• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Jumlah Korban Tewas Gempa Maroko Bertambah Jadi 2.901 Orang, Ribuan Lainnya Terluka

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 14 September 2023 - 03:42
in Internasional
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Korban tewas akibat gempa dahsyat mengguncang Maroko Jumat lalu dilaporkan hampir mencapai 3 ribu orang. Jumlah korban tewas terus meningkat ketika tim pencarian dan penyelamatan menyisir tumpukan puing-puing.

Harapan untuk menemukan lebih banyak korban selamat semakin memudar mengingat jalan-jalan yang diblokir menghambat akses ke daerah-daerah yang paling parah terkena dampaknya, yaitu di desa-desa terpencil di daerah pedesaan dan pegunungan.

BacaJuga:

Turki Tutup Wilayah Udara Dilewati Pemimpin Israel, Penerbangan Isaac Herzog Dialihkan hingga 8 Jam

Menlu Iran Temui Putin di Rusia, Bahas Solusi Konkret Konflik Timur Tengah

Temui Wakil Wali Kota Seoul, Pramono Bahas K-Food hingga K-Pop dan Konser BTS di Jakarta

Gempa Maroko kini telah melewati jangka waktu 72 jam ketika penyelamatan dianggap paling mungkin dilakukan, namun dalam beberapa kasus, korban selamat ditemukan jauh setelah jangka waktu tersebut.

“Jumlah korban tewas saat ini mencapai 2.901 orang,” kata Kementerian Dalam Negeri Maroko pada hari Rabu, dan 5.530 orang terluka dalam gempa paling mematikan di negara itu sejak tahun 1960 dan yang paling kuat sejak tahun 1900, seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (13/9/2023).

Kendaraan yang penuh dengan perbekalan melintasi jalan pegunungan yang berkelok-kelok untuk mengantarkan makanan dan tenda yang sangat dibutuhkan bagi para korban yang selamat. Tim pencari masih berada di beberapa tempat untuk mencari korban yang masih hidup.

Di beberapa lokasi yang lebih terpencil, masih ada sedikit tanda bantuan dari luar. Stefanie Dekker dari Al Jazeera, melaporkan dari desa Imi N’Tala, mengatakan situasinya mengerikan.

“Desa ini rata dengan tanah dan hancur. Bau kematian ada dimana-mana. Setidaknya masih ada 40 jenazah di bawah reruntuhan,” kata Dekker.

“Potongan besar gunung runtuh, menghantam desa-desa ini. Seluruh keluarga telah musnah. Seseorang menunjuk ke rumahnya. Ada sebuah pintu putih yang masih berdiri, dan dia memberi tahu kami bahwa itu adalah pintu rumahnya. Dia mulai menangis tentang bagaimana dia berlari keluar pintu dan segala sesuatu di sekitarnya runtuh. Dia kehilangan putra dan istrinya. Ia menjerit karena melihat Abaya istrinya tertimbun reruntuhan. Sungguh memilukan,” ungkapnya.

“Masalahnya adalah akses ke tempat-tempat tersebut. Ada jalan sempit dan berkelok-kelok. Masih banyak tempat yang belum bisa mereka jangkau,” tambahnya.

Sejauh ini, tim pencarian dan penyelamatan dari Qatar, Inggris, Spanyol dan Uni Emirat Arab telah beroperasi di lapangan bersama tim darurat Maroko, militer dan pejabat lainnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat juga telah mengirimkan tim ahli bencana dan keadaan darurat untuk membantu menilai kerusakan dan mengoordinasikan respons.

Abdel Wahed Chafiki, Bupati Menara di Marrakesh, mengatakan sulit menentukan jumlah total korban.

Dia mengatakan bahwa daerah pegunungan terjal tempat gempa terjadi membuat upaya untuk mencapai korban menjadi sulit, namun dia menekankan bahwa pihak berwenang setempat terus melanjutkan upaya bantuan dan memberikan bantuan.

