• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Komisi IX DPR Sebut Program Kemenkes Atasi Stunting Sulit Diimplementasikan

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 22 November 2023 - 07:12
in Nasional
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani. (Antara)

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani. (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menilai program yang digulirkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait dengan kasus stunting sering sulit untuk diimplementasikan.

“Komisi IX DPR RI akan terus mengawal, menjadi penjaga gawang atas kebijakan atau program terkait kasus stunting yang sering sulit diimplementasikan,” kata Netty, dalam keterangannya saat Kampanye Percepatan Penurunan Stunting yang diterima di Purwakarta, Jawa Barat, seperti dikutip Antara, Selasa (21/11/2023).

BacaJuga:

Survei Ungkap Pemudik Lebih Percaya Google Maps Ketimbang Mudikpedia

Kemenkop Teken MoU Bersama BPJS Kesehatan untuk Akselerasi Layanan Kesehatan di Desa

Pemerintah Percepat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Layanan Publik

Ia menyampaikan bahwa sering program atau kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan terkait dengan kasus stunting sulit diimplementasikan.

Contohnya, kata dia, Kementerian Kesehatan yang kini tengah membangun atau membentuk visi baru, yakni Posyandu Prima yang katanya akan buka praktik setiap hari.

“Katanya, melalui Posyandu Prima itu akan buka praktik setiap hari, ada dokter, perawat, dan bidannya. (Kaitan dengan hal itu), saya bilang ‘nonsense’,” kata dia.

Netty mengaku sudah mengetahui banyak mengenai anatomi posyandu yang kenyataannya sering ditinggalkan kadernya.

Atas hal tersebut, ia menyampaikan agar Kemenkes tidak “ngarawu ku siku” atau ingin melakukan sesuatu tapi tidak memperhitungkan kemampuan.

Menurut dia, selama ini pemerintah hanya menyampaikan informasi penurunan angka stunting dan statistik semata. Padahal, stunting itu bukan hanya angka atau statistik, tetapi harus betul-betul diintervensi.

Ia mengatakan bahwa stunting itu harus ada validitas yang mana ada bayi dan balita yang benar-benar mengalami stunting serta harus ada upaya yang dilakukan melalui intervensi spesifik seperti pemberian makanan bergizi.

Dalam konteks kesehatan, katanya, disebutkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ada jenis pangan olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK) dan ada PDK (pangan diet khusus) yang memang diberikan kepada anak yang mengalami stunting secara berulang-ulang sehingga perlu ada pendampingan, pengawasan, pembinaan pada keluarga hingga kemudian status gizinya meningkat.

Pada momentum kampanye percepatan penurunan stunting di Bandung, Netty mengajak semua stakeholder dan masyarakat agar bisa saling berkoordinasi dan berkolaborasi.

Menurutnya, saat ini penanganan stunting sudah waktunya diganti diksi atau narasinya. Jadi tidak lagi menggunakan istilah penurunan atau penanganan. Melainkan harus sudah diganti dengan istilah pencegahan karena sudah diakui kalau ‘golden period’ itu sebelum bayi dua tahun. Sedangkan jika lebih dari dua tahun, itu akan sulit.

“Jadi jangan gunakan kata penurunan, sekarang harus diluruskan narasi dan diksinya, bahwa upaya yang kita lakukan adalah bukan penurunan, tetapi pencegahan agar tidak ada penambahan kasus stunting baru,” kata dia. (dam)

Tags: KemenkesKomisi IX DPR RIstunting

Berita Terkait.

mudikpedia
Nasional

Survei Ungkap Pemudik Lebih Percaya Google Maps Ketimbang Mudikpedia

Selasa, 7 April 2026 - 19:09
zabadi
Nasional

Kemenkop Teken MoU Bersama BPJS Kesehatan untuk Akselerasi Layanan Kesehatan di Desa

Selasa, 7 April 2026 - 18:08
rini
Nasional

Pemerintah Percepat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Layanan Publik

Selasa, 7 April 2026 - 17:07
Miftahul-Huda
Nasional

KKP Perkuat Kolaborasi Global Lindungi Laut lewat Living High Seas Partnership

Selasa, 7 April 2026 - 12:43
Helvi-Moraza
Nasional

Genjot Wirausaha Muda, Kunci Strategis Indonesia Hadapi Ledakan Demografi

Selasa, 7 April 2026 - 08:59
Rini
Nasional

KemenPANRB Terapkan Skema Kerja Fleksibel, Fokus pada Capaian Kinerja ASN

Selasa, 7 April 2026 - 08:49

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1124 shares
    Share 450 Tweet 281
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    744 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    740 shares
    Share 296 Tweet 185
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.