• Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Koran
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Produk Impor Numpang TKDN Barang Lokal, Pelaku Usaha: Pemerintah Harus Perketat

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 9 Mei 2024 - 17:47
in Ekonomi
tkdn

Pengunjung di pameran Megabuild Indonesia & Keramika Indonesia 2024 di Jakarta. (Nasuha/ INDOPOS.CO.ID)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah harus mengetatkan lagi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi produk di dalam negeri. Jangan sampai produk hanya menumpang TKDN dengan produk lokal.

Pernyataan tersebut diungkapkan General Manager Projects, PT Asri Pancawarna A Fauzi ditemui INDOPOS.CO.ID di sela-sela Pameran Megabuild Indonesia & Keramika Indonesia 2024 di Jakarta, Kamis (9/5/2024).

BacaJuga:

Sharp Rangkai Pengalaman Konsumen Lewat Teknologi dan Nuansa Jepang yang Memikat

Hari Kesehatan Nasional: Unicharm – IBI Edukasi Pemilihan Popok Bayi & Posyandu di Bogor

3 Pilar Kunci jadi Fondasi Gerakan Baru Penyelamatan Pangan Indonesia

Pria yang akrab disapa Adji ini mengakui, tak sedikit produk impor masuk dalam proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Produk impor tersebut, menurut dia, numpang TKDN dengan produk lokal.

“Produk impor ini menggunakan TKDN produk lokal, seolah-olah mereka produk lokal dengan TKDN murni,” katanya.

Ia menjelaskan, TKDN merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri yang bertujuan untuk memberdayakan Industri dalam negeri dan memperkuat struktur Industri. TKDN ini terdiri dari TKDN untuk Barang, TKDN untuk Jasa, dan TKDN untuk gabungan Barang/Jasa.

“Produk kami (indogress) seperti keramik telah menggunakan TKDN hingga 90 persen dan sebagian lainnya mencapai 80 persen,” bebernya.

Dia juga berharap, pemerintah untuk serius mengawasi kebijakan TKDN. Dan terus meningkatkan angka TKDN, sehingga memberi dampak positif kepada industri dalam negeri.

“Pemerintah jangan hanya memberlakukan TKDN sampai 60 persen, kalau bisa sampai 70 persen,” ujarnya.

Ia menuturkan, pada proyek IKN, sejumlah projek tengah dikerjakan, di antaranya rumah susun (Rusun). Yang rencananya disusul projek Rumah Sakit dan masjid IKN.

“Untuk tahun kami terus melakukan branding, khususnya untuk produk-produk besar,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Marketing Manager Meyta Putri menambahkan, koleksi terbaru Indogress sudah diaplikasikan pada proyek bandara yang dikembangkan oleh pemerintah. Di antaranya, digunakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Bandar Udara Kertajati Majalengka, Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar, proyek Summarecon Group.

Diketahui, pada pameran di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Indogress mengeluarkan produk baru dalam berbagai ukuran, surface dan desain yang sangat variatif, dengan desain marble atau marmer masih menjadi andalan. Dalam koleksi terbaru kali ini, Indogress mengeluarkan fitur produk baru yaitu Slip Guard. (nas)

Tags: Barang Lokalpelaku usahapemerintahProduk ImporTKDN
Berita Sebelumnya

Ketika WPI Membangunkan Sawah Tidur dan Petani pun Tersenyum

Berita Berikutnya

Beli Mobil Ambulans Rp 738 juta per Unit Hingga Kegiatan Kunjungan ke Luar Daerah, Wapres Ma’ruf Amin Disorot Lakukan Pemborosan Anggaran

Berita Terkait.

IMG-20251130-WA0015
Ekonomi

Sharp Rangkai Pengalaman Konsumen Lewat Teknologi dan Nuansa Jepang yang Memikat

Minggu, 30 November 2025 - 19:46
Hari Kesehatan Nasional: Unicharm – IBI Edukasi Pemilihan Popok Bayi & Posyandu di Bogor
Ekonomi

Hari Kesehatan Nasional: Unicharm – IBI Edukasi Pemilihan Popok Bayi & Posyandu di Bogor

Minggu, 30 November 2025 - 19:39
1000435133
Ekonomi

3 Pilar Kunci jadi Fondasi Gerakan Baru Penyelamatan Pangan Indonesia

Minggu, 30 November 2025 - 17:20
rider
Ekonomi

Rider Jawab Era Gen Z Lewat Kolaborasi Seni Urban yang Lebih Segar

Minggu, 30 November 2025 - 12:02
bca
Ekonomi

BCA Syariah Tanam 1.500 Pohon di Cisitu, Sukabumi untuk Mitigasi Banjir dan Longsor

Minggu, 30 November 2025 - 07:31
50th-sumarecon
Ekonomi

Genap 50 Tahun, Summarecon Persembahkan Ruang Ekshibisi Summarecon Discovery

Sabtu, 29 November 2025 - 22:34
Berita Berikutnya
wapresco

Beli Mobil Ambulans Rp 738 juta per Unit Hingga Kegiatan Kunjungan ke Luar Daerah, Wapres Ma'ruf Amin Disorot Lakukan Pemborosan Anggaran

BERITA POPULER

  • hujan

    Hujan dan Banjir Kader KB Asahan Tetap Antar MBG 3B

    808 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Dedi Mulyadi: Siswa Masuk Barak Militer Bukan Latihan Perang, Bantu Kesehatan Mental

    778 shares
    Share 311 Tweet 195
  • Persik vs Semen Padang: Macan Putih siap Mental, Kabau Sirah punya Momentum

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Biem Benyamin Apresiasi SMAN 49 Jakarta Bebas Perundungan

    659 shares
    Share 264 Tweet 165
  • DPR Tegaskan Tak Boleh Ada Penolakan Pasien, Imbas Meninggalnya Ibu dan Bayi Ditolak 4 Rumah Sakit

    657 shares
    Share 263 Tweet 164
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.