• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

BRIN Ungkapkan Penemuan Ikan Langka di Jawa

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 7 Desember 2023 - 06:06
in Nasional
brin

Berbagai spesies ikan belida di Indonesia. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan kabar menggembirakan tentang penemuan ikan belida chitala lopis yang pernah masuk ke dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada tahun 2020.

Kepala Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat BRIN Arif Wibowo dalam keterangan di Jakarta, Rabu (6/12), mengatakan penemuan ikan yang punah itu memperjelas status taksonomi dan sebaran ikan belida Indonesia.

BacaJuga:

Ini Cara Atasi Anak Tantrum saat Dilarang Pakai Gawai

Lembaga Riset: Industri Padat Karya Masih Butuh Perhatian Khusus

Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

“Tak hanya membantah kepunahan chitala lopis, penemuan itu juga menjawab persoalan taksonomi ikan belida di Indonesia,” ujarnya.

Arif menuturkan penemuan kembali ikan belida tersebut berasal dari hasil koleksi yang dikumpulkan dari 34 lokasi di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan terhitung sejak November 2015 sampai dengan September 2023.

Ilmuwan membandingkan data hasil sekuensing deoxyribonucleic acid (DNA) barcoding dengan data genetik global barcode of life data (BOLD) dan karakterisasi morfologi dengan koleksi spesies chitala lopis yang tersimpan pada Natural History Museum di London, Inggris.

Setelah melakukan perbandingan itu, mereka meyakini bahwa spesies tersebut adalah chitala lopis. Keabsahan penemuan tersebut dirilis dalam jurnal bereputasi tinggi (Q1) di Jerman, yaitu journal of endangered species research volume 52, November 2023 (https://doi.org/10.3354/esr01281).

Spesies ikan belida chitala lopis termasuk famili notopteridae dan ordo osteoglossiformes. Ikan itu adalah ikan purba yang memiliki bentuk sirip seperti kipas.

“Jika ditinjau secara intraspesifik, jarak genetik chitala lopis, chitala hypselonotus, dan chitala borneensis sangat rendah, sehingga pembeda gen mitochondrial antarspesies tidak identik,” ujar Arif seperti dikutip dari Antara, Rabu (6/12/2023).

“Karakter morfologi chitala lopis memiliki tinggi tubuh posterior dan panjang pre-dorsal lebih dominan dibandingkan dengan chitala bornensis. Evolusi chitala lopis diperkirakan terjadi sejak 1.200 tahun yang lalu,” imbuhnya.

Para ahli mengungkapkan bahwa mayoritas ikan belida di Indonesia termasuk dalam spesies chitala lopis. Namun, jenis lain yang sering ditemukan adalah chitala borneensis dan chitala hypselonotus.

Kelimpahan dan sebaran ketiga jenis ikan tersebut mengalami penurunan di pulau Sumatera dan Jawa. Bahkan, status chitala hypselonotus terakhir ditemui pada tahun 2015.

Menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 tahun 2021 tentang jenis ikan yang dilindungi, terdapat empat spesies famili notopteridae yang dilindungi, tiga di antaranya adalah chitala lopis, chitala borneensis, dan chitala hypselonotus.

IUCN mengungkapkan spesies chitala termasuk spesies dengan kategori least concern yang mengindikasikan tingkat risiko kepunahan masih rendah di Indonesia, kecuali chitala lopis yang dianggap punah.

Oleh karena itu, status konservasi pada IUCN perlu dievaluasi pada sebaran chitala lopis di Indonesia bukan hanya di pulau Jawa dan diperlukan revisi status konservasi chitala hypselonotus dan chitala borneensis dari least concern menjadi critically endangered (kritis) dikarenakan keterbatasan stok dan sebaran. (mg1)

Tags: Badan Riset dan Inovasi NasionalBRINIkan Langkajawa

Berita Terkait.

ilustrasi gawai
Nasional

Ini Cara Atasi Anak Tantrum saat Dilarang Pakai Gawai

Senin, 30 Maret 2026 - 01:11
riset
Nasional

Lembaga Riset: Industri Padat Karya Masih Butuh Perhatian Khusus

Senin, 30 Maret 2026 - 00:30
uang
Nasional

Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:13
tunas
Nasional

PP Tunas Jadi Tameng Ortu dalam Lindungi Anak dari Bahaya Dunia Maya

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:11
bowo
Nasional

Bertolak ke Jepang, Presiden Prabowo akan Bertemu Kaisar Naruhito

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:02
sppg
Nasional

Hensa Sentil Fenomena SPPG: Fokus Gizi, Bukan Gaya Hidup

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:18

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Start Meyakinkan, Timnas Indonesia Incar Final Sempurna FIFA Series 2026

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Kasus Pembunuhan di Tambrauw Terungkap, Polisi Tetapkan Satu Tersangka dari 12 Saksi

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Terungkap, Ini Penyebab Mohamed Salah Umumkan Hengkang dari Liverpool Lebih Cepat

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.