• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Ini Penyebab Osteoporosis yang Sering Tidak Disadari

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 5 April 2024 - 10:10
in Gaya Hidup
anlene

Ketua umum Pengurus Besar Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) Dr. dr. Tirza Z. Tamim Sp. K.F.R dalam acara diskusi kesehatan cegah osteoporosis bersama Anlene di Jakarta, Kamis (4/4/2024). ANTARA/Fitra Ashari

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) Dr. dr. Tirza Z. Tamim Sp. K.F.R mengatakan masyarakat perlu menyadari penyebab osteoporosis yang sering kali gejalanya tidak terasa karena termasuk pembunuh diam-diam (silent killer).

“Ini gejala yang ‘silent’, kadang tanpa ada gejala, sehingga harus selalu ‘aware’ dengan gejalanya, misal sudah sakit nyeri di sendi, tulang punggung, rupanya sudah terjadi patah tulang,” kata Tirza dalam acara diskusi kesehatan cegah osteoporosis bersama Anlene di Jakarta, Kamis.

BacaJuga:

Exciting Adventures on Australia’s Coral Coast, From Swimming to Sailing

Petualangan Seru di Australia’s Coral Coast, dari Berenang hingga Sailing

Konser BIGBANG di Goyang Sold Out dalam 22 Menit, 210 Ribu Penggemar Berebut Tiket Tur Dunia

Osteoporosis atau pengeroposan tulang, disebabkan karena rongga di dalamnya sudah membesar sehingga menimbulkan celah yang membuat tulang menjadi rapuh dan mudah terjadi patah tulang.

Tirza mengatakan rongga pada tulang yang sudah membesar juga bisa menyebabkan keretakan dan perubahan bentuk struktur seperti tulang belakang yang bungkuk, tinggi badan berkurang, atau terjadi skoliosis.

“Akibat tulang belakang retak jadi perubahan bentuk tulang, skoliosis, badan bungkuk, tinggi badan berkurang, ini tanda osteoporosis,” jelas Tirza.

Ia mengatakan penyebab terjadinya osteoporosis karena kurangnya aktivitas yang tidak melibatkan stres otot dan tulang sehingga jadi mudah keropos.

Selain itu, gaya hidup tidak sehat seperti merokok, minum alkohol dan berat badan di bawah indeks masa tubuh atau malnutrisi juga jadi faktor risiko bisa terjadi osteoporosi selain karena usia lanjut.

Tirza juga menambahkan sifat genetik dari keluarga juga bisa menyebabkan keturunannya mengalami osteoporosis di usia sebelum 50 tahun dan pada orang yang mengonsumsi obat-obatan terkait penyakit komorbit dapat memicu pengeroposan tulang lebih cepat.

“Minum steroid, anti depresan, anti epilepsi itu bisa menimbulkan keropos tulang, kurang kalsium, vitamin D, perokok dan minum alkohol, diabetes, hipertiroid, penyakit ginjal, itu semua bisa jadi faktor penyebab keropos tulang,” katanya.

Pemeriksaan kadar kalsium dan kepadatan tulang, katanya, bisa dilakukan di fasilitas kesehatan untuk mengetahui skor osteoporosi bagi lansia.

Pemeriksaan bisa dilakukan ketika terlihat kaki panjang sebelah, punggung membungkuk dan adanya pemeriksaan laboratorium untuk kadar kalsium dalam darah.

Untuk itu, Tirza menyarankan untuk mengonsumsi asupan energi, makanan tinggi protein, kalsium, vitamin D, dan rutin melakukan latihan fisik.

Konsumsi juga susu penguat tulang jika ada tantangan dalam indera pengecapan, kesulitan mengunyah yang kerap ditemui pada lansia.

Pada lansia juga diharapkan untuk menjauhi segala kegiatan dengan risiko terjatuh untuk menghindari pembedahan, serta melakukan rehabilitasi penguatan tulang.

“Latihan fisik dua kali seminggu, latihan keseimbangan 15-20 menit dua jam per minggu, aerobik 3-5 kali agar seminggu bisa sampai 150 menit dengan intensitas sedang,” kata Tirza. (bro)

Tags: osteoporosisPerosi

Berita Terkait.

Exciting Adventures on Australia’s Coral Coast, From Swimming to Sailing
Gaya Hidup

Exciting Adventures on Australia’s Coral Coast, From Swimming to Sailing

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:01
Petualangan Seru di Australia’s Coral Coast, dari Berenang hingga Sailing
Gaya Hidup

Petualangan Seru di Australia’s Coral Coast, dari Berenang hingga Sailing

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:01
bigbang
Gaya Hidup

Konser BIGBANG di Goyang Sold Out dalam 22 Menit, 210 Ribu Penggemar Berebut Tiket Tur Dunia

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:06
aktor
Gaya Hidup

Mahkamah Agung Korea Putuskan Oh Yeong Su Bebas dalam Kasus Pelecehan Seksual, Putusan Banding Dikuatkan

Minggu, 28 Juni 2026 - 04:44
lee
Gaya Hidup

Lee Seung Yoon Rilis ALBUM 0 Berisi 29 Lagu, Hidupkan Kembali Karya yang Ditulis 10 Tahun Lalu

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:20
evan
Gaya Hidup

Debut Solo EVAN di M Countdown Tuai Kritik, Video Wawancaranya Viral di Media Sosial

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:30

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1725 shares
    Share 690 Tweet 431
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1692 shares
    Share 677 Tweet 423
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1606 shares
    Share 642 Tweet 402
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1085 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!
Olahraga

32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

Editor Juni Armanto
Minggu, 28 Juni 2026 - 18:51

INDOPOSCO.ID – Babak gugur Piala Dunia (PD) 2026 resmi bergulir setelah seluruh rangkaian pertandingan fase grup berakhir. Sebanyak 32 tim...

SelengkapnyaDetails
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:34
David-Alaba

Hasil Piala Dunia Grup J: Argentina Sempurna, Austria-Aljazair Lolos Juga

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:51
Pemain-Kolombia

Hasil Piala Dunia Grup K: Portugal Gagal Gusur Kolombia, Kongo Lolos Dramatis

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:49
Pemain-Kroasia

Hasil Piala Dunia Grup L: Kroasia-Ghana Temani Inggris ke 32 Besar

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:18
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.