• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Jokowi Lantik AHY, Pengamat: Posisi Jokowi di Parlemen Aman

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 21 Februari 2024 - 16:54
in Nasional
Hadi-Jokowi-AHY-co

Presiden Jokowi (tengah) Menko Polhukam Hadi Tjahjanto (kiri) Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono (kanan). Foto: Setkab/Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, menganalisis bahwa Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin bertujuan agar masa pemerintahan mereka berakhir dengan lancar pada Oktober 2024 mendatang.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Jokowi telah mengambil langkah untuk mengajak Partai Demokrat bergabung dalam pemerintahan.

BacaJuga:

KCIC: Penumpang Tahan Pintu Whoosh, Picu Keterlambatan dan Risiko Kerusakan

Seskab Teddy Tepis Isu Chaos: Indonesia Stabil, Ekonomi Optimistis

Kemlu dan Think-Thank Kanada Gagas Kerja Sama Middle Power dalam Tatanan Global

“Hal ini dilakukan dengan maksud untuk memberikan kekuatan tambahan kepada pemerintah dalam mendapatkan dukungan di parlemen,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Rabu (21/2/2024).

Menurut Ujang, strategi politik yang diterapkan Jokowi adalah memperkuat koalisi pendukungnya di parlemen dengan memasukkan Partai Demokrat.

“Dengan demikian, pemerintah dapat memperoleh dukungan yang kuat di parlemen, terutama mengingat bahwa PDIP, meskipun masih berada dalam kabinet, telah menunjukkan perbedaan pandangan dengan Jokowi dan seringkali memberikan kritik,” ujarnya.

“Oleh karena itu, Jokowi perlu mendapatkan dukungan dari partai lain untuk mengamankan posisinya di parlemen dan memastikan kelancaran masa pemerintahannya,” imbuhnya.

Ujang menjelaskan bahwa Jokowi dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk mendapatkan dukungan segera dari Partai Demokrat dalam menghadapi potensi hak interpelasi yang diajukan oleh Ganjar Pranowo dan PDIP terkait dugaan kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.

“Sementara itu, komposisi koalisi pendukung pemerintahan Jokowi telah mengalami perubahan, di mana PDIP menjadi lawan, PPP berada dalam posisi abu-abu, dan Nasdem serta PKB mulai kehilangan loyalitas karena memprioritaskan kepentingan mendukung Anies-Muhaimin,” jelas dia.

Dengan demikian, menurut Ujang, langkah Jokowi untuk memanfaatkan kekuatan Partai Demokrat di parlemen menjadi kunci untuk memperkuat dukungan pemerintahannya.

“Walaupun tidak lagi memiliki dukungan penuh dari PDIP, PPP, PKB, dan Nasdem, Jokowi berharap bahwa dengan dukungan dari Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, dan Demokrat, posisinya di DPR dapat terjaga dengan baik,” pungkasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi melantik Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Rabu (21/2/2024).

Pelantikan AHY ini menjadi perubahan signifikan setelah ia ditunjuk oleh Jokowi untuk menggantikan Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

Sebagai informasi, pelantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang serta Kepala BPN dilakukan secara bersamaan dengan pelantikan Hadi Tjahjanto di Istana Negara, Jakarta.

Dengan perubahan ini, Partai Demokrat mengakhiri periode tidak terlibatnya dalam pemerintahan Jokowi sejak 2014.

Sebelumnya, Demokrat tidak pernah menjadi pendukung pemerintahan Jokowi, namun dengan pelantikan AHY, partai ini kembali memperoleh posisi kekuasaan yang diakhiri puasanya terhadap kursi kekuasaan. (fer)

Tags: Agus Harimurti YudhoyonoAHYJokowiMenteri ATR/BPNparlemenpartai demokrat

Berita Terkait.

Whoosh
Nasional

KCIC: Penumpang Tahan Pintu Whoosh, Picu Keterlambatan dan Risiko Kerusakan

Sabtu, 11 April 2026 - 00:16
Seskab
Nasional

Seskab Teddy Tepis Isu Chaos: Indonesia Stabil, Ekonomi Optimistis

Jumat, 10 April 2026 - 22:24
Diskusi
Nasional

Kemlu dan Think-Thank Kanada Gagas Kerja Sama Middle Power dalam Tatanan Global

Jumat, 10 April 2026 - 22:04
Jaspal
Nasional

Ekspansi SIS Kian Agresif, Kampus NEJ Hadir di Tonggak 3 Dekade

Jumat, 10 April 2026 - 21:23
Prabowo
Nasional

Wajah Komunikasi Istana Mulai Berubah dari Defensif ke Solutif

Jumat, 10 April 2026 - 20:42
Pelantikan
Nasional

Nahkodai Ombudsman, Hery Susanto Fokus Benahi Internal dan Kawal Program Rakyat

Jumat, 10 April 2026 - 19:21

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.