Errachid Montassir, seorang aktivis dan pekerja kemanusiaan, dengan dokter pergi ke desa-desa terpencil di pegunungan Atlas.

Dia mengatakan mereka membutuhkan waktu lima jam untuk mencapai kota Ijjoukak karena jalannya diblokir.

“Itu adalah sebuah bencana dan juga kejutan melihat orang-orang masih berada di bawah reruntuhan di sana,” kata Montassir.

“Tentara sedang melakukan tugasnya untuk mengeluarkan orang-orang ini dari dalam tanah, namun sangat sulit untuk mencapai tempat-tempat ini, jadi Anda dapat membayangkan bahwa tidak ada makanan, juga tidak ada selimut atau tempat tidur yang dapat menampung orang-orang tersebut untuk tidur,” tuturnya.

Desa Tikht, yang sebelumnya dihuni oleh setidaknya 100 keluarga, dipenuhi dengan tumpukan kayu, bongkahan batu, serta pecahan piring, sepatu, dan karpet bermotif rumit.

“Hidup sudah berakhir di sini,” kata Mohssin Aksum (33), yang memiliki keluarga yang tinggal di pemukiman kecil tersebut.

“Desa ini sudah mati,” ujarnya.

Seperti banyak desa yang terkena dampak paling parah, desa ini merupakan daerah pedesaan kecil dengan sejumlah besar bangunan yang dibangun dengan campuran tradisional dari batu, kayu, dan mortar yang terbuat dari lumpur.

Puluhan warga, kerabat yang berduka, dan tentara berkumpul di reruntuhan. Beberapa orang mengatakan mereka tidak dapat mengingat gempa sebelumnya yang terjadi di daerah tersebut.

“Hal ini bukanlah sesuatu yang terpikirkan oleh masyarakat di sini ketika membangun rumah mereka,” kata Abdelrahman Edjal, pelajar berusia 23 tahun, yang kehilangan sebagian besar keluarganya dalam bencana tersebut.

Pembangunan kembali diperkirakan akan menjadi tantangan besar bagi negara Afrika Utara tersebut, yang telah mengalami kesulitan ekonomi dan kekeringan selama bertahun-tahun dan kini khawatir akan penurunan sektor pariwisata yang penting di negaranya. (dam)

Tags: gempagempa marokomaroko

Berita Terkait.

Turki Tutup Wilayah Udara Dilewati Pemimpin Israel, Penerbangan Isaac Herzog Dialihkan hingga 8 Jam
Internasional

Turki Tutup Wilayah Udara Dilewati Pemimpin Israel, Penerbangan Isaac Herzog Dialihkan hingga 8 Jam

Selasa, 28 April 2026 - 23:49
Abbas-Araghchi
Internasional

Menlu Iran Temui Putin di Rusia, Bahas Solusi Konkret Konflik Timur Tengah

Senin, 27 April 2026 - 11:01
Temui Wakil Wali Kota Seoul, Pramono Bahas K-Food hingga K-Pop dan Konser BTS di Jakarta
Internasional

Temui Wakil Wali Kota Seoul, Pramono Bahas K-Food hingga K-Pop dan Konser BTS di Jakarta

Minggu, 26 April 2026 - 23:54
Insiden Penembakan Jamuan Makan Trump: Petugas Tertembak, Pelaku Membawa Beberapa Senjata
Internasional

Insiden Penembakan Jamuan Makan Trump: Petugas Tertembak, Pelaku Membawa Beberapa Senjata

Minggu, 26 April 2026 - 21:11
Shehbaz-Sharif
Internasional

PM Pakistan Sebut Pertemuan dengan Menlu Iran Berlangsung Produktif

Sabtu, 25 April 2026 - 23:02
Macron
Internasional

Cegah Krisis Energi, Macron Inisiasi Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 25 April 2026 - 21:50

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2528 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    975 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    901 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    938 shares
    Share 375 Tweet 235
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    780 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.