• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

AS Luncurkan Jaringan Demokrasi Pemuda Global di KTT Demokrasi Seoul

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 20 Maret 2024 - 22:02
in Internasional
Mahasiswa-Unsoed

Ilustrasi - Sejumlah mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melakukan unjuk rasa di Gedung Rektorat Unsoed, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (16/6/2023). Mereka mendesak pihak rektorat untuk menyelesaikan kasus kekerasan seksual. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Amerika Serikat pada konferensi tingkat tinggi (KTT) Demokrasi ketiga di Seoul, Korea Selatan, meluncurkan Jaringan Demokrasi Pemuda Global (Global Youth Democracy Network) bersama Komunitas Demokrasi.

“Kaum muda di seluruh dunia akan diundang untuk bergabung dalam jaringan ini,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Uzra Zeya seperti dikutip Antara, Rabu (20/3/2024).

BacaJuga:

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

Jaringan itu, ujarnya, akan memungkinkan kaum muda berinteraksi melalui platform daring, belajar dari program digital, bertukar perspektif, serta melibatkan para pembuat kebijakan.

Peluncuran tersebut diumumkan pada Selasa (19/3) oleh Zeya selama KTT, yang mencakup lebih dari 50 sesi.

Sesi-sesi itu berfokus pada keterlibatan pemuda dan masyarakat sipil dalam berbagai isu, mulai dari peningkatan pemberantasan korupsi hingga peningkatan integritas informasi.

Zeya mengungkapkan ada tiga hal penting yang dihasilkan dari keseluruhan KTT Demokrasi sejak pertemuan global itu diselenggarakan dua tahun yang lalu.

Pertama adalah bahwa demokrasi yang bertahan lama. Kelompok negara demokrasi pertama, besar dan kecil, baru dan mapan, Timur dan Barat, bekerja keras melaksanakan lebih dari 750 komitmen sejak KTT pertama.

Mereka menjalankan upaya untuk memperkuat institusi demokrasi, melindungi hak asasi manusia, dan mempercepat pemberantasan korupsi.

Kedua, demokrasi yang beradaptasi. KTT Demokrasi ketiga memperluas upaya untuk mengatasi tantangan dan peluang yang ditimbulkan oleh kecerdasan buatan (AI) dan teknologi baru bagi negara-negara demokrasi.

“Mulai dari pedoman baru bagi platform teknologi untuk melindungi pembela hak asasi manusia secara daring, hingga perluasan upaya kolektif yang dipimpin oleh AS untuk mengekang penggunaan spyware komersial yang opresif,” katanya.

Pedoman itu, ujarnya, juga mencakup rencana aksi baru yang diusung AS menyangkut perilaku bisnis yang bertanggung jawab.

“Negara-negara demokrasi bekerja sama dengan lebih banyak aktor, terutama sektor swasta, untuk memajukan masyarakat yang lebih menghormati hak dan memiliki ketahanan,” kata dia.

Ketiga, demokrasi tidak boleh diperuntukkan bagi sebagian orang, melainkan harus dilakukan untuk semua pihak, seperti yang diumumkan Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken di Seoul.

Menurut Zeya, KTT ketiga ini menegaskan bahwa, pada tahun yang diwarnai pemilihan umum, pihaknya harus memastikan bahwa proses pemilu bersifat inklusif dan menghilangkan hambatan terhadap partisipasi perempuan, pemuda, penyandang disabilitas, dan individu terpinggirkan lainnya.

Pada KTT Demokrasi, Menlu AS Antony Blinken juga mengumumkan Rencana Aksi Nasional baru mengenai Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab.

Rencana aksi itu menetapkan lebih dari 40 tindakan nyata di 16 lembaga pemerintah untuk membantu memastikan bahwa perusahaan-perusahaan menjunjung tinggi hak asasi manusia. (wib)

Tags: ASDemokrasi Pemuda GlobalKTT Demokrasi Seoul

Berita Terkait.

abbas
Internasional

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:09
Sesmenko PMK: Teknologi Harus Hadir Menjawab Persoalan Nyata Bangsa
Internasional

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:30
kbri
Internasional

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:10
Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis
Internasional

Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:15
Gunil Keluar, Xdinary Heroes Langsung Batalkan Sejumlah Jadwal
Internasional

KASA Korea Gandeng BIGBANG sebagai Duta Kehormatan Perdana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:27
jubir
Internasional

Karoline Leavitt Mundur dari Jabatan Jubir Gedung Putih Akhir Agustus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:07
Gustavo Almeida Cabut, Persija Mulai Era Baru di Lini Depan
Olahraga

Gustavo Almeida Cabut, Persija Mulai Era Baru di Lini Depan

Editor Laurens Dami
Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:40

INDOPOSCO.ID – Persija Jakarta harus membuka lembaran baru di lini depan. Gustavo Almeida, striker yang dalam tiga musim terakhir menjadi...

SelengkapnyaDetails
Hasil Liga Inggris: City Comeback Dramatis, Liverpool Selamat di Ujung Laga

Hasil Liga Inggris: City Comeback Dramatis, Liverpool Selamat di Ujung Laga

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:56
Luis-Diaz

Bekuk Dortmund di Signal Iduna Park, Bayern Angkat Trofi Piala Super Jerman 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:02
Tonali

Hasil Liga Inggris: Arsenal Perkasa, MU-Tottenham Tumbang di Pekan Pertama

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:21
ut

Disporseni Nasional UT Championship 2026, Cetak Talenta Basket Muda

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:02

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.