbuhan bisnis yang kuat di segmen consumer adalah optimalisasi bisnis dari ekosistem nasabah korporasi, serta memperdalam bisnis dari kemitraan dengan top developer di Indonesia.

“Ke depan, kami akan terus berupaya memperkuat proposisi bisnis consumer kami sebagai lifetime banking partner, salah satu yang kami lakukan itu menyelenggarakan BNI Expo, yakni pameran tematik yang berlangsung pada 2-4 Agustus 2024 di ICE ( Indonesia Convention Exhibition) BSD, Tangerang,” jelas Corina.

Hingga Juni 2024, jumlah Agen Laku Pandai BNI Agen46 telah mencapai 205.379, meningkat 18,2 persen secara yoy. Jaringan ini menjangkau lebih dari 6 ribu kecamatan dan 35 ribu kelurahan/desa di seluruh Indonesia. (rmn)

Tags: bnikinerja perusahaanLaba BersihPertumbuhan Kredit

Berita Terkait.

umkm
Ekonomi

Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan Usaha 776 Wirausaha Terdampak Bencana di Aceh

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:23
ferry
Ekonomi

Dukung Kemandirian Energi Nasional, Kemenkop dan Aspebindo Siap Perkuat Sinergi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:02
Pertamina dan Kemenkop Dorong Minyak Jelantah Jadi Sumber Energi Terbarukan
Ekonomi

Pertamina dan Kemenkop Dorong Minyak Jelantah Jadi Sumber Energi Terbarukan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:56
minyak
Ekonomi

Rig Pertamina Drilling Sukses, Sumur BNG-084 Alirkan Minyak dan Gas Alami

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:15
Subholding Upstream Pertamina Raih 2 Penghargaan Energi Subroto 2026
Ekonomi

Pertamina Gandeng Sonatrach dan Pemerintah Algeria, Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:05
NOBI Project dan JJ Glow Gelar LIVE Bootcamp Bandung, Perluas Ekosistem Affiliate TikTok Shop
Ekonomi

NOBI Project dan JJ Glow Gelar LIVE Bootcamp Bandung, Perluas Ekosistem Affiliate TikTok Shop

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:45

OLAHRAGA

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting
Olahraga

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13

INDOPOSCO.ID – Persaingan Super League 2026/2027 semakin memanas. Memasuki pekan kedelapan, sejumlah duel menarik siap tersaji pada 30 Oktober hingga...

SelengkapnyaDetails
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5154 shares
    Share 2062 Tweet 1289
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1102 shares
    Share 441 Tweet 276
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.