• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Akibat Badai dan Gelombang Tinggi, Nelayan Lebak Tak Berani Melaut

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 14 Maret 2024 - 19:35
in Nusantara
Kapal nelayan yang sandar di pelabuhan pendaratan ikan di Kecamatan Binuangeun,Kabupaten Lebak, Banten. (dokumen indopos.co.id)

Kapal nelayan yang sandar di pelabuhan pendaratan ikan di Kecamatan Binuangeun,Kabupaten Lebak, Banten. (dokumen indopos.co.id)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nelayan tradisional di pesisir selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sejak sepekan terakhir ini tidak berani melaut akibat badai dan gelombang tinggi yang melanda daerah pesisir Banten tersebut.

“Kami memastikan produksi tangkapan ikan menurun, karena adanya cuaca buruk itu,” kata Wadung. Ketua Koperasi Nelayan Bina Muara Sejahtera Binuangeun Kabupaten Lebak, Kamis (14/3/2024).

BacaJuga:

Bea Cukai dan Kejari Semarang Musnahkan Barang Ilegal Hasil 100 Perkara

KAMI Idea Indonesia bersama Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Dapur Umum Paket Alat Ibadah untuk Penyintas Banjir Aceh

Penindakan 160 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Minibus di Malang

Para nelayan tradisional yang tidak melaut itu, karena akibat badai dan gelombang laut tinggi serta awal puasa Ramadan. Mereka para nelayan lebih memilih tinggal di rumah dibandingkan melaut.,dan ada juga yang menjahit jala ikan.

Selama ini, tinggi gelombang di perairan selatan Banten dan Samudra Hindia berkisar antara 2,5 meter sampai 4.0 meter. Selain itu juga tiupan angin cukup kencang disertai hujan dan petir.

Kondisi demikian, para nelayan tradisional yang menggunakan perahu kecil dengan mesin motor tempel itu tidak berani melaut guna menghindari kecelakaan laut.

“Semua nelayan yang tidak melaut itu sebagai anggota koperasi dan kini mereka usaha lain untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga,” kata Wading.

Junaedi (55) seorang nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Panto Kabupaten Lebak mengatakan, dirinya bersama nelayan lainnya tidak melaut karena badai dan gelombang tinggi. Bahkan, temannya juga saat melaut diterjang gelombang tinggi dan beruntung selamat.

“Kami melihat cuaca buruk juga awal puasa Ramadhan, sehingga memilih tinggal di rumah,” katanya.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Rizal Ardiansyah mengatakan, nelayan jika melaut agar menggunakan alat keselamatan di antaranya pakaian pelampung.

Saat ini, jumlah nelayan 3.600 orang di pesisir selatan Kabupaten Lebak mulai Pantai Binuangeun, Karangmalang, Bagedur, Cihara, Suka Hujan, Pasput, Cibobos, Panggarangan, Bayah, Karangtaraje, Pulomanuk dan Sawarna yang melaut sekitar 10 persen karena gelombang tinggi hingga 4,0 meter itu.

“Kami telah menyampaikan surat peringatan dini kewaspadaan gelombang tinggi ke seluruh Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Pangkalan Pelabuhan Ikan ( PPI) agar tidak menimbulkan kecelakaan laut,” katanya. (yas)

Tags: badaiGelombang TinggiKabupaten Lebaknelayan

Berita Terkait.

bc
Nusantara

Bea Cukai dan Kejari Semarang Musnahkan Barang Ilegal Hasil 100 Perkara

Rabu, 8 April 2026 - 11:32
dd
Nusantara

KAMI Idea Indonesia bersama Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Dapur Umum Paket Alat Ibadah untuk Penyintas Banjir Aceh

Rabu, 8 April 2026 - 09:09
Rokok
Nusantara

Penindakan 160 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Minibus di Malang

Selasa, 7 April 2026 - 12:23
Andre-Fernando
Nusantara

Polri Ungkap Peran “The Doctor”: Pemasok Utama Narkoba Jaringan Jakarta dan NTB

Selasa, 7 April 2026 - 09:40
BC-Entikong
Nusantara

Bea Cukai Entikong Temukan Ratusan Ribu Batang Rokok Tanpa Pita Cukai di Gubuk Tak Berpenghuni

Selasa, 7 April 2026 - 09:30
KAI
Nusantara

Evakuasi Rampung, 2 Jalur KA di Lintas Bumiayu Dapat Dilalui dengan Pembatasan Kecepatan

Selasa, 7 April 2026 - 09:20

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1141 shares
    Share 456 Tweet 285
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    748 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    743 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.