• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Lewati Triwulan I 2024, APBN Terus Jadi Shock Absorber Perekonomian Nasional

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 30 April 2024 - 12:10
in Ekonomi
Ilustrasi siswa tengah belajar. Foto: Ist

Ilustrasi siswa tengah belajar. Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah potensi eskalasai tensi geopolitik yang masih tinggi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih diandalkan sebagai shock absorber yang dapat melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas perekonomian nasional. Hal ini terbukti dari kinerja APBN hingga triwulan I 2024 yang tetap on-track di tengah gejolak situasi global.

Di triwulan I 2024, pendapatan negara dalam APBN telah tercapai 22,1% dari target, yaitu sebesar Rp620,01 triliun (-4,1% yoy), sedangkan belanja negara dalam APBN terealisasi 18,4% dari pagu, yaitu sebesar Rp611,9 triliun (18% yoy), dengan surplus APBN sebesar Rp8,1 triliun atau 0,04% produk domestik bruto (PDB).

BacaJuga:

Dukung Kemandirian Energi Nasional, Kemenkop dan Aspebindo Siap Perkuat Sinergi

Pertamina dan Kemenkop Dorong Minyak Jelantah Jadi Sumber Energi Terbarukan

Rig Pertamina Drilling Sukses, Sumur BNG-084 Alirkan Minyak dan Gas Alami

Secara makro, Indonesia memiliki kondisi positif yang tercermin dari adanya peningkatkan output manufaktur, surplus neraca perdagangan, inflansi domestik yang terkendali, prospek pertumbuhan jangka pendek yang masih kuat, dan pasar keuangan domestik yang relatif terjaga. Neraca perdagangan per Maret 2024 juga masih menunjukan surplus hingga bulan ke-47, meski terdapat tren penurunan. Hal ini diakibatkan masih lemahnya kinerja ekspor, dengan turunnya pertumbuhan impor -4,2% dan ekspor -12,8% yoy.

Dari sisi kepabeanan dan cukai, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Encep Dudi Ginanjar, mengatakan bahwa penerimaan Bea Cukai sampai dengan Maret 2024 telah mencapai 21,5% target, yaitu sebesar Rp69 triliun. Namun, Bea Cukai mencatat penurunan 4,5% dibandingkan tahun lalu, karena turunnya penerimaan bea masuk dan cukai.

“Penerimaan bea masuk turun akibat penurunan rata-rata tarif efektif turun karena pemanfaatan free trade agreement (FTA) dan penurunan bea masuk dari komoditas utama, sedangkan penerimaan cukai turun karena penurunan produksi barang kena cukai, terutama hasil tembakau, yang sejalan dengan kebijakan pengendalian konsumsi. Namun, di triwulan I ini tercatat ada peningkatan di penerimaan bea keluar sebagai dampak positif dari kebijakan pemerintah, seperti relaksasi ekspor,” ujarnya.

Sebagai rincian, penerimaan bea masuk tercatat sebesar Rp11,8 triliun atau tercapai 20,6% dari target (-3,8% yoy), penerimaan cukai sebesar Rp53 triliun atau tercapai 21,5% dari target (-6,9% yoy), dan penerimaan bea keluar sebesar Rp4,2 triliun atau tercapai 23,7% dari target (37% yoy).

“Walaupun terdapat pelambatan di bea masuk dan cukai, kami tetap berupaya mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai agar APBN dapat terus menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia. Bea Cukai pun akan terus mengoptimalkan kinerja fasilitasi industri dan pengawasan untuk menjamin stabilitas ekonomi,” tegasnya.

Ia merinci, hingga triwulan I 2024, Bea Cukai telah menggelontorkan insentif kepabeanan sebesar Rp7,6 triliun. Atas insentif ini, kawasan berikat telah memberikan dampak nilai ekspor sebesar USD22,6 miliar dan nilai investasi USD912,8 juta per Maret 2024.

Sementara itu, untuk kinerja pengawasan, Bea Cukai telah meningkatkan jumlah penindakan kepabeanan dan cukai hingga mencapai 7.959 penindakan. Diketahui, nilai barang hasil penindakan mencapai Rp2,4 triliun dengan komoditas utama berupa hasil tembakau, MMEA, NPP, obat, dan tekstil.

“Bea Cukai akan terus berupaya mengoptimalkan perannya dalam APBN, baik di sisi penerimaan, fasilitasi industri, maupun pengawasan. Kami juga berterima kasih atas partisipasi aktif dan kontribusi masyarakat dalam menjaga kinerja baik APBN. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Indonesia akan dapat terus melanjutkan pembangunan, meskipun dihadapkan pada tantangan yang semakin tidak mudah ke depannya,” tutup Encep. (ipo)

Tags: APBNBea CukaiPerekonomian NasionalShock Absorber

Berita Terkait.

ferry
Ekonomi

Dukung Kemandirian Energi Nasional, Kemenkop dan Aspebindo Siap Perkuat Sinergi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:02
Pertamina dan Kemenkop Dorong Minyak Jelantah Jadi Sumber Energi Terbarukan
Ekonomi

Pertamina dan Kemenkop Dorong Minyak Jelantah Jadi Sumber Energi Terbarukan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:56
minyak
Ekonomi

Rig Pertamina Drilling Sukses, Sumur BNG-084 Alirkan Minyak dan Gas Alami

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:15
Subholding Upstream Pertamina Raih 2 Penghargaan Energi Subroto 2026
Ekonomi

Pertamina Gandeng Sonatrach dan Pemerintah Algeria, Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:05
NOBI Project dan JJ Glow Gelar LIVE Bootcamp Bandung, Perluas Ekosistem Affiliate TikTok Shop
Ekonomi

NOBI Project dan JJ Glow Gelar LIVE Bootcamp Bandung, Perluas Ekosistem Affiliate TikTok Shop

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:45
Subholding Upstream Pertamina Raih 2 Penghargaan Energi Subroto 2026
Ekonomi

Subholding Upstream Pertamina Raih 2 Penghargaan Energi Subroto 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:01

OLAHRAGA

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting
Olahraga

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13

INDOPOSCO.ID – Persaingan Super League 2026/2027 semakin memanas. Memasuki pekan kedelapan, sejumlah duel menarik siap tersaji pada 30 Oktober hingga...

SelengkapnyaDetails
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5152 shares
    Share 2061 Tweet 1288
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1265 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1095 shares
    Share 438 Tweet 274
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.