• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Permintaan Gas Alam Cair Global Meningkat, Jadi Potensi Bisnis Terminal Receiving LNG

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 20 Juni 2024 - 22:02
in Ekonomi
ratioco

Manager Business Development PT Perta Arun Gas Ratio Fitra Maliki, dalam Forum Gas dan Bumi di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Kamis (20/6/2024). Foto: SKK Migas

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Permintaan global untuk gas alam cair (LNG/liquefied natural gas) diperkirakan meningkat lebih dari 50 persen pada tahun 2040, karena peralihan batubara-ke-gas industri makin cepat di Tiongkok dan negara-negara Asia Selatan dan Asia Tenggara menggunakan lebih banyak LNG untuk mendukung pertumbuhan ekonomi mereka. Hal ini membuka peluang bisnis baru bagi kontraktor terminal receiving LNG di Indonesia, salah satunya PT Perta Arun Gas.

Manager Business Development PT Perta Arun Gas Ratio Fitra Maliki mengatakan, peluang LNG di Asia akan makin bertumbuh sekitar 47 persen dan pemenuhan gas sekitar 69 persen di Asia harus dipenuhi oleh LNG. Terlebih dengan adanya penemuan sumber daya gas bumi di Andaman beberapa waktu lalu.

BacaJuga:

RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang

PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon

Risiko Global Mengintai, Industri Tambang Peringatkan Dampak Pemangkasan Produksi

“Nah ini akan menjadi game changer bagi bisnis gas di Indonesia ketika gas dari Andaman dengan reserve yang mungkin lebih dari 6 BCF itu akan masuk di kawasan Aceh, kemudian pipa Semangke ke Dumai terealisasi dan pipa dari Cirebon ke Batang juga terealisasi, maka Sumatera-Jawa akan terhubung ini akan established,” ungkapnya dalam Forum Gas dan Bumi di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Kamis (20/6/2024).

Fitra menjelaskan, tantangan LNG di Tanah Air yaitu Indonesia berada di kepulauan yang cukup banyak sehingga tantangannya menjadikan fasilitas harus terintegrasi. Salah satu dari solusi selain gas pipa adalah moda transportasi LNG, baik dengan brake valve ataupun dengan melalui isotank.

“Penemuan gas yang cukup besar baik di Andaman maupun di Kalimantan ini bisa menjadi salah satu jalan untuk mencapai target net zero di 2060,” tuturnya.

Menurut Fitra, pengalaman dalam penyediaan infrastruktur dan tetap menyediakan SDM sangat berperan dalam mewujudkan percepatan penyediaan infrastruktur energi di Indonesia.

Dia mengatakan, saat ini, Pertamina Arun Gas (PAG) juga sedang melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk bisa memanfaatkan terminal Arun untuk mendistribusikan LNG, baik melalui kapal standar kargo atau brake pumpu, maupun isotank.

“PAG sudah mempersiapkan diri untuk menjadi terminal receiving sebagaimana dulu pernah menjalankan bisnis liquefaction gas treating facility yang akan mengalirkan gas ke pipa ataupun liquefaction facility yang akan digunakan untuk mengirim gas melalui moden transportasi LNG, baik di luar negeri ataupun di dalam negeri ini menjadi peluang bagi kita semua untuk memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri,” ungkapnya.

Fitra menegaskan Pertamina Arun Gas sudah merencanakan master plan bisnis ke depan untuk membantu pendistribusian gas baik dalam bentuk gas pipa ataupun LNG Jadi kita sudah membuat master plan siap untuk menerima gas dari hadaman kemudian men-treating ataupun meliquidation.

“Jadi kita siap untuk menyalinkan gas ke kawasan Indonesia Timur melalui moda LNG ataupun melalui pipa yang akan tersambung antara Sumatera dan Jawa,” terangnya.

Fajar melanjutkan, Perta Arun Gas adalah terminal konversi pertama yang mengkonversi karbon ekspor terminal menjadi resisi terminal dan menjadi satu-satunya konversi terminal di dunia. Perta Arun Gas mengkonversi terminal menjadi ekspor terminal dan regasifikasi terminal. Perta Arun Gas menjadi terminal land base pertama dan terbesar di Indonesia yang menerima kargo untuk regasifikasi dari Tangguh dan Bontang.

Ia menjelaskan, konsumen utama Perta Arun Gas adalah PLN dan PT Pupuk Iskandar Muda, Pertagas Niaga. Pada 2019, Perta Arun gas menjalankan bisnis energy hub yang pada 2022 lalu menjadi terminal ekspor LNG tersibuk di dunia, mengalahkan Singapura, Belanda, dan lain-lain.

Saat ini, Perta Arun gas menjalankan beberapa bisnis utama, di antaranya LNG regasifikasi, LNG Hub, LNG Gassing Up and Cooling Down (GUCD), LNG Isotank Filling Station, LNG & Fuel Oil Bunkering, Utilities Provider, Land Base Logistic, Cold Energy, dan Plant Support Facilities.

“Saat ini dari bisnis LNG, kami menerima LNG dari seluruh dunia,” jelas Fitra.

Fitra menurutkan, terminal LNG milik Perta Arun Gas mereksport LNG ke Asia Pasifik, terutama di China. Plan Availability Factor di terminal Perta Arun Gas cukup tinggi sehingga menjadikan terminal cukup dipercaya oleh pemain-pemain dunia.

“Kami juga menjaga safety dan reliability sehingga kepercayaan itu semakin bertumbuh,” sambungnya.

Menurut Fitra, LNG milik Perta Arun Gas sudah full occupied digunakan oleh tenan-tenan karena kelebihan LNG Perta Arun Gas adalah berada di kawasan ekonomi khusus, di mana kawasan ini memiliki banyak insentif dari pemerintah.

“Salah satunya adalah tax holiday, jadi investasi di sana yang lebih dari Rp100 miliar akan diberikan fasilitas tax holiday sampai 20 tahun,” ujarnya. (rmn)

Tags: Forum Gas Bumigas bumiLNGPerta Arun GasPertamina Arun GasSKK Migas

Berita Terkait.

RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang
Ekonomi

RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang

Sabtu, 11 April 2026 - 13:31
PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon
Ekonomi

PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon

Sabtu, 11 April 2026 - 10:22
Risiko Global Mengintai, Industri Tambang Peringatkan Dampak Pemangkasan Produksi
Ekonomi

Risiko Global Mengintai, Industri Tambang Peringatkan Dampak Pemangkasan Produksi

Sabtu, 11 April 2026 - 09:21
Anugerah
Ekonomi

Langkah Hijau DSLNG: dari Kepatuhan Menuju Inovasi Berkelanjutan

Jumat, 10 April 2026 - 21:43
Bear-Market
Ekonomi

5 Strategi Wajib Investor di Bear Market

Jumat, 10 April 2026 - 21:33
Farida Farichah
Ekonomi

Farida Dorong Koperasi Saling Bekerja Sama Membentuk Jaringan Ekosistem

Jumat, 10 April 2026 - 18:40

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    1346 shares
    Share 538 Tweet 337
  • Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    700 shares
    Share 280 Tweet 175
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.