• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Hari Kebebasan Pers Sedunia, Unesco Ungkap 70 Persen Jurnalis Lingkungan Dapat Serangan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 4 Mei 2024 - 00:30
in Internasional
persco

Seorang jurnalis perempuan tengah mengambil gambar di suatu perumahan yang terendam banjir. Foto: Dok UNESCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) memperingatkan, akan peningkatan kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis yang melaporkan tentang isu lingkungan dan iklim. Karenanya perlunya dukungan lebih kuat bagi jurnalis lingkungan.

Setidaknya 749 jurnalis atau media berita yang meliput isu-isu lingkungan hidup mendapat serangan dalam 15 tahun terakhir, dan disinformasi online telah meningkat secara dramatis pada periode 2024.

BacaJuga:

Gagal di Pakistan, Trump Beri Sinyal Negosiasi Kembali dengan Iran

Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz

Isu Akses Udara Militer AS ke Indonesia Mengemuka, DPR Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Ditawar

“Pada Hari Kebebasan Pers Dunia, kita harus menegaskan kembali komitmen untuk membela kebebasan berekspresi dan melindungi jurnalis di seluruh Dunia,” kata Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (3/5/2024).

Dalam laporan terbaru, ‘Press and Planet in Danger’, analisis UNESCO mengungkapkan setidaknya 749 jurnalis dan media berita yang meliput isu lingkungan menjadi sasaran pembunuhan, kekerasan fisik, penahanan dan penangkapan, pelecehan online dan tuntutan hukum pada periode 2009-2023.

Bahkan lebih dari 300 serangan terjadi antara tahun 2019-2023 – peningkatan sebesar 42 persen dibandingkan periode lima tahun sebelumnya (2014 – 2018).

Laporan yang diluncurkan pada Konferensi Global Hari Kebebasan Pers Sedunia 2024 di Santiago, Chili, pada tanggal 2-4 Mei 2024 menekankan bahwa permasalahan ini bersifat global, dengan serangan yang terjadi di 89 negara di seluruh Dunia.

Peningkatan serangan fisik observatorium UNESCO untuk Jurnalis yang dibunuh, mencatat dalam 15 tahun terakhir terjadi pembunuhan pada 44 jurnalis yang menyelidiki masalah lingkungan. Hanya lima pelaku di antaranya yang dijatuhi hukuman.

Hal tersebut menunjukkan tingkat impunitas yang cukup tinggi yaitu hampir 90 persen. Namun, laporan tersebut menemukan bentuk serangan fisik lain juga lazim terjadi, dengan 353 insiden.

Laporan ini juga menemukan bahwa serangan ini telah meningkat dua Kali lipat dalam beberapa tahun terakhir, kenaikan dari 85 pada tahun 2014-2018, menjadi 183 pada tahun 2019–2023.

Dalam konsultasi melibatkan lebih dari dari 900 jurnalis lingkungan dari 129 negara yang dilakukan UNESCO pada bulan maret 2024, 70 persen melaporkan mengalami serangan, ancaman, atau tekanan terkait dengan pemberitaan mereka. Di antara mereka, dua dari lima orang mengalami kekerasan fisik.

“Tanpa informasi ilmiah yang dapat diandalkan mengenai krisis lingkungan yang sedang berlangsung, kita tidak akan pernah bisa mengatasi isu ini,” imbuh Audrey Azoulay. (dan)

Tags: jurnalismediawartawan

Berita Terkait.

Gagal di Pakistan, Trump Beri Sinyal Negosiasi Kembali dengan Iran
Internasional

Gagal di Pakistan, Trump Beri Sinyal Negosiasi Kembali dengan Iran

Rabu, 15 April 2026 - 12:36
Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz
Internasional

Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 - 01:23
Isu Akses Udara Militer AS ke Indonesia Mengemuka, DPR Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Ditawar
Internasional

Isu Akses Udara Militer AS ke Indonesia Mengemuka, DPR Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Ditawar

Selasa, 14 April 2026 - 22:45
rusia
Internasional

Diplomasi Senyap di Moskow: Kesepakatan Besar RI-Rusia Terungkap

Selasa, 14 April 2026 - 09:55
bowo
Internasional

RI Gabung ke BRICS, Begini Kata Putin saat Bertemu Prabowo di Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 07:07
wo
Internasional

Prabowo Ucapkan Selamat Paskah dan Hari Kosmonaut ke Putin, Tegaskan Persahabatan RI-Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 04:04

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2515 shares
    Share 1006 Tweet 629
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    899 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.