• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Menko Perekonomian Jamin akan Ada Studi Ekologi untuk Pembangunan Giant See Wall

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 15 Januari 2024 - 22:12
in Ekonomi
Menko-Perekonomian

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers selepas acara penyaluran bantuan beras di Gudang Bulog Batu Cermin, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (15/1/2024). (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menjamin bakal ada studi ekologi untuk proyek pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di pesisir utara Pulau Jawa.

Dia mencontohkan pembangunan giant sea wall di pesisir utara Jakarta dan Semarang, Jawa Tengah, pun juga mengantongi studi ekologi sebelum tanggul mulai dibangun.

BacaJuga:

Tak Gentar Kondisi Ekonomi, Texas Chicken Kunci Ekspansi di Kota Penyangga

BCA Syariah-BAZNAS Perkuat Kolaborasi, Zakat Kini Semakin Mudah Lewat Genggaman

Wamenkop Tekankan Kolaborasi Koperasi Eksisting Jadi Kakak Asuh Kopdes Dalam Pembiayaan Mikro

“Giant sea wall itu sudah dilaksanakan secara bertahap, jadi di Semarang, kita bangun jalan tol Semarang-Demak, dan dalam pembangunannya sudah ada studi ekologi. Jadi, tentu masalah lingkungan sudah diperhatikan,” kata Airlangga menjawab pertanyaan wartawan pada sela-sela kegiatannya di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dikutip dari Antara, Senin (15/1/2024).

Pembangunan tanggul laut raksasa di Semarang terintegrasi dengan pembangunan jalan tol Semarang-Demak, yang merupakan proyek strategis nasional (PSN).

Terkait rencana membangun tanggul laut raksasa di pesisir utara Jawa, Airlangga menilai perlunya ada pembangunan yang terintegrasi karena daerah pesisir yang terancam tenggelam bukan hanya di Jakarta dan Semarang, melainkan juga daerah-daerah lain di utara Pulau Jawa, misalnya Demak, Pekalongan.

“Kami mau mengintegrasikan sari barat ke tengah sehingga tentu ini akan memerlukan kerja sama seluruh pihak, (antara lain) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ATR/BPN, kemudian pemerintah daerah,” kata Airlangga.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada minggu lalu menggelar seminar nasional yang mengangkat isu tanggul laut raksasa. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ikut hadir sebagai pembicara kunci dalam seminar itu selain Airlangga.

Prabowo menilai pembangunan tanggul laut raksasa di pesisir utara Pulau Jawa kemungkinan baru rampung 40 tahun mendatang dan menelan anggaran hingga puluhan miliar dolar AS.

Terkait itu, beberapa organisasi lingkungan misalnya Walhi mengkritik rencana pembangunan tanggul laut raksasa. Walhi menilai pembangunan itu mengancam ekosistem hutan bakau (mangrove) yang saat ini luasnya semakin menurun padahal ekosistem bakau punya peran penting salah satunya untuk menahan abrasi. Kemudian, beberapa aktivis juga menilai pembangunan tanggul laut dapat menyulitkan aktivitas nelayan.

Airlangga, terhadap kritik-kritik itu, menjamin tidak ada hutan bakau yang rusak dan aktivitas nelayan yang terganggu karena pembangunan tanggul laut raksasa.

“Giant sea wall itu ada pintu-pintu airnya sehingga tidak mengganggu ekosistem, baik itu pohon bakau atau pun untuk perikanan,” kata Menko Airlangga Hartarto. (dam)

Tags: Menko PerekonomianPembangunan Giant See Wallstudi ekologi

Berita Terkait.

texas
Ekonomi

Tak Gentar Kondisi Ekonomi, Texas Chicken Kunci Ekspansi di Kota Penyangga

Senin, 6 April 2026 - 21:01
bca
Ekonomi

BCA Syariah-BAZNAS Perkuat Kolaborasi, Zakat Kini Semakin Mudah Lewat Genggaman

Senin, 6 April 2026 - 20:15
wamenkop
Ekonomi

Wamenkop Tekankan Kolaborasi Koperasi Eksisting Jadi Kakak Asuh Kopdes Dalam Pembiayaan Mikro

Senin, 6 April 2026 - 19:19
phe
Ekonomi

Hadapi Dunia yang Bergejolak, PHE Percepat Pengembangan Migas

Senin, 6 April 2026 - 18:08
Perwira
Ekonomi

Elnusa Bidik Status Operator Migas Low-Cost Kelas Dunia di 2026

Senin, 6 April 2026 - 15:26
BRI-Peduli
Ekonomi

Maknai Paskah 2026, BRI Peduli Tebarkan Kasih dan Kepedulian melalui Penyaluran 10.050 Paket Sembako bagi Umat Nasrani

Senin, 6 April 2026 - 14:05

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1064 shares
    Share 426 Tweet 266
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    697 shares
    Share 279 Tweet 174
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.