• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Aduan Kekerasan Anak Meningkat Akibat Tingginya Kesadaran Masyarakat

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 5 Januari 2024 - 21:12
in Nasional
nahar

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nahar saat ditemui di Jakarta, Jumat (5/1/2024). (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Nahar mengatakan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berani melaporkan kasus kekerasan jadi salah satu penyebab naiknya jumlah pelaporan kekerasan terhadap anak selama 2023.

“Sosialisasinya kan digencarkan, sehingga semakin banyak yang melapor,” kata Nahar sseperti dikutip Antara, Jumat (5/12024).

BacaJuga:

Kementerian Ekraf Apresiasi Butter Baby Tampilkan Ikon Kreatif di Bandara Soekarno-Hatta

Optimalkan Bonus Demografi, Kemendukbangga Sosialisasi Pembangunan Kependudukan

Ramai Warga Minta Perlindungan Hukum ke Komisi III DPR, Begini Tanggapan Wamenko Kumham-Imipas

Selain itu, adanya infrastruktur dan sumber daya manusia terkait layanan pelaporan yang kini lebih merata.

“Kami fasilitasi layanan pengaduan ini (SAPA 129) disebar di 34 provinsi. Karena sebelumnya hanya di pusat, di daerah punya nomor sendiri. Lalu setelah sosialisasi, kami siapkan instrumen, sistem, dan SDM-nya. Itu berdampak pada bertambahnya angka pengaduan,” kata Nahar.

Masifnya pemberitaan mengenai kekerasan terhadap anak, menurutnya, juga berkontribusi pada kenaikan pelaporan kekerasan pada anak. “Itu juga berkontribusi positif sehingga kami lakukan konfirmasi ke daerah,” kata Nahar.

Sebelumnya Kementerian PPPA menyebut jumlah pengaduan kasus kekerasan terhadap anak selama tahun 2023 naik tiga kali lipat dari tahun 2022.

“Layanan pengaduan melalui Call Center 129, WA 08111-129-129, jumlah pengaduan tahun 2023 melonjak naik tiga kali lipat dari tahun 2022 sebanyak 957 menjadi 2.797 orang korban dari 1.044 kasus kekerasan anak,” kata Nahar.

Nahar mengatakan jumlah pengaduan terbanyak antara Januari – Oktober 2023 adalah kasus kekerasan seksual. Sedangkan Oktober hingga November 2023 jumlah kekerasan fisik/psikis mendominasi sebanyak 1.078 korban, diikuti kekerasan seksual sebanyak 938 korban.

“Dominasi kekerasan fisik/psikis disebabkan karena bertambahnya jumlah korban kekerasan fisik/psikis akibat kasus perundungan,” katanya.

Nahar menambahkan dari 1.044 kasus yang masuk ke SAPA 129, terbanyak melalui Kanal WA sebanyak 570 kasus, 234 kasus melalui laporan media, 189 kasus melalui surat, 40 kasus melalui pengaduan langsung, tujuh kasus melalui SP4N Lapor, dua kasus melalui nota dinas, dan dua kasus aduan melalui telepon dari 84 penelpon yang setuju untuk dilanjutkan.

Pengaduan terbanyak berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah sebanyak 457 kasus, dan 14 kasus lainnya adalah anak Indonesia yang berada di luar negeri. (wib)

Tags: kekerasan anakKesadaran Masyarakat

Berita Terkait.

teuku
Nasional

Kementerian Ekraf Apresiasi Butter Baby Tampilkan Ikon Kreatif di Bandara Soekarno-Hatta

Jumat, 3 April 2026 - 10:10
elsinta
Nasional

Optimalkan Bonus Demografi, Kemendukbangga Sosialisasi Pembangunan Kependudukan

Jumat, 3 April 2026 - 08:55
Ketua DPR RI Ingatkan WFH ASN: Fleksibel Boleh, Pelayanan Publik Tak Boleh Melambat
Nasional

Ramai Warga Minta Perlindungan Hukum ke Komisi III DPR, Begini Tanggapan Wamenko Kumham-Imipas

Jumat, 3 April 2026 - 05:31
Ketua DPR RI Ingatkan WFH ASN: Fleksibel Boleh, Pelayanan Publik Tak Boleh Melambat
Nasional

Ketua DPR RI Ingatkan WFH ASN: Fleksibel Boleh, Pelayanan Publik Tak Boleh Melambat

Jumat, 3 April 2026 - 01:53
Komisi II Dorong Kemudahan dan Pendampingan Penyaluran Kredit Pelaku Usaha di Daerah
Nasional

Terapkan ASN WFH, Menag: Layanan Publik Tetap Optimal

Kamis, 2 April 2026 - 23:42
Komisi II Dorong Kemudahan dan Pendampingan Penyaluran Kredit Pelaku Usaha di Daerah
Nasional

Libur Panjang Wafat Yesus Kristus dan Hari Paskah, KAI: 76,9 Persen Tiket Terjual

Kamis, 2 April 2026 - 22:49

BERITA POPULER

  • darwati

    Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1088 shares
    Share 435 Tweet 272
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Start Meyakinkan, Timnas Indonesia Incar Final Sempurna FIFA Series 2026

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.