INDOPOSCO.ID – Pendiri Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengkritik keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menghilangkan debat khusus untuk calon wakil presiden (cawapres).
“Publik berhak mengetahui visi dan misi dari setiap cawapres,” katanya dalam keterangan Jumat (1/12/2023).
Ia menekankan bahwa KPU sebenarnya dapat dengan mudah membuat pola untuk debat tersebut. Menurutnya, rencana KPU untuk menghilangkan debat cawapres yang melibatkan capres terlihat sangat aneh jika dibiarkan terjadi.
“Masa debat cawapres, terus di belakangnya ada capresnya,” ujarnya.
Ia mengingatkan, masih cukup lazim jika ada debat capres, lalu ada sosok cawapres yang mendampinginya. Tapi, jika debat itu merupakan debat untuk cawapres dan capres mendampingi, capres dibuat seolah ban serep saja.
Menurut Ray, jika masing-masing capres sekadar menghadiri debat untuk cawapres tentu tidak masalah. Karenanya, kalaupun tidak bisa dua kali, ia menyarankan ada satu kali minimal debat yang digelar khusus cawapres.
“Jadi, debat capres murni dua kali, debat cawapres murni satu kali, sisanya berbarengan tidak apa-apa,” kata Ray.
Ray menekankan bahwa calon wakil presiden bukan hanya sekadar ban serep. Penting bagi masyarakat untuk mengetahui visi dan misi dari setiap calon wakil presiden yang merupakan calon pemimpin bangsa.
“Untuk itu, perlu ada satu sesi khusus bagi mereka, minimal satu, bahkan bisa dua. Sehingga debat murni calon presiden dilakukan dua kali, sementara debat murni calon wakil presiden dilakukan satu kali. Dengan demikian, dua debat tersebut dapat berlangsung bersamaan,” ungkap Ray.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menimbulkan kontroversi dengan mengubah format debat untuk Pemilihan Presiden 2024. Kontroversi muncul karena KPU berencana menghilangkan debat khusus untuk calon wakil presiden.
Dalam rencana ini, setiap debat akan melibatkan kedua calon presiden dan calon wakil presiden secara bersamaan. Artinya, meskipun ada debat khusus untuk calon wakil presiden, mereka akan tetap didampingi oleh calon presiden masing-masing selama debat berlangsung. (fer)